Showing posts with label Other. Show all posts
Showing posts with label Other. Show all posts

Sunday, April 15, 2012


MENEBAR VIRUS CINTA LEWAT FACEBOOK

Di dunia maya, nama Agus Syafii mungkin sudah tidak asing lagi. Bayangkan saja, hanya berdakwah melalui jejaring sosial facebook, Agus Syafii telah memiliki lebih dari 2 juta penggemar. Agus adalah pendiri komunitas Page Facebook Mukjizat Sholat dan Doa, sebuah komunitas di dunia maya yang memiliki penggemar lebih dari 2 juta orang. Salah satu keunggulan dari halaman ini Mukjijat Sholat dan Doa adalah bahwa halaman ini benar-benar merupakan media komunikasi dan ruang pencerahan batin bagi penggemar tidak berdasarkan public figure sebagai titik sentralnya.

Ia tidak dilihat sebagai pribadi yang dikenal publik dalam gemerlap acara dakwah atau selebritas, tetapi mampu menarik gerbong dakwah melalui karya nyata kemanusiaan yang disaksikan langsung oleh penggemarnya melalui facebook. Kebanyakan para penggemar telah mengetahui Agus Syafii dan Rumah Amalianya yang begitu inspiratif bagi mereka. Rumah Amalia merupakan rumah kebahagian yang memiliki visi dan misi cerdas dalam menempatkan keluarga dengan fungsinya masing-masing. “Rumah Amalia merupakan rumah atau wadah dalam memberikan bimbingan psikologi dan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu yang tidak memiliki orangtua," kata Agus Syafii.

Menurut dia, di Rumah Amalia, ia bersama isteri dan juga para kakak-kakak (guru) memberikan pendidikan dan bimbingan psikologi. Mereka di Rumah Amalia dibimbing menemukan keahlian masing-masing. “Dari 10 anak yang kami bina, bertambah 20, hingga bertambah menjadi 30 anak didik pada tiga tahun pertama. Kami tiap hari memberikan bimbingan belajar dan pengajian. Memberikan mereka harapan tentang masa depan," kata dia. Tanpa memungut biaya, Agus menerima siapapun yang ingin belajar di Rumah Amalia. Ia membangun Rumah Amalia ini karena tersentuh untuk membantu seorang anak yatim yang harus dengan terpaksa menerima pahitnya kehidupan.

Hanya karena ingin memberikan rasa aman dan kasih kepada anak yang belum mendapatkan hal tersebut, kini Rumah Amalia tetap berjalan. “Yang penting kasih sayang. Materi atau dana ada atau tidak aktivitas di Rumah Amalia tetap berjalan," kata dia.

Hingga kini rumah bagi kaum dhuafa ini telah berjalan lima tahun dengan jumlah anak asuh sebanyak 80 anak. Agus melihat, Rumah Amalia ini ternyata butuh wadah dan media komunikasi bagi anak-anak yang berasal dari kaum dhuafa. Maka dari itu, pada tahun ketiga berdiri, ia membuat page (halaman) facebook yang diberi judul Agus Syafii. “Nama saya sendiri," kata dia.

Selang beberapa waktu berjalan nama Agus Syafii sebagai halaman facebook hanya menjangkau kalangan terbatas saja, karena orang melihat sisi personal saja. Maka kemudian, ia kembali membuat halaman facebook dengan nama Mukjijat Sholat dan Doa, dengan alamat http://www.facebook.com/pages/Mukjijat-Sholat-Dan-Doa. Dalam menyebarkan virus cinta melalui postingan di halaman Mukjijat Sholat dan Doa mendapat respon yang luar biasa. Postingan ini ia tidak memposting bagaimana kedahsyatan sholat dan doa dalam bentuk ritual atas formalitas simbolik dalam islam. Tapi menyuguhkan makna-makna batin suatu ibadah dalam wujud nyata sosial dan kemanusiaan.

“Alhamdullilah, reaksi publik di dunia maya sangat mengagumkan. Mereka butuh spritualitas, butuh penyaluran minat dan bakat, dan haus pengetahuan tentang Islam," katanya. Mendapat respon yang luar biasa, halaman facebook mukjijat sholat dan doa saat ini telah memiliki 2.016.316 penggemar per 22 Februari 2012. Bahkan komunitas page yang dibuat oleh Agus Syafii ini pernah dinobatkan sebagai salah satu The Best Ten Page Facebook, menggeser halaman facebook Chocolator awal Februari 2012 (Data dari salingsilang.com).

Setelah sukses dengan dunia mayanya, Agus Syafii mengumpulkan kisah-kisah inspiratifnya ke dalam sebuah buku. Buku yang diberi judul Mukjijat Sholat dan Doa ini diharapkan dapat menepis kegalauan masyarakat dan menggugah kesadaran jiwa. “Jika hati terasa galau dan sulit berkonsentrasi, maka salah satu cara efektif untuk mengatasinya adalah dengan mendekatkan diri dan mengadu kepada Allah SWT," kata dia. Menurut dia, kegalauan yang dialami oleh masyarakat adalah seringnya merasa kesepian di tempat ramai, dan kehilangan jiwanya. Maka salah satu solusinya mendekat kepada Allah melalui doa.

Buku setebal 333 halaman tersebut merupakan kumpulan dari kisah-kisah nyata dan inspiratif yang pernah dimuat di halaman facebook Mukjizat Sholat dan Doa, atau blogspot Agus Syafii beberapa tahun terakhir ini.

Dalam tulisan ini Agus Syafii mengajak pembaca memperkuat bangunan kasih keluarga. Karena ini adalah pusat dan awal atas semua kasih sayang manusia dan kemanusiaan.
“Keluarga rapuh dan broken home, hanya akan mengakibatkan korban-korban anak menjadi putus harapan. Mari kita jaga kerukunan dan tali kasih sesama anggota keluarga," kata dia.



Monday, April 09, 2012



JOKOWI DALAM LEMBARAN BUKU

Sejak memperkenalkan mobil Kiat Esemka buatan sekolah menengah kejuruan, nama Walikota Solo Joko Widodo jadi langganan berita di berbagai media. Apalagi, tak lama setelahnya, ia maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Jokowi, begitu ia kerap disapa, juga merambah dunia penerbitan. Sabtu pecan lalu, buku Jokowi: Pemimpin Rakyat Berjia Roker. Karangan Ron Thayrun diluncurkan di Warung Solo, Cilandak, Jakarta Selatan.
“Saya juga nggak ngerti kenapa buku ini ditulis,” kata Jokowi pada acara peluncuran tersebut. “Tapi kata penulis, saya sudah menjadi orang penting, yo wis, silakan saja.”

Yon bercerita, ia tertarik pada Jokowi sejak tujuh tahun lalu saat membereskan masalah pedagang kaki lima di Solo tanpa kekerasan. Buku itu ditulis berdasarkan wawancara dan mengikuti aktivitas walikota penggemar musik cadas itu selama empat hari. Setelah itu, cukup seminggu Yon merampungkan buku terbitan Noura Books itu. “Wawancaranya sejak Februari lalu, jauh sebelum digembar-gemborkan jadi calon gubernur,” kata Yon

Dalam bisnis penerbitan, buku yang digarap secara kilat demi mengejar momen popularitas Jokowi itu disebut fast book. Selain Yon, Jurnalis harian Rakyat Merdeka, Zainuddin HM menulis biografi Jokowi. Buku yang diberi judul Jokowi:Dari Jualan Kursi Hingga Dua kali Mendapatkan Kursi itu diterbitkan Ufuk Press. Buku yang membahas perjalanan karier Jokowi ini juga disiapkan Februari lalu dan terbit pada bulan lalu.

Soal buku yang satu ini, Jokowi sepakat dengan Ufuk, yang tidak memasang foto asli di sampulnya. “Nanti keliatan jeleknya,” kata Jokowi sambil tertawa. Membaca buku Zaenuddin itu sebelum terbit, Jokowi meminta isinya ditulis wajar tanpa berlebihan memuji. “Bukunya bagus, karena buat saya, yang penting saya gak ingin orang menulis tentang saya karena saya suruh,” ujarnya.


Wednesday, December 15, 2010


BENUA YANG TENGGELAM DI ASIA TENGGARA

Momentum peringatan Sumpah Pemuda 2010 terasa berbeda. Pasalnya, seorang Profesor dari Oxford University, Inggris, Prof. Stephen Oppenheimer, Ph.D datang langsung ke Indonesia. Kehadirannya memenuhi undangan dari Disbudpar Pemprov Jawa Barat, Ufuk Publishing House, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tujuannya, menjelaskan tesis yang dikenal dengan nama Oppenheimer Theory yang telah dibukukan dengan judul Eden In The East. Penelitiannya ini sangat penting, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi pengetahuan dunia. Lalu, apa yang membuat penelitiannya ini menjadi begitu penting buat kita yang tinggal di Indonesia?

Secara radikal Oppenheimer memaparkan sebuah teori baru mengenai penyebaran bangsa – bangsa Asia dimasa prasejarah, khususnya bangsa Polinesia, yang tinggal di Asia Tenggara. Berbeda dengan para ahli sebelumnya yang meyakini penyebaran bangsa Asia bermula dari Taiwan lalu menyebar ke berbagai tempat di Asia dan sekitarnya. Oppenheimer dengan menggunakan pisau bedah penelitian geologi, arkeologi, linguistik dan genetika membuktikan hal sebaliknya. Menurutnya bangsa di Asia Tenggara sesungguhnya yang menjadi nenek moyang bangsa Asia keseluruhan dan daerah disekitarnya. Mereka terusir banjir yang datang secara berturut-turut pada 14000, 11500, dan 8000 tahun lalu yang akhirnya memaksa bermigrasi menuju ke Australia, Pasifik, Hindia, dan Daratan Asia. Sejak dirilis 12 tahun yang lalu pendapatnya ini tetap bertahan, dan mendapatkan banyak sokongan dari para ahli yang terkait.

Selama lawatannya di Indonesia Oppenheimer memenuhi beberapa undangan. Menjadi pembicara di seminar nasional di LIPI pada tanggal 28 Oktober 2010. Para peserta seminar yang sebagian besar adalah para peneliti yang berasal dari LIPI, Kemenristek, BPPT, perguruan tinggi serta guru besar, dan staf ahli sangat antusias dengan diskusi yang berlangsung. Acara yang terselenggara atas kerjasama Ufuk Publishing House, LIPI, dan didukung beberapa media di antaranya Gatra, Kompas, Sindo, Detik.com, TV One dan Hotel Sultan dibuka oleh mantan ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Assidiqie.

Ia juga menjadi nara sumber di acara talk show Apa Kabar Pagi di TV One. Lalu memenuhi undangan Prof Dr. Jimly Assiddiqie di ruang kerjanya di Jl. MH Thamrin, Jakarta. Seperti diketahui Prof. Jimly adalah salah satu tokoh yang banyak memperkenalkan penelitian Oppenheimer di berbagai kesempatan. Dalam pertemuan tersebut ia menyampaikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan Oppenheimer. Ia berharap apa yang telah dilakukan Oppenheimer ini bisa ditindaklanjuti oleh para peneliti yang ada di Indonesia.

Kehadiran Oppenheimer juga menarik banyak media massa untuk mengetahui pendapatnya seputar Indonesia pada masa prasejarah. Koran Kompas misalnya melalui sekretaris redaksinya mengundangnya secara khusus untuk menyampaikan penelitiannya. Pertemuan yang berlangsung hamper satu jam itu menjadi rangkaian akhir dari kunjungan singkatnya di Indonesia.

Jelang sore 30 Oktober 2010, selepas wawancara dengan Kompas, Oppenheimer harus bergegas kembali negerinya, untuk melanjutkan penelitian berikutnya. Akhirnya, seperti yang ia sampaikan, sebagai bangsa yang menempati wilayah Indonesia seharusnya bangga terhadap warisan sejarah bangsa ini pada masa lampau (prasejarah).

Kehadirannya yang singkat di Indonesia tentu saja belum dapat memberikan kita gambaran yang menyeluruh mengenai penelitiannya. Namun kehadiran bukunya yang telah diterjemahkan oleh Ufuk Publishing House dapat memberikan kita ruang untuk memahami lebih jauh pendapat dari Oppenheimer. Selamat jalan Professor, kami tunggu anda membagikan penemuan penting berikutnya.

Tuesday, May 25, 2010

Hush Hush


JUARA I LOMBA RESENSI HUSH, HUSH


Scared, Angel?”
I clenched the metal bar drilled into the front of the car as I felt my weight tip forward.
A shaky laugh slipped out of me.

Masih ingat dengan jelas bagaimana demam Bella dan Edward dari Twilight menyerbu banyak orang dari berbagai kalangan di seluruh penjuru dunia? Siap-siap, karena Nora dan Patch telah hadir dengan kisah dan romantisme ala remaja yang setara. Nora Grey hanyalah seorang pemain cello sekaligus penggemar musik klasik berusia 16 tahun yang tinggal di Maine bersama ibunya. Hidup Nora cenderung datar dan biasa-biasa saja, kematian Ayahnya nyaris setahun yang lalu membuatnya sedikit paranoid dan jauh lebih tertutup daripada remaja kebanyakan. Kisah dimulai ketika dalam pelajaran Biologi, Nora harus berpisah dari sahabat sekaligus partnernya Vee, dan bekerja dengan murid pindahan yang misterius Patch Capriciano.

Berbagai kejadian aneh terus terjadi di sekitar Nora sejak Patch menjadi partnernya, dimulai dari tabrakan aneh, lalu Patch yang dengan terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada dirinya, pergantian psikolog sekolah yang menanganinya, hingga munculnya Elliot Saunders yang juga menunjukkan ketertarikannya pada Nora dan tidak mempedulikan Marcie Miller yang notabene merupakan gadis terpopuler di sekolah. Tak terbiasa dengan banyaknya perhatian yang tiba-tiba datang kepadanya, membuat Nora semakin paranoid sekaligus penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi. Ia menyelidiki tentang Patch dan juga Elliot bersama dengan sahabatnya Vee. Hingga akhirnya dia mengetahui satu kenyataan bahwa Patch adalah seorang fallen angel, dan mendekati dirinya, bahkan rela menjadikan Nora sebagai persembahan demi keuntungan pribadinya.

Kesan pertama yang timbul setelah membaca buku ini adalah “Second Twilight”, mungkin karena Twilight boom yang begitu besar dan mendunia, hingga semua buku yang menampilkan romansa antara dua anak manusia dari dunia yang berbeda sering disamakan dengan Twilight. Akan tetapi, Hush Hush sedikit lebih realistis daripada Twilight, walaupun konsep fallen angel yang ditawarkan memiliki kesan tidak nyata yang setara dengan vampirism ala Twilight, tapi Becca Fitzpatrick berhasil meramu adegan demi adegan lebih rapi dan mengeksplorasi perasaan serta kebingungan Nora lebih dalam.
Tokoh Patch juga digambarkan lebih manusiawi, walaupun ada beberapa hal misterius yang tidak terjelaskan dengan baik, tapi dapat tertutupi dengan narasi Nora yang digambarkan sering berada dalam keadaan bingung sehingga keterangan serta ingatannya tentang Patch terlihat cukup samar. Akan tetapi, ada beberapa kejanggalan yang sayangnya tidak terjelaskan dengan baik, atau mungkin tidak cukup tersampaikan. Seperti tentang siapa Chauncey dan detail lebih lengkap tentang hubungannya dengan Nora. Dan juga tentang alasan Patch yang memilih untuk menjadi fallen angel, serta tentang kematian ayah Nora serta hubungan Nora dengan keluarganya.

Tidak menutup kemungkinan munculnya sekuel Hush Hush dan akan menjadi boom seperti halnya Twilight, mengingat masih ada banyak hal atau poin-poin yang terlihat krusial dalam buku ini dan berpotensi menjadi satu buku tersendiri. Atau mungkin Hush Hush akan menjadi satu seri tersendiri, who knows? Yang pasti, bagi pecinta novel roman remaja yang menampilkan kisah cinta dunia layaknya Twilight, Hush Hush bisa menjadi satu pilihan.


'hush, hush' bahkan memiliki nilai moral tersendiri. Kita belajar dari Nora untuk tidak terlalu cepat menarik kesimpulan dalam menilai orang karena kadang seseorang tidak selalu seperti dugaan kita
(Marcella Febriaty)

Salahkah mencintai seorang fallen angel? Itulah fokus karya perdana Becca Fitzpatrick ini. Romansa berbalut sedikit nuansa fantasi thriller menjadikannya bacaan memikat sekaligus seru. Ilustrasi sampul yang nyaris hitam putih dengan sedikit warna merah memberikan nuansa gelap dan misterius pada kisah 'hush,hush'. 'hush, hush' dibuka sebuah prolog yang mengisahkan pertemuan seorang malaikat terbuang dengan seorang Nephil, ras setengah manusia setengah malaikat. Pertemuan itu berakhir ketika Nephil itu dipaksa bersumpah menjadi budak malaikat tersebut. Cerita beralih ke kehidupan Nora Grey, siswi SMA yang cerdas namun tidak mudah mempercayai orang lain. Awal pertemuannya dengan Patch yang misterius menjadi awal perubahan hidupnya. Baginya, Patch sulit ditebak dan menyebalkan, namun ia justru semakin memikirkan Patch. Patch dengan mudah mengetahui begitu banyak tentang Nora, membuatnya takut sekaligus penasaran. Keingintahuan dan akal sehatnya saling bersaing. Dia merasa Patch berbahaya karena menyimpan terlalu banyak rahasia, namun sebagian dirinya ingin membuka rahasia-rahasia tersebut.


Kejadian-kejadian aneh mulai menimpanya. Sahabatnya, Vee, sampai terluka dan dirawat di rumah sakit ketika mencoba menyamar sebagai Nora. Jelas sasarannya Nora. Kemudian Nora tahu Patch ternyata seorang fallen angel - malaikat terbuang, dan Nora mengira Patch berniat membunuhnya untuk mendapatkan tubuh manusia. Keberadaan Elliot dan Jules serta Dabria yang muncul belakangan makin mempersulit Nora. Dengan fakta demi fakta yang dia temukan, dia tidak tahu pada siapa dia harus percaya. Becca membawa pembaca dalam alur yang tidak terburu-buru. Deskripsi tiap kejadian dirangkai dengan detail sehingga pembaca seakan mengalami sendiri dan larut dalam pikiran Nora. Perubahan perasaan Nora digambarkan perlahan, bagaimana awalnya dia kesal namun penasaran terhadap Patch, bagaimana pandangannya terhadap Patch berubah dan akhirnya mencintai Patch. Semua disusun apik sehingga pembaca tidak bosan membuka halaman demi halaman. Plot 'hush, hush' tidak terduga, berbeda dengan novel percintaan lain. Pembaca dibuat sulit menebak pelaku penyerangan Nora sebab Nora terus merasa ketakutan dan berspekulasi macam-macam. Plot seperti ini mirip plot cerita detektif yang cenderung membuat penasaran dan ini memberikan keunikan tersendiri pada 'hush, hush'. Karakterisasi juga menjadi nilai plus, para tokoh bertindak konsisten dan sifat mereka memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan sehingga mereka terkesan 'real'.


Keunggulan lain adalah konsep fallen angel yang digambarkan secara menarik. Mereka punya luka berbentuk V terbalik di punggung, tanda sayap mereka dicabut. Mereka tidak bisa merasakan sentuhan seperti halnya manusia, namun setiap awal bulan Ibrani Chesvan malaikat bisa memasuki tubuh seorang Nephil selama dua minggu untuk merasakan sensasi tersebut. Namun dua minggu tidaklah cukup bagi Patch, maka dia menginginkan tubuh manusia permanen. Sayangnya, di bagian kesimpulan cerita ada beberapa detail yang tidak dijelaskan. Mungkin Becca menyimpannya untuk novel sekuel. Terlepas dari itu, masalah-masalah Nora diselesaikan dengan masuk akal sekaligus tidak terduga. Bahasa penuturan novel sederhana dan tidak berbelit. Penerjemahan novel ke dalam Bahasa Indonesia cukup baik karena kalimatnya mudah dicerna, tidak seperti novel terjemahan lain yang umumnya lebih bertele-tele. 'hush, hush' bahkan memiliki nilai moral tersendiri. Kita belajar dari Nora untuk tidak terlalu cepat menarik kesimpulan dalam menilai orang karena kadang seseorang tidak selalu seperti dugaan kita. Secara keseluruhan, novel ini cocok dinikmati remaja maupun dewasa yang menyukai cerita romansa dengan sedikit fantasi thriller.


Sejak awal bab pertama, novel ini sudah mengajak kita berteka-teki. Selalu ada suspense/kejutan dalam setiap babnya, sepertinya tersebar secara merata
(Iva Avianty)


Novel setebal 488 halaman ini mungkin tak tampak eye-catching jika melihat covernya sekilas. Tampak dark dan muram, sekilas membuat kita bisa menerka isinya. Namun saya jadi tertarik setelah membaca sekilas isi ceritanya di back cover. Kisah diawali dengan sebuah peristiwa beberapa abad lalu di Perancis, dimana telah terjadi perjanjian rahasia antara seorang pemuda dengan ‘seorang’ malaikat yang terbuang. Perjanjian ini kemudian menjadi semacam ‘kutukan’ yang tak usang termakan zaman. Hingga takdir menetapkan sebuah momen di Coldwater, Maine. Seorang gadis dengan trauma psikologis, harus berpasangan dalam pelajaran biologi reproduksi manusia dengan seorang cowok yang sejak awal membuatnya takut, namanya Patch. Di sisi lain, Nora adalah seorang cewek yang sulit jatuh cinta. Baginya, hari-hari dengan sahabatnya, Vee, dan ibunya, sudah cukup mengisi kehidupannya. Projek ini ternyata merubahnya. Nora perlahan menyadari bahwa ia jatuh cinta pada Patch, dan demikian pula sebaliknya. Rasa ketertarikan itu dirasakan Nora sebagai bahaya yang siap mengancamnya. Dia merasa Patch terlalu jauh masuk ke dalam hidupnya, bahkan hingga ke perasaan paling rahasia sekalipun.Bersama itu, hidupnya kemudian dipenuhi dengan banyak hal misterius. Banyak orang yang tampaknya mencoba mengancamnya. Di saat-saat seperti itu, anehnya, seperti ada keterlibatan Patch. Nora harus menemukan jawaban yang pasti. Dan ini membuat dirinya semakin terseret jauh ke dalam permasalahan yang melibatkan dirinya, Patch, orang-orang baru dalam hidupnya, dan takdir masa lalu tentang Nephil, separuh manusia, separuh malaikat.

Sejak awal bab pertama, novel ini sudah mengajak kita berteka-teki. Selalu ada suspense/kejutan dalam setiap babnya, sepertinya tersebar secara merata. Ini menjadikan kita yang membaca tak ingin meletakkan buku ini hingga selesai membacanya. Alur yang cepat juga menjadi salah satu poin yang menjadikan novel ini menarik. Pergantian antar scene dibuat seolah-olah kita sedang menyaksikan sebuah film bergenre thrilleryang beralur cepat. Satu lagi poin novel ini. Tokoh-tokohnya begitu hidup. Seolah kita sedang mengalami sendiri berbagai kejadian itu, sebagai salah satu tokohnya. Entah itu sebagai Nora, Patch, Vee, Jules, dan Dabria. Dengan kata-katanya sendiri, Becca bahkan sukses membuat kita membayangkan betapa menawan dan memikatnya Patch yang ‘dark but charming’ itu. Hm-hm, ada lagi poin yang lain. Novel ini sexy lho. Maksudnya, jangan membayangkan bahwa di novel ini akan bertaburan kata-kata atau kalimat romantis seperti membaca serial Harlequin. Atau membayangkan adegan-adegan mesra yang terekspos secara vulgar. Becca cukup piawai membungkus adegan-adegan mesra antara Nora dan Patch dengan kata-kata yang tidak seronok dan vulgar.

Jadi, saya sih merekomendasikan novel ini termasuk criteria Young Adults, alias remaja dewasa. Atau dewasa sekalian. Saya juga angkat topi pada penerjemah yang berhasil membawa amanat novel ini kepada pembacanya. Cara penerjemahan yang flowing dan tidak kaku membuat kita nyaman membaca sekaligus memahami buku ini. Amanat tentang kekuatan cinta dan pengorbanan demi yang kita cintai, meskipun harus melepas nyawa misalnya, sampai kepada pembaca dengan mulus.

Sunday, March 28, 2010


EDOARDO AGNELLI,KONSPIRASI PEMBUNUHAN YANG TAK PERNAH TUNTAS TERUNGKAP

Di tangan Agnelli, Fiat Tampil Lebih Dari Sekedar Perusahaan. Sebuah kota dalam negara” (Time)

Agnelli ? Mungkin tidak banyak warga Indonesia tahu. Tetapi bagi sebagian warga Eropa khususnya, nama Agnelli adalah segalanya. Nama tersebut bagaikan nama sebuah dinasti yang akan membuat gentar bagi banyak kalangan yang mendengarya. Lewat sebuah racik strategi ekspansi yang ofensif, lahirlah sebuah brand otomotif yang begitu mendunia. Fiat dan Ferrari. Hanya itu ? Tentu tidak. Juventus FC juga lahir dan dibesarkan dari trah dinasti kebesaran Agnelli. Siapa sangka jika kehebatan seorang Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon, atau Gianluigi Cannavaro cemerlang dan kinclong lewat sentuhan manajemen di bawah tangan dingin dinasti Agnelli.

Adalah Edoardo Agnelli sebagai generasi pewaris raksasa kerajaan bisnis Eropa (Fiat, Ferrari dan Juventus) yang membuat banyak orang terkesima dan menggeleng-gelengkan kepala begitu keras ketika melihat kekayaan keluarganya yang begitu berlimpah. Gianni Agnelli—sang ayah—adalah tokoh Agnelli yang membawa keluarga besarnya ke masa-masa keemasan tanpa batas. Di tangannya, pada tahun 1966, Fiat Motor corp mencatat rekor produksi mobil dengan mencapai angka 1.750.000 mobil. Di tangannya pula, Fiat menjelma menjadi raksasa kebangkitan industri Italia dengan memproduksi turbin, pesawar jet tempur, mesin diesel dan peralatan pertanian. Tidak aneh, pada masa itu ia mencapai kekayaan hingga 2,1 miliar US$ dengan mengoperasikan 22 pabrik di sekitar Torino dan mempekerjakan 157.000 karyawan. Padahal pada masa itu, Italia masih masuk sebagai negara Eropa yang “berbenah” selepas kekalahan dan kebangkrutan panjangnya dalam Perang Dunia II (PD II).

Di balik kecemerlangan keluarga Agnelli, Eduardo memberikan peran dan posisi yang penting di dalam perkembangan dan kecemerlangan Fiat, Ferrari dan Juventus. Ia dipercaya oleh Gianni Agnelli—sang ayah—untuk melanjutkan bisnis dan kontribusi keluarga kepada Italia dan dunia. Di tengah upaya yang begitu dramatis dalam membiakkan Edoardo Agnelli mengembangkan kontribusi bisnis keluarga besarnya dalam bidang sosial. Ia banyak membantu komunitas-komunitas super miskin yang tersebar di benua Afrika meskipun tangan-tangan mafia yang ingin menguasai bisnis dan perdagangan di Italia tidak senang dengan langkah-langkah Edoardo Agnelli.

Pada tanggal 15 November 2000, Edoardo Agnelli ditemukan tewas pertama kali di jembatan Generale Franco Romano. Mayatnya tertelungkp menghadapo tanah dengan wajah yang sulit dikenali. Namun, polisi Italia menemukan identitas di saku celananya. Lucunya, meski pihak polisi mengaku akan menginvestigasi kematiannya (yang diklaim bunuh diri) tetapi pihak dokter sudah menerbitkan surat rekomendasi pemakaman sore harinya tanpa pernah sekalipun melakukan otopsi.

Apakah Edoardo Agnelli dibunuh secara sengaja ?
Banyak investigasi pribadi orang terdekat Edoardo Agnelli dilakukan sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap polisi Italia. Diantara investigasi tersebut telah dibukukan dalam bahasa Italia diantaranya Otanta Metri Di Mistero karya Giuseppe Puppo. Agaknya, untuk pembaca tanah air, buku Edoardo Agnelli terbitan Ufuk Publishing House cukup memberikan banyak fakta dan informasi mengenai investigasi kematian Edoardo Agnelli yang janggal dalam bahasa Indonesia. Dengan begitu, di balik hingga binggar pertandingan Juventus di lapangan hijau atau di tengah cuaca panas sirkuit Monza tempat kuda jingkrak bercokol kita tidak ahistoris tentang betapa besar peranan Edoardo Agnelli dalam menyuguhkan tim terbaik untuk dinikmati pecinta warta di seluruh dunia
Report by Muhammad Sadan

Tuesday, January 12, 2010


CITY OF BONES : DUNIA DI MANA SEMUA MITOS ITU NYATA
Aku ingin hidup di dalam kisah Mortal Instrumens ini. Sangat indah!”
Stephenie Mayer, penulis Twilight
“Mungkin kita harus membawanya pulang bersama kita,” kata Alec.
“Tidak mungkin kita membawanya ke Institut,” kata Isabelle.
“Dia kaum fana, bukan Pemburu Bayangan seperti kita.”“Benarkah?” tanya Jace lembut, tapi terdengar lebih buruk daripada dengusan Isabelle atau kemarahan Alec.
“Kamu pernah berurusan dengan iblis, hei gadis kecil? Berjalan dengan warlock, dan mengobrol dengan vampir?““Namaku bukan gadis kecil,” Clary menyela, “dan aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.”
City of Bones adalah novel fantasi urban remaja karya Cassandra Clare, yaitu penulis Amerika kelahiran Teheran, Iran. Novel ini termasuk ke dalam seri The Mortal Instruments yang terdiri dari 4 buku. Buku kedua dan ketiganya berjudul City of Ashes dan City of Glass. Buku keempatnya, City of Fallen Angels baru akan diluncurkan pada bulan Maret 2011 di Amerika Serikat.

Seri The Mortal Instruments berpusat di sekitar para Pemburu Bayangan. Mereka adalah manusia berdarah malaikat yang mengabdi untuk menjaga manusia dari serangan iblis, dan memastikan perdamaian di antara peri, vampir, dan manusia serigala. Kini ketika perdamaian itu terancam, hanya segelintir remaja yang berkesempatan untuk mencegah pecahnya perang.
Sejak awal peluncurannya pada 27 Maret 2007, City of Bones telah memikat para pembaca. Tidak heran buku ini langsung mencapai urutan ke-8 di Daftar Buku Terlaris New York Times untuk buku anak-anak dan remaja pada April 2007. Tahun berikutnya, City of Bones pun menempati urutan ke-6 di ALA Teen’s Top Ten.
Berbagai pihak telah melontarkan pujian bagi seri novel ini. Media-media seperti Locus, Publishers Weekly, Booklist, dan School Library Journal memuji novel ini lengkap dan berhasil memuaskan pembaca. Penulis-penulis bestseller lainnya pun tidak ketinggalan. Kelly Link menyebut Cassandra sebagai penulis jenius. Holly Black (penulis The Spiderwick Chronicles) menganggap City of Bones sebagai salah satu buku favoritnya. Bahkan, Stephenie Meyer sang penulis Twilight pun menjamin bahwa The Mortal Instruments sangat indah.
Kini seri The Mortal Instruments telah terjual sebanyak 2,5 juta kopi di 23 negara belum termasuk Indonesia dan China pada tahun ini. City of Bones edisi bahasa Indonesia akan diterbitkan oleh Penerbit Ufuk pada bulan Februari. Jadwal terbit City of Ashes dan City of Bones akan menyusul sebagai pemanasan untuk menyambut film adaptasi City of Bones yang sedang dikembangkan oleh Warner Bros Pictures.

Monday, January 04, 2010


INDONESIA; LOKASI ATLANTIS YANG HILANG ?

VIVAnews - Keberadaan Atlantis, kota berperadaban tinggi yang hilang ditelan bencana dahsyat, masih diselimuti misteri. Spekulasi baru soal keberadaan 'Atlantis yang hilang' diungkapkan oleh seorang ilmuwan asal Brazil, Arysio Santos. Santos adalah profesor Fisika Nuklir di Brazil.

Dalam bukunya berjudul “Atlantis the Lost Continents Finally Found”, Santos menyebut Indonesia sebagai lokasi Atlantis, berdasarkan definisi yang disebut Plato dalam 'Lost Civilization'.

Dalam wawancara yang dimuat laman YouTube, Santos tanpa ragu mengatakan bahwa Atlantis benar-benar ada dan bukan sekedar mitos.

Santos menjelaskan mengapa selama ini para ilmuwan gagal menemukan Atlantis dan bahkan ragu akan keberadaan kota yang hilang itu.

"Karena mereka mencarinya di tempat yang salah. Mereka mencarinya di Laut Atlantis," kata dia dalam wawancara di YouTube, seperti dimuat laman Hubpages.

Anggapan bahwa Atlantis berada di Samudera Atlantis, memang logis. Namun, itu bukan lokasi yang tepat.
"Atlantis berada di Lautan Hindia [Indonesia], di belahan lain bumi," kata dia. Di belahan bumi timur itulah, peradaban bermula. "

Namun, kata dia, Samudera Hindia atau Laut China Selatan sebagai lokasi Atlantis hanya batasan. "Lebih pastinya di Indonesia," kata dia.

Sebelum jaman es berakhir 30.000 sampai 11.000 tahun lalu, di Indonesia terdapat daratan besar. Saat itu permukaan laut 150 meter lebih rendah dari yang ada saat ini.

Di lokasi itulah tempat adanya peradaban. Sementara, sisa bumi dari Asia Utara, Eropa, dan Amerika Utara masih diselimuti es.

Monday, December 28, 2009



Membaca buku ini, membuat kita seakan-akan berada disana. Menatap wajah sedih Frank dan Malachy yang menunggu ayahnya pulang dengan membawa uang, namun ternyata uang tersebut sudah habis dipakai untuk minum. Bagaimana tertekannya ia saat harus mendatangi setiap bar mencari ayahnya yang membawa uang hadiah kelahiran bayi. (Truly Rudiono, Goodreads, Desember 2009)

Jika bisa memilih, setiap anak pasti ingin dilahirkan dengan memegang sendok emas! Dilahirkan oleh seorang ibu yang berada dalam kehidupan yang mapan. Tidak perlu memikirkan apakah nanti malam mereka masih bisa makan, dimana bisa mendapatkan uang.Tidak mengenal rasa lapar dan kedinginan, tidak perlu memakai potongan ban untuk sol sepatu. Semua serba tersedia.

Frank Mc Cournt harus menerima takdirnya, dilahirkan di Bulan Agustus, akibat Peristiwa Lutut Gemeretar yang terjadi antara ibunya, Angela dan ayahnya, Malachy. Belum lama Angela menapakkan kakinya di New York ia sudah terpikat oleh muka suram Malachy yang selama tiga bulan memendam sepi di penjara. Empat bulan setelah Peritiwa lutut gemeretar, Malachy menikahi Angela. Walau ia sudah berniat tidak menambah anak, namun satu tahun kemudian lahirlah adik laki-laki yang juga diberi nama Malachy. Saudara sepupu Angela, berkata Angela tak lain tak bukan adalah kelinci, dan mereka tidak mau berurusan dengannya hingga ia waras lagi.

Kondisi keuangan yang morat-marit serta kebiasaan minum ayahnya, membuat Frank dewasa sebelum waktunya. Ia harus membantu ibunya untuk menjaga adik-adiknya . Tak lama anak ke tiga dan keempat lahir, anak kembar yang diberi nama Oliver dan Eugene ikut meramaikan rumah mereka.

Jenuh hidup dengan 4 orang lelaki di rumah, Angela berdoa agar mendapat seorang anak perempuan untuk dirinya sendiri. Lahirlah Margaret, sebagai perwujudan doa Angela. Seorang anak perempuan dengan rambut ikal hitam dan mata birunya mirip ibunya. Sejak Margereta lahir, Malachy sang ayah, sama sekali tidak menyentuh minuman keras, ia teampak begitu menyayangi anak perempuannya.

Namun kebahagian itu hanya berlangsung selama tujuh pekan, usia Margaret. Margaret meninggal! Terpukul karena ditinggal anak permpuannya, Angela hanya berbaring di ranjang dengan wajah menghadap dinding. Sepupunya berinisiatif menyurati ibu Angela yang segera mengirimi ongkos pulang bagi 6 orang anggota keluarga Malachy!
Kehidupan di Irlandia ternyata tidak lebih baik dibadingkan dengan New York. Saat itu Fank baru berumur empat tahun, Malachy tiga tahun dan sikembar belum genap setahun. Tidak saja pekerjaan yang didapat ayahnya, kondisi tempat tinggal mereka juga mengenaskan. Bahkan kasur yang mereka tiduri penuh dengan tungau. Seseorang berbaik hati mengajari cara mengusi tungau yaitu dengan memasangnya terbalik agar mereka bisa saling menggigit. Hal itu lebih hemat dibandingkan dengan cara Malachy yang mengguyur kasur dengan air panas, mengakibatkan persediaan batu bara yang sudah sedikit menipis dengan cepat!
Kemiskinan yang menyebabkan mereka kelaparan, sepertinya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Suatu hari Frank mendapat tugas mengantar makan siang dari rumah neneknya untuk Bill Galvin di Dock Road. Untuk kerjanya ia dibayar enam penny seminggu. Sepanjang jalan, bau bacon rebus dengan kubis dan dua kentang putih yang besar yang padat sangat menggoda dirinya yang sedang lapar. Karena tak sanggup menahan lapar, Frank memakan makan siang yang dikirim nenek untuk Bill Galvin. Akibat perbuatannya, sang nenek harus mengirim makan siang ulang dan Frank dihukum selama dua minggu mengantarkan makanan tanpa dibayar.
Buku ini juga berisi mengenai hal-hal yang khas nakalnya anak-anak. Sungguh menyentuh, mereka tetap bisa bermain dan tertawa dalam kondisi seperti itu. Dikisahkan Frank dan Malachy bermain dengan gigi palsu orang tua mereka. Gigi-gigi itu sangat besar sehingga sulit memasukannya dalam mulut Malachy memaksa masuk gigi Dad dalam mulut dan tidak bisa mengeluarkannya lagi. Bibirnya tertarik ke belakang dan membuatnya menyeringai lebar sekali dan air mata muncul dari kedua matanya. Untuk melepaskannya Malachy harus dirawat di rumah sakit, hal yang sebenanya menyenangkan dirinya. Karena di rumah sakit minimal mereka bisa makan teratur tanpa perlu repot-repot mencarinya.
Banyak kisah yang menyentuh sisi kemanusiaan. Misalnya saat Oliver meninggal dan mereka sama sekali tidak punya uang, mereka mendatangi toko demi toko sambil sang ayah meminta makanan atau apa saja yang dapat mereka berikan kepada keluarga yang ditinggal mati. Untunglah masih ada beberapa toko yang mau meberikan sesuatu walau hanya sepotong kentang!Saking laparnya mereka memanfaatkan kematian Oliver guna menghidupi keluarga yang lain.
Membaca buku ini, membuat kita seakan-akan berada disana. Menatap wajah sedih Frank dan Malachy yang menunggu ayahnya pulang dengan membawa uang, namun ternyata uang tersebut sudah habis dipakai untuk minum. Bagaimana tertekannya ia saat harus mendatangi setiap bar mencari ayahnya yang membawa uang hadiah kelahiran bayi. Ikut merasa sedih melihat para tetangga menerima telegram berisi uang dari ayah yang ada bekerja Inggris, sementara ayah mereka walau berda di Inggris tidak juga megirimi uang. Ikut merasa bangga saat Frank untuk pertama kalinya membawa uang hasil kerja kerasnya yang lalu diberikan ke ibunya.
Kondisi mata Frank yang tidak bagus, kemiskinan yang mendera keluarganya serta semangatnya untuk menjadi lelaki dewasa, lelaki yang mencari uang untuk keluarganya membuat kita kian mengagumi keuletan Frank dalam menjalani kehidupan ini. Tekat bulat dan semangat memperjuangkan mimpinya untuk mengubah nasib dengan pergi ke Amerika perlu dicontoh.

Pertama memegang buku ini, mengingatkan saya pada Eyang Nh Dini, yang menulis kisah hidupnya menjadi buku. Frank McCourt menulis kisah hidupnya dan telah meraih Pulitzer Prize, National Book Critics Circle Award, dan Royal Society of Literature Award dan menduduki puncak berbagai peringkat buku bestseller di dunia selama lebih dari tiga tahun
Buku ini ditutup dengan perjalanan Frank ke Amerika. Sungguh menggelitik rasa ingin tahu, bagaimana sepak terjang Frank selama di Amerika ? Moga-moga kelanjutan buku ini segera terbit (less)

Sunday, December 13, 2009





ONGKOS WISATA KELUAR ANGKASA, 1,9 M


CALIFORNIA (SI) -Miliarder Sir Richard Branson memperkenalkan produk terbaru Virgin Galactic, SpaceShiplwo {SS2J. Dua tahun mendatang pesawat ini siap membawa penumpangnya ke luar angkasa.

Rancangan SS2 diperkenalkan di Mojave, California, AS, kemarin. Branson mengaku akan menguji kemampuan SS2 dalara waktu dekat.Bos Virgin Group ini berencana menerbangkan pesawatnya untuk pertama kali ke New Mexico. Uji coba tidak selesai sampai di sini.

Setelah New Mexico, Branson akan membawa pesawatnya berkeliling dunia. Jika Branson menyatakan "Ok", para hartawan dunia perlu bersiap diri. Pada 2011 mendatang, jika SS2 benar-benar sudah layak terbangmenembus atmosfer, maka penjelajahan luar angkasa bisa dimulai.

SS2 dibentuk dari material campuran karbon berbobot ringan dan dilengkapi dengan mesin bertenaga hibrida. Pesawat luar angkasa sepanjang 18 meter ini mampu menampung satu pilot, dua kru, dan ruang istimewa untuk enam penumpang.

SS2 memang belum diujicobakan. Rencana penerbangan luar angkasanya pun masih tersisa dua tahun lagi. Namun, hingga kini telah tercatat 300 orang yang telah memesan tempat dalam penerbangan perdana SS2.

Untuk menikmati sensasi melayang-layang dalam SS2 dan pemandangan jutaan bintang di luar angkasa., para calon penumpang bahkan rela mengeluarkan biaya sebesar USD200.000 (sekitar Rp l.9miliar).

Bagi para jutawan, tentu jumlah ini sesuai dengan apa yang mereka harapkan ketika berada jutaan tahun cahaya dari bumi.Beberapa nama tenar saling berlomba mendapatkan tiket pertama SS2. Terdapatlah nama penulis Stephen Hawking dan ilmuwan lingkungan James Lovelock.

"Luar biasa ketika berpikir bahwa 450 astronot Rusia, China, dan Amerika Serikat (AS) pernah menjelajah luar angkasa," ujar Branson. Berangkat dari pemikiran itu maka miliarder ini pun ingin agar kelompok nonastronot bisa menikmati keindahan luar angkasa dari jarak dekat.

Inovasi terbaru Branson ini merupakan satu dari sekian banyak obsesi masa kecilnya.Dia mengaku kerap memimpikan bisa menjelajah luar angkasa sejak melihat gambar pendaratan manusia pertama dibulan.

Branson percaya, bukan hanya dirinya yang memiliki mimpi itu. Berjuta manusia di bumi pastinya ingin keluar sejenak dari planetnya dan menikmati penjelajahan luar angkasa yang sesungguhnya. '"Akan menjadi hal yang menakjubkan jika kita dapat melihat keindahan planet bumi dari sebuah tempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya," paparnya.

Pada 2004 iaiu Branson memunculkan produk pendahulu SS2. Pesawat ini dinamakan dengan Space Ship One fSSl), Sebagai pesawat pendahulu, tentu SS1 memiliki kekurangan yang akhirnya diperbaiki dalam rancangan SS2.

Tidak seperti SS2, SS1 hanya mampu menampung satu pilot dan dua penumpang. Sementara iti SS2 masih sanggup menyisakan ruang untuk dua kru dan 4 penunpang lainnya.

Sir Richard Charles Nichole Branson atau lebih dikenal denga Richard Bransonmerupakan pern lik Virgin Group.Tahun ini Branso menduduki peringkat 261 oran terkaya di dunia versi Forbes. Forh menaksir kekayaan Branson raei capaiUSD2,5miliar.

Di adalah pemilik perusahaa rekaman ternama dunia, Virgi Records,yang telah melahirkan s
ejumlah musisi internasional. Pada 1984 Branson mendirikan perusahaan penerbangan bernama Virgin Atlantic Airways, dilanjutkan dengan Virgin Mobile, dan Virgin Blue.

Selain itu, Branson memegar hak kepemilikan atas perusahaan penerbangan Eropa, Virgin Express, yang kini telah merger dengan SN Brussels Airlines dan berganti nama menjadi Brussels Airlines. Dia juga membuka perusah an penerbangan yang berpusat Nigeria dan dinamakan Virgin Nigeria.

Branson melirik industri minuman dan lahirlah Virgin Cola dan Virgin Vodka. Virgin Group tersebar di berbagai negara dan juga beragam sektor industri. Seseorang seperti Richard Branson tentu punya kiat jitu atas kekuatan bisnisnya.

"Saya memiliki perhatianya besar pada nilai kehidupan. Saya selalu memupuk perasaan itu di hati saya sehingga saya tidak pernah gentar menghadapi segala tantangan," jawabnya.




Tuesday, December 01, 2009

DISKUSI TERBUKA
ATLANTIS;THE LOST CONTINENT FINALLY FOUND
MEMANAS

“ Bagi saya, penelitian Professor Santos sangat perlu dihargai. Ia tidak hanya banyak memberikan “wajah “ baru dalam memandang perspektif ilmiah tetapi juga mendorong banyak perubahan dalam bersikap bahwa selayaknya kita bersikap sebagai bangsa yang berperadaban tinggi sebagaimana yang diwariskan nenek moyang sejak masa lampau.”

Ungkapan di atas dikemukakan Sadan, Marketing Komunikasi Ufuk Press, saat diskusi mengenai Atlantis; The Lost Continent Finally Found karya Prof. Arysio Santos dilakukan di Pusat Geologi Bandung, 26-11-2009. Diskusi tersebut menghadirkan Awang H Satyana, ahli Geologi BP Migas dan Muhammad Sadan mewaklii Ufuk Publishing House sebagai penerbit buku tersebut.

Awang H Satyana, mengemukakan bahwa ia sependapat dengan Sadan bahwa Prof.Santos termasuk orang yang menguasai banyak bidang ilmu dan sangat menyukai pengetahuan. Hal tersebut bisa dilihat dari sekian banyak hipotesanya yang memasukkan unsur kajian bahasa, sisa peninggalan artefak, folklore (cerita rakyat) serta kutipan-kutipan yang banyak diambil dari catatan-catatan yang terdapat di kitab suci.

Pada diskusi tersebut Awang H Satyana mengemukakan pandangannya tentang buku tersebut. Beliau mengungkapkan dengan menggunakan teknik perbandingan tesis dan antitesisnya. Menurut beliau, beberapa bagian di dalam buku tersebut memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut diantaranya adalah Prof.Santos mengemukakan bahwa lokasi Atlantis terletak di paparan Sunda. Paparan Sunda yang dikemukakan bahwa lokasi tersebut mengalami gempa tektonik yang menyebabkan wilayah trkena impact dari letusan Gunung Krakatau yang menyebabkan tsunami sangat besar. Tsunami tersebut—menurut hipotesa Professor Santos telah menenggelamkan daratan di Paparan Sunda. Menurut Awang H Satyana hipotesa tersebut tidak memiliki bukti geologis dan tidak memiliki dasar. Awang H Satyana juga mengungkapkan bahwa dalam thesis-theseis Professor Santos menyebutkan bahwa dengan meletusnya banyak gunung berapi di masa lalu akan mengakibatkan glasiasi (pencairan es) di kutub dan menyebabkan banjir massal yang menenggelamkan Atlantis.

Muhammad Sadan mengatakan sebaliknya. Ia menjelaskan bahwa untuk memahami buku Professor Santos harus memahami konteksnya. Ia mengatakan bahwa tidak mungkin hipotesa yang didasarkan pada penelitian ilmiah selama 30 tahun dirangkum dalam buku setebal 674-an halaman. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa karena thesis Professor Santos tersebut adalah struktur penulisan di dalam buku tersebut yang tidak menggunakan kaidah kaku buku buku teks yang dijadikan pegangan keilmuan seuatu institusi pendidikan. Professor Santos juga “menghormati” tradisi keilmuan yang dianut oleh penentang-penentangnya dengan bukan debat kusir tetapi melakukan riset tekun selama 30 tahun yang kemudian digunakan untuk menyanggah dasar dasar ilmiah para penentangnya.

Muhammad Sadan mengatakan bahwa “Sangat naif jika kita bilang karya Professor Santos tidak memiliki dasar ilmiah. Bagi saya, orang yang mengatakan itu harus dilihat dalam konteks apa dia bicara, di forum mana dan apa yang sudah ia lakukan untuk melakukan penentangan “.

Bagi Muhammad Sadan, Professor Santos pasti memiliki alasan kuat dan konteks yang bisa dipertanggungjawabkan karena tidak menjadikan bukunya teks ilmiah yang berisi lampiran bukti-bukti ilmiah untuk menguatkan hipotesisnya.

“ Kalau kita liat buku itu, buku itu tidak melampirkan tabel, angka-angka, rumusan teori nuklir serta perhitunganya, zat kimia apa yang digunakan untuk mengukur suatu artefak atau sisa geologis. Dia tidak mencantumkan itu. Sebaliknya, jika kita baca buku tersebut sangat mengalir layaknya esai atau artikel opini. Jadi, dengan begitu kita bisa menduga bahwa alasan yang paling logis mengapa Professor Santos membuat buku ini agar buku ini mudah difahami oleh orang awam seperti saya dan masyarakat umum. “ lanjut Sadan

Sadan juga melanjutkan bahwa ada beberapa hal yang tidak diungkap oleh Awang H Satyana :

“ Saya tidak faham ilmu geologis. Juga apakah CO2 yang dikeluarkan aktivitas vulkanik itu panas dan jika berkumpul diudara akan memicu glasiasi pada masa itu atau tidak. Tetapi hipotesa itu yang ditulis oleh Professor Santos dalam bukunya. Jadi, dasar ini yang berbeda dengan frame yang digunakan oleh Bapak Awang yang mengatakan bahwa aktivitas vulkanik malah akan memicu bertambahnya jumlah ketebalan es di permukaan bumi. Jadi jangan langsung bilang hipotesa Professor salah atau tidak tetapi karena cara pandang/mazhab yang dianut Bapak Awang H Satyana dan Professor Santos yang berbeda.“

Diskusi yang berjalan alot tersebut berakhir dengan penuh keakraban. Perdebatan yang memanas antara Bapak Awang H Satyana dan Muhammad Sadan berakhir dengan jabatan akrab ketika diskusi tersebut selesai dan ditutup moderator. Tidak lupa, cenderamatapun disematkan oleh Dekan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran di acara tersebut.

Monday, November 23, 2009



INILAH.COM, Jakarta - Pernahkah terbetik dalam pikiran Anda bahwa negeri yang Anda diami saat ini sangat mungkin dulunya sebuah kekaisaran dunia yang menjadi sumber segala peradaban besar: Atlantis? Surga yang disebut-sebut oleh berbagai Tradisi Suci dunia?

Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun dan menemukan bukti-bukti yang meyakinkan, Prof Arysio Santos, Ph.D. memastikan kepada dunia bahwa situs Atlantis adalah Indonesia. Ciri-ciri Atlantis yang dicatat Plato dalam dua dialognya berjudul Timaeus dan Critias, secara mengejutkan, sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia.

Atlantis adalah negeri tropis berlimpah mineral dan kekayaan hayati. Namun kemudian, segala kemewahan itu lenyap, tersapu bencana mahabesar yang memisahkan Jawa dari Sumatra, menenggelamkan lebih dari separuh wilayah Nusantara.

Gunung Berapi Krakatau menjadi sumber bencana global tersebut (diperkirakan terjadi 11.600 tahun yang lalu). Ia meletus, menimbulkan rentetan gempa dan tsunami mahadahsyat, seratus kali lebih besar dari bencana Aceh 2004, yang pada puncaknya mengakhiri Zaman Es. Beberapa kitab suci menyebut bencana itu sebagai Banjir Semesta.

Prof. Santos juga mengungkap fakta bahwa Atlantis adalah tempat ilmu dan penemuan besar manusia muncul kali pertama (budaya bercocok tanam, bahasa, metalurgi, astronomi, seni, dll). Peradaban-peradaban sesudahnya (Yunani, Mesir, Maya, Aztec, Inca, dll) sesungguhnya dibangun oleh bangsa Indonesia, yang mengungsi dari bencana, dan mewariskan pengetahuannya ke negeri baru mereka; sehingga ada banyak persamaan budaya dan arsitektur di setiap peradaban (teori difusi budaya).

Dalam banyak hal, buku ini berhasil mengkonfirmasi kebenaran kitab suci dan mitologi, mengawinkan sains dan agama, dan pasti akan mengubah cara pandang Anda terhadap sejarah umat manusia.


Sebagai kepulauan Atlantis, Indonesia merupakan syurga dunia. karena itu dikatakan dari Indonesialah, para dewa berkenan hadir memberikan bimbingannya kepada manusia. Dari Indonesialah, Titisan dewa wisnu akan hadir. Ialah putra batara Indra yang sudah menitis dalam diri satrio pinandito, yang kelak akan memimpin negara Indonesia ini dengan kepemimpinan wahyu. Penelitian terakhir yang dilakukan oleh seorang peneliti (Aryos Santos),menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia.

Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Jika benar penelitian ini, maka atlantis terletak dibawah geografik kepulauan Indonesia. Indonesia dikenal sebagai zamrud khatulistiwa karena keindahannya.

Jika kita hayati maknanya maka yang dinamakan syurga duniawi adanya di kepulauan Indonesia. Pusat dunia adanya di Indonesia ini. Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. Dengan adanya pemahaman ini, maka dapat kita pahami bahwa Tuhan memberikan kenikmatan yang melimpah kepada dunia melalui Indonesia. Karenanya adanya ungkapan pada hadist Nabi Muhammad, bahwa islam bangkit dari Indonesia.

Memang kerajaan Tuhan telah diwariskan kepada bangsa Indonesia dan akan menyelamatkan bangsa lain bermulai dari Indonesia. Demikianlah kita wajib menyukuri keberadaan diri kita di kepulauan Indonesia ini. Dengan menjaga amanat leluhur kita, dan berlaku lurus, ajeg, jujur dan mentaati ajaran agama kita, maka akan terkuak kepulauan Indonesia sebagai mercusuar dunia sebagaimana halnya kepulauan atlantis sebagai pusat peradaban dunia zaman dahulu kala.

Tuesday, November 03, 2009















Gbr.1 Presentasi Materi Metode Sedona















Gbr.2 Salah Satu Teknik Didalam Metode Sedona


SEDONA METHODE TRAINING ANGKATAN 01-JAKARTA 2009

Metode Sedona menyapa Jakarta. Sapaan tersebut berbentuk training dan pelatihan yang dilaksanakan di Jakarta tanggal 31 Oktober & 1 November 2009. Bagi Anda yang familiar dengan metode psikologi untuk mencapai ketenangan dan kebahagiaan, Sedona Method tentu tak asing lagi terdengar. Bersama masyarakat umum yang baru mengenal Metode Sedona, pelatihan tersebut terasa sangat spesial dan berarti. Tidak kurang dari 2 (dua) bulan peserta tersebut harus bersabar menanti terselenggaranya pelatihan tersebut.

Pelatihan tersebut menjadi 2 (dua) hari. Hari pertama, peserta diberikan materi pengenalan tentang Sedona Method, pengenalan teknik “menghadirkan” dan pengenalan teknik “pelepasan”. Pada materi-materi pengenalan tersebut diperkenalkan materi pendukung untuk menjelaskan logika psikologis jalan kerja Metode Sedona. Materi yang dimaksud adalah materi law of attraction, fisika kuantum, law of resonance, law of connection, theory of vibration quantum, zona ikhlas, the power of giving dan sebagainya. Teori-teori tersebut dipandang perlu untuk diperkenalkan agar peserta mmahami jalan kerja dan hukum yang berlaku di Metode Sedona. Pengenalan tersebut dibawakan secara presentatif dengan gambar, hasil penelitian psikologi dalam video serta gelombang yang bisa mengganti transmisi beta di peserta ke alfa atau tetra. Acara tersebut dipandu oleh Bapak Hendro Prabowo langsung beserta staf-staf instruktur Sedona Methode dan Bapak Rani Badri Kalianda. . Tidak ketinggalan pula pak Oji yang memiliki kemampuan untuk memantau perubahan aura peserta sehingga bisa dipantau apakah training tersebut telah berhasil mencapai tujuannya pada masing-masing peserta.

Pada hari kedua, pelatihan lebih dititikberatkan pada praktek Metode Sedona secara intensif. Intensifitas tersebut berbentuk teknik-teknik penghadiran-menyelami-melepaskan beban, pelepasan belenggu emosi dan nafsu serta tekniik keterbukaan diri dalam menerima kecerdasan ilahi. Perubahan besar terjadi pada hari tersebut. Ketenangan dan pemaknaan hakekat pasrah lebih difahami dan dipraktikkan dengan mudah oleh peserta sehingga pemberian materi-materi teknik Sedona lebih lancar diterapkan. Pada akhir acara peserta dibimbing untuk tidak hanya melepaskan beban belenggu ingatan dan memori yang menutup pintu kecerdasan ilahi tetapi juga diperkenalkan teknik pelepasan sifat-sifat dasar energi manusia yang bertendensi negatif seperti nafsu dan ambisi untuk mencapai meningkatkan kepasrahan lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Acara tersebut berakhir Pk.17.30 WIB dan ditutup dengan ramah tamah, silaturahmi dan foto bersama antara peserta dan instruktur. Tanpa kenal lelah, instruktur memberikan penjelasan ke peserta mengenai jadwal pelatihan berikutnya yang tidak sabar ingin diikuti peserta dengan antusiasme yang tinggi.



Reported by Muhammad Sadan




Monday, November 02, 2009
















Gbr.1 Ilham "Obama" menyemangati salah satu korban gempa Sum-Bar













Gbr.2 Ilham "Obama" memeriahkan suasana di La Codefin-Jakarta


OBAMA KAYA RAYA ??

Obama kaya raya ? Itu kata orang. Lagipula jika Anda mengganggap Obama kaya raya dan banyak uang Anda akan terbentur pada dua pertanyaan, Pertama, Darimana sumber informasinya ? Kedua, Obama yang mana ya ?

Jika Barack Obama yang Anda maksud, maka anggapan tersebut tidak perlu diragukan lagi. Jika yang Anda maksudkan adalah Ilham “Obama” Anas maka Anda perlu berfikir ulang. Mengapa ? Karena dari sekian banyak tawaran iklan, undangan, memandu acara dan sejenisnya, Ilham “Obama” Anas tidak mengenakan “honor”.

Tidak percaya ?

Bagi Anda yang mengunjungi La Codefin Cafe di bilangan Kemang, Jakarta Selatan hari Jumat (30/10.2009) Pk.20.30 WIB tentu akan mengerti. Mengapa ? Karena cafe yang menjadi barometer hang out remaja, ekspatriat dan eksekutif muda “buang receh” tersebut digelar acara haru untuk membantu dan mengumpulkan segala daya upaya untuk membantu korban gempa Sumatera Barat yang (masih) tertimpa musibah dan (masih) menderita hingga saat ini.

Acara amal yang digelar oleh volunteer-volunteer tersebut digelar secara sukarela. Acara yang digelar pada Pk.20.00 WIB tersebut dihadiri oleh Five Minutes, penyanyi Astrid dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan pula Ilham “Obama” Anas yang datang beserta tim pendukungnya di acara tersebut.

“ Wah..gile mas. Macet di mana mana,” ucap Ilham “Obama” Anas sambil menenteng jas yang masih berada dalam selimut dan mengepulkan asap rokok favoritnya ke Ufuk Publishing House. “ Sebentar ya mas, saya langsung ketemu ama panitianya dulu,” lanjut Ilham sambil menyeka kulitnya yang dibanjiri keringat.

Acara yang digelar tersebut tersebut mulai berlangsung. Mulai dari pembacan sajak dan pagelaran musik khas Sumatera Barat hingga tampilnya Astrid, Five Minutes dan lain sebagainya. “ Eh..sebentar-sebentar. Acara yang kita gelar ini ternyata juga dihadiri oleh orang nomer satu loh!” ujar pembawa acara dengan lantang. “ Siapa maksud loe ? SBY ?“ balas rekannya. “ Bukan..katanya Obama..psst..Obama loh,” jawab sang pembawa acara. Lalu Ilham “Obama” datang masuk sembari melambai-lambaikan tangan khas ala Obama. Setelah memberi kalimat-kalimat penyemangat serta kalimat empati untuk membangkitkan kepedulian pada masyarakat Sumatera Barat lantas Ilham “Obama” pun beristirahat sejenak.

“ Cape mas?” tanya saya. “ Ya..lumayan,” balas Ilham “Obama”.
“ Berangkat ham berapa dari kantor?” tanya Ufuk Publishing House. “Abis pulang kantor aja mas. Langsung buru buru ke sini. Was-was juga kalo gak keburu,” ujar Ilham
“Mas mau minta apa saya traktir deh,” ucap Ilham Obama
” Oh tidak mas makasih. Kebetulan ada undangan sebelum kesini jadi sudah cukup kenyang,” ucap kami diplomatis.

“ Dari raut wajah mas, kelihatannya capai sekali ya. Apalagi minggu kemarin mas full gak ada libur. Gak capai mas?” tanya kami.

“ Capai mas. Tapi kami bawa enjoy aja. Kalo di bawa terlalu dalam gak ada habisnya. Yang paling membuat lelah dan deg-degan itu kalo sampai di lokasi undangan harus on time jam sekian. Padahal saya kan harus professional dengan pekerjaan utama saya sebagai fotografer. Kadang sore sore di kantor lagi sibuk banget. Tapi saya berusaha gak kecewakan pengundang. Undangan apapun kami layani selama cocok waktunya. Makanya kami bekerja seprofessional di kantor selama jam kerja lalu berusaha on time ke undangan-undangan meski harus tak sempat beristirahat,” lanjurnya sambil bersandar di sofa empuk melepas lelah.

“ Bener gak sih mas kalo profesi sebagai impersonator Obama menghasilkan banyak melimpah penghasilannya?” tanya kami.

“Kata siapa mas ? Kesini aja kami rela gak dibayar. Transport juga sendiri. Padahal dari kantor loh (kebon jeruk—red). Tapi kadang dapat honor tapi gak banyak. Yang penting bisa memenuhi permintaan orang orang untuk hadir,” sembari mata sayu lelahnya menemani obrolan kami berdua.

“ Setelah ini undangan darimana lagi mas?” tanya kami
“ Minggu ini (1/11/2009) saya ke Cina. Ada undangan dari Greenpeace China untuk syuting pembuatan materi kampanye perubahan iklim,” lanjut Ilham “Obama”

“ Asyik dong. Bisa jalan-jalan? “ tanya kami. “Jalan-jalan apa mas ? Lama penerbangan ke Cina ajam sekitar 11 jam. Selasa dini hari saya sudah ada di Jakarta. Paginya saya harus kerja ke kantor lagi. Mana sempat jalan-jalan, “ jelas Ilham “Obama”

“ Wah..salut deh mas. Saya gak sangka semua yang mas kerjakan mas kerjakan semua dengan ikhlas tanpa kenal lelah. Mungkin tidak semua orang mau “seikhlas” mas,” ucap kami.

“ Ah..biasa aja mas. Ayo mas makan atau minum atuh, “ celetuk Ilham spontan. Celetukannya kadang terpotong oleh permintaan pengunjung untuk foto bersama meski saya faham pasti sang Obama ini lelah sekali. Toh di tengah kelelahannya ia masih nampak berusaha keras tersenyum untuk membagikan kebahagiaan dengan orang lain yang mengalami keringnya kebahagiaan di tempat tersebut.

“ Terima kasih banyak mas. Udah mau mampir nengok saya. Hatur nuhun pisaan. “ ucapnya mengiringi kami pergi meninggalkan lokasi yang membuat temaram makin lelah oleh hingar bingar.

Tersayup di kejauhan kami mendengar nama “Obama....Obama !!!” diteriakkan dengan penuh sukacita oleh pembawa acara. Kembali, kami teringat wajah tulus yang harus berjibaku keras dengan kelelahan tanpa akhir.

Kami hanya bisa menarik napas panjang sambil meninggalkan malam menuju peraduan




Reported by Muhammad Sadan

Tuesday, October 27, 2009




















Gbr.1 Ilham "Obama" Anas di Stand Ufuk Publishing House













Gbr.2 Ilham Obama beserta pengurus Publisher & Library Expo 2009


OBAMA KUNJUNGI PUBLISHER & LIBRARY EXPO 2009

Ilham “Obama “ Anas kembali menyemarakkan ajang event pameran yang berlangsung di Jakarta. Setelah sebelumnya Ilham “Obama” Anas banyak hadir dalam event berskala nasional, bintang iklan tersebut hadir untuk memberikan dukungan publisher & Library Expo 2009. Kehadiran Ilham “Obama” pada tanggal 25 Oktober 2009.dimulai sejak Pk.15.30 WIB. Setelah membentuk barisan di pintu depan gedung Istora Senayan Jakarta sembari diiringi lagu negara Amerika Serikat. Barisan rombongan Ilham “Obama” Anas memasuki koridor sepanjang 20 meter pada lantai utama gedung Istora Senayan. Sepanjang jalan Ilham “Obama “ Anas meneriakkan kata-kata penyemangat “ Hello, Yes We Can” atau “ Yess, Indonesia Change We Can “

Kehebohan seisi gedung langsung sontak terasa, bahkan sebelum rombongan memulai perjalanannya mengelilingi seisi gedung para pengunjung telah berebut untuk foto bersama Ilham “ Obama “ Anas. Setelah berkeliling seisi gedung Ilham “Obama” Anas mengakhiri perjalanannya di Ufuk Publishing House. Kedatangannya adalah untuk memperkenalkan karyanya yang berjudul Gara Gara Obama yang diperkenalkan Ufuk Publishing House. Menurutnya, karyanya tersebut merupakan karya humanis yang ditulis berdasarkan pengalamannya sehari hari. Ia mengakui bahwa ia sengaja menuliskan pengalamannya sehari-hari dengan ringan dan jenaka agar tidak berat untuk dibaca dan dinikmati pecinta buku dan masyarakat. Selama 30 menit lamanya Ilham “Obama” Anas berada di stand Ufuk Publishing House untuk melayani penggemarnya.

Setelah 30 menit berada di stand Ufuk Publishing House, Ilham “Obama” Anas meninggalkan lokasi sembari berkeliling koridor Istora Senayan untuk kedua kalinya. Pada momen ini, Ilham “Obama” mengunjungi pesulap yang dengan mahir memainkan kecepatan triknya dengan merobek selembar uang Rp.50.000,- dan menyambungnya kembali dengan sempurna. Kunjungan Ilham “Obama” diakhiri dengan foto bersama seluruh pengurus inti Penyelenggara Publisher & Libraryt Expo 2009.





Writed by Muhammad Sadan








Monday, October 12, 2009


Gbr.1 Ilham Obama Anas saat tampil membahas gempa Sumatera Barat di
Bukan Empat Mata-Trans 7


BUKAN EMPAT MATA UNDANG ILHAM “OBAMA” ANAS BERBAGI GEMPA SUMATERA BARAT


“Vega lebaaay..vega lebaaay..aku nggak ngomong begitu kok…” tutur Tukul Arwana pada acara Bukan Empat Mata-Trans 7 pada episode Kamis, 8 Oktober 2009. Acara yang digagas tim Bukan Empat Mata tersebut mengangkat tema tentang Gempa Sumatera yang terjadi pada 30 September 2009 silam.

“Iya om..iya om. Mas Tukul tadi ngeledek om. Tadi katanya badanya om seperti Ade Rai. Terus katanya om hidunya mancung dan selalu menjadi dambaan ibu ibu rumah tangga om.” Tutur Vega yang menjadi co-host pada acara tersebut

“ Tetapi bagaimanapun kita ucapkan selamat datang pada Him Damsyik. Ssst..dia senior loh..hush diem “ balas Tukul Arwana untuk mengakhiri perdebatan dan serangan sengit yang dilontarkan co-host nya

Tema yang diangkat mengenai gempa di Sumatera tersebut mengundang tokoh seniman yang berasal dari tanah minang. Tak kurang Elli Kasim, Camelia Malik dan Him Damsyik dan Ilham “Obama” Anas diundang pada acara tersebut.

“ Pemirsa. Bantuan untuk korban gempa tidak hanya dari Indonesia saja. Tidak kurang beberapa negara juga mengalir deras. Salah satunya berasal dari negara super power, Amerika Serikat. Ternyata kembarannya Presiden Amerika Serikat sudah berada di sini dan ia juga berasal dari Minang. Mari kita sambut...Ilham Anas” tutur Tukul Arwana

Ilham Anas yang mengenakan jas lengkap beserta dasi ala presiden segera masuk sambil diiringin tepuk tangan meriah dari penonton.

“Gimana nih kabarnya Mas Ilham. Katanya Mas Ilham Anas langsung berangkat ke Padang begitu mendengar bencana di Sumatera Barat ya” tanya Tukul memulai percakapan dengan Ilham Anas

“ Ajo..ajo” celetuk Camelia Malik

“”Oh..iya..gimana Ajo Ilham. Silakaan” lanjut Tukul Arwana

“ Iya mas. Setelah mendengar bencana di Sumatera Barat, saya langsung berangkat ke sana. Kebetulan keluarga dari nenek tinggal di Padang Pariaman.” Cerita Ilham Anas

“ Ajo Ilham kesana dalam rangka tugas atau memang dorongan pribadi?” tanya Tukul

“Saya kesana karena dorongan pribadi dan dengan biaya pribadi pula” lanjut Ilham Anas

“ Apa yang pali Ajo Ilham Anas prihatinkan ketika datang kesana” lanjut Tukul

“ Semuanya hancur mas. Yang saya temui hanya reruntuhan reruntuhan saja. Anak terpisah dari orang tuanya. Antrian BBM serta kelangkaan minyak terjadi di mana mana.

“ Kabarnya BBM sampai 30.000/liter ya ajo. Kenapa penyebabnya? “ tanya Tukul penasaran

“ Iya, saat antri sangat panjang BBM sampai mencapai 30.000/liter. Memang pada saat itu BBM sangat susah cari dan yang butuh sangat banyak. Antriannya sangat panjang. Mungkin itu yang membuat BBM sangat mahal. Ada juga beberapa maskapai penerbangan yang menaikkan tiket hingga tiga kalinya. Jelas Ilham Anas

“ Oo..hebat ya ajo. Luar biasa. Mari kita berikan applause atas upaya Ajo Ilham di tanah minang ini” balas Tukul yang diirinmgi tepuk tangan meriah dari penonton

“Oh.ya ajo. Apa sih yang paling berkesan dari tanah Minang ini bagi seorang Ilham Anas ?” lanjut Tukul

“ Saya sih terkenang dengan suasana pasarnya mas. Di pasar itu tidak hanya transaksi saja tetapi musyawarah yang sangat khas Minang di sana. Pokoknya gak bisa dilupakan lah” tutur Ilham lirih

Acara meriah yang dipandu Tukul Arwana tersebut juga spesial karena menampilkan Him Damsyik, tokoh aktor senior tersebut mengaku sangat terpukul dengan gempa padang karena kenanganya selama pembuatan film layar lebar Siti Nurbaya bersama Gusti Randa dan Novia Kolopaking.

Acara tersebut ditutup dengan tepuk tangan meriah atas simpati yang diberikan oleh tokoh tokoh masyarakat terhadap korban gempa Sumatera Barat.







Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes