Showing posts with label Body Signs. Show all posts
Showing posts with label Body Signs. Show all posts

Friday, June 20, 2008



DETEKSI PENYAKIT DENGAN BODY SIGNS

Kebotakan, misalnya, lebih sering dijadikan bahan tertawaan daripada menelisik penyebabnya. Padahal, kebotakan pada lelaki berusia pertengahan empat puluh tahun ternyata merupakan sinyal tubuh bahwa kita berpeluang menderita jantung koroner
(Wasis Wibowo, Seputar Indonesia, Juni 2008)

Sebelum penyakit menjadi begitu berbahaya atau stadiumnya sudah parah, biasanya jauh-jauh hari tubuh kita sudah memberikan sinyal-sinyal adanya potensi penyakit. Hanya saja, sinyal tubuh atau yang dikenal de¬ngan body signals "bahasanya" sangat halus sehingga sering tak disadari.

Sinyal tubuh memang sangat berbeda dengan gejala penyakit atau symptom. Gejala penyakit mudah kita sadari dan membuat kita bersegera pergi ke dokter. Karena gejala penyakit munculnya sangat jelas, berupa rasa nyeri, demam, dan pendarahan. Buku Body Signs, Sinyal-Sinyal Bahaya Tubuh Anda mengungkap bagaimana membaca dan memahami sinyal yang diberi tubuh.

Kebotakan, misalnya, lebih sering dijadikan bahan tertawaan daripada menelisik penyebabnya. Padahal, kebotakan pada lelaki berusia pertengahan empat puluh tahun ternyata merupakan sinyal tubuh bahwa kita berpeluang menderita jantung koroner. Karena "bahasanya" sangat halus, sinyal tubuh biasanya terdeteksi oleh orang dekat kita. Jadi sebenarnya tak usah marah jika ada yang bilang, "Kepalamu kok mulai botak" atau "Sayang, badanmu sepertinya semakin bulat ya". Walaupun dengan nada bergurau, sebenarnya teman kita secara tak langsung memberi tahu bahwa tubuh kita mengalami perubahan.

Bentuk tubuh yang bulat seperti buah apel ternyata merupakan sinyal kita berisiko terkena kanker kolon. Malah, lemak perut adalah peramal yang penting tentang keadaan jantung dan penyakit lain dalam tubuh. Perut gendut terjadi karena dilepasnya asam-asam lemak berbahaya oleh hati. Ini berisiko menghambat metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko diabetes, (hal 180).

Jadi sebenarnya bila kita bisa memahami sinyal tubuh, bukan hanya membantu diri sendiri mendeteksi sebuah penyakit, tapi juga berpotensi meriyelamatkan orang; lain. Karena sinyal tubuh rnasih memberikan waktu yang panjang bagi kita untuk mengambil langkah pencegahan atau mengobati penyakit tersebut.

Buku karya Joan Liebmann-Smith Ph.D & Jacquelin Nardi Egan ini menjelaskan sinyal tubuh yang berasal dari kepala, badan, kulit, tangan, dan kaki. Kepala yang menjadi tempat lima panca indra kita, paling banyak memberikan sinyal tubuh. Perubahan dari bagian kepala biasa terkait dengan kondisi organ yang ada di dalam badan, seperti jantung, hati, paru-paru, dan lambung.

Bila organ dalam badan terganggu, biasanya memengaruhi kondisi di luar tubuh, seperti kulit dan kuku. Jadi. sinyal tubuh seperti kepingan puzzle yang harus dirangkai untuk mendapatkan informasi tepat tentang suatu penyakit. Namun, dengan membaca buku ini bukan berarti kita tak butuh dokter untuk mendeteksi penyakit, karena tujuan utamanya adalah membuat kita lebih waspada dan peduli dengan kondisi tubuh sebelum terkena penyakit yang parah.

Monday, May 12, 2008


BODY SIGNS, SINYAL-SINYAL BAHAYA TUBUH ANDA.



Anda menderita penyakit tertentu? Cari gejalanya lewat sinyal yang dimjliki tubuh Anda lewat buku ini (Republika, 11 Mei 2008).


Tubuh akan memberi tanda jika dalam kondisi sakit. Buku ini memberikan berbagai tanda yang ada pada tubuh, mulai dari rambut hingga tungkai kaki.

Untuk rarnbut saja, ternyata memiliki banyak informasi untuk berbagai orang. Rambut patah, rambut berubah warna, rambut belang, memberikan informasi tertentu kepada pemiliknya. Pun kuku yang melengkung ke bawah, juga mempunyai informasi tentang penyakit yang diderita tubuh. Apakah diri Anda menderita penyakit tertentu? Cari gejalanya lewat sinyal yang dimjliki tubuh Anda lewat buku ini. •

Tuesday, March 25, 2008


TUBUHMU CERMIN DIRIMU


Ini adalah sebuah buku yang komprehensif dan sangat menarik. Memuat setiap bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk membantu Anda menguraikan pesan-pesan misterius hingga sinyal-sinyal bahaya yang dikirimkan tubuh Anda kepada Anda(Media Indonesia, 22-Maret-2008).

Tahukah Anda bahwa kehilangan indra penciuman bisa berakibat pula pada hilangnya indra pengecap. Tahukah Anda paparan sinar matahari tidak hanya memicu kanker kulit, tapi juga salah satu penyebab katarak. Tahukah Anda kemungkinan botak pada lelaki Jepang lebih kecil jika dibandingkan dengan lelaki kulit putih ? Tahukah Anda, merokok bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman dan tentu saja berbagai penyakit yang sudah dikenal. Tahukah Anda, lingkar pinggang 100 cm pada laki-laki dan 80 cm pada perempuan mem-buat mereka berisiko terkena penyakit jantung. Sementara itu, perempuan dengan lingkar pinggang 90 cm berisiko terkena batu empedu.

Ini adalah sebuah buku yang komprehensif dan sangat menarik. Memuat setiap bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk membantu Anda menguraikan pesan-pesan misterius hingga sinyal-sinyal bahaya yang dikirimkan tubuh Anda kepada Anda.

Mulai dari rambut yang mudah patah hingga rambut yang tumbuh di mana-mana, gigi kecokelatan, mata yang tidak sama, kuku retak, puting terbalik, dan gas perut yang berlebihan. Semua menyampaikan sinyal yang berhubungan dengan kesehatan.

Bering kali kita merespons tanda-tanda ini dengan lari ke toko obat, atau malah tidak berbuat apa-apa sama sekali. Bersumber dari berbagai penelitian terbaru dan diawasi sebuah panel yang berisi pakar-pakar kese¬hatan, buku ini berisi berbagai informasi penting dan sering kali mengtiibur mengenai segala sesuatu yang ingin Anda ketahui soal tubuh dan ke¬sehatan.

Joan Liebmann-Smith, seorang penulis dan sosiolog kesehatan serta pakar pencegahan penyakit pada perempuan dan anak-anak. la adalah salah satu penerima Medical Reporting Award dari Asosiasi Kedokteran Amerika.

Jacqueline Nardi Egan seorang jurnalis kesehatan dengan spesialisasi pengembangan dan penulisan program-program edukasi dengan dan untuk para dokter, profesional kesehatan, pasien, dan konsumen.

(Lintang, wartawan Media Indonesia)







Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes