Showing posts with label Putri Sultana. Show all posts
Showing posts with label Putri Sultana. Show all posts

Monday, April 14, 2008



SISI KEHIDUPAN PEREMPUAN ARAB

Buku ini adalah sebuah kisah nyata yang ditulis dengan cukup memikat
dalam bentuk novel sehingga pembacanya dapat merasakan emosi dari
masing-masing tokoh dalam buku ini
(Edy Firmansyah, Media Indonesia, 12 April 2008)

Membicarakan penindasan terhadap perempuan memang tak akan pernah usai. Menurut sebuah riset, setiap 6 jam terjadi kasus perkosaan seksual terhadap perempuan. Belum lagi kasus yang tidak pernah disadari orang sebagai kasus yakni pelecehan seksual, tampaknya sudah menjadi kegiatan spontanitas yang dilakukan di mana-mana.

Parahnya kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, nyaris di semua negara mengalami hal serupa. Termasuk di Arab Saudi. Benarkah? Sepintas tudingan bahwa Arab Saudi merupakan negeri yang turut serta dalam penindasan terhadap perempuan diragukan.

Dalam tradisi Arab, seorang perempuan tidak diperkenankan membuka jilbab (baca: cadar) sejak menginjak masa puber. Nah, jilbab itulah yang menjadi perisai bagi perempuan dari 'tangan jail' laki-laki

Faktanya tidaklah demikian. Menurut Jean Sasson, penulis buku The Princess Sultana's Daughters ini, di balik jilbab yang serba ketat, perempuan Arab justru mengalami penderitaan akibat penindasan dari sistem patriarkat yang tak kalah pedihnya dengan penderitaan perempuan Indonesia yang cenderung pluralis.

Sejatinya buku ini merupakan kelanjutan dari buku laris berjudul Princess: Kisah Tragis Putri Kerajaan Arab Saudi. Jika buku pertama menggambarkan kehidupan masa kecil Putri Sultana, buku ini menggambarkankisah kehidupan anak-anak perempuannya dan perempuan Arab lain dalam nuansa ketatnya sistem patriarkat secara lebih personal. Buku ini adalah sebuah kisah nyata yang ditulis dengan cukup memikat dalam bentuk novel sehingga pembacanya dapat merasakan emosi dari masing-masing tokoh dalam buku ini
.
Edy Firmansyah, pengelola Sanggar Bermain Kata (SBK)


Friday, March 28, 2008



TRAGEDI PEREMPUAN DALAM ISTANA


Para pembaca akan mengetahui kisah hidup Putri Sultana yang tragis dalam masyarakat yang tertutup, membuka tabir yang mengejutkan tentang kawin paksa, perbudakan seks, dan kebiadaban laki-laki terhadap kaum perempuan
(Tabloid Jum’at, Februari-2008)

Novel yang menyentuh perempuan ini diangkat dari kisah nyata kehidupan tragis seorang Putri kerajaan Arab Saudi dari keluarga Al-Saud. Sebagai perempuan di negeri yang dikendalikan oleh kaum laki-laki, Putri Sultana {bukan nama sebenarnya) sangat menderita karena sejak kecil ayahnya tidak mencintainya dan ia mempunyai kakak laki-laki yang jahat. Meskipun terlahir sebagai seorang Putri yang merupakan keluarga kerajaan, dimana semua kebutuhannya terpenuhi mulai dari pendidikan, makanan, pakaian hingga perhiasan yang indah, serta dikelilingi oleh kakak perempuan yang penuh kasih juga seorang ibu yang senantiasa melindunginya, Putri Sultana tidak mempunyai kebebasan untuk menentukanhidupnya, Sanak saudara laki-laki dalam keluarganyalah yang memiliki kekuasaan hidup dan mati atas dirinya dan juga seluruh saudara perempuannya.

Sejak kecil Putri Sultana sangat ingin dicintai ayahnya. Namun ayahnya hanya mencintai anak laki-lakinya saja dan ia tidak pernah mempedulikan anak-anak perempuannya. Secara adat mempunyai anak laki-laki adalah sebuah kebanggaan sebaliknya mempunyai anak perempuan merupakan a"ib yang akan menurunkan martabat dan membebani keluarga. Melalui buku yang ditulis oleh teman perempuan yang berkebangsaan Amerika ini, la ingin menceritakan kepada dunia kisah hidupnya yang tragis karena sistem patriarki yang dibangun sangat menafikan hak-hak kaum perempuan.

Buku yang menceritakan kisah tragis-dalam kehidupan Putri Sultana dan beberapa teman perempuannya ini sangat memilukan. Betapa banyaknya gadis-gadis belia Saudi yang menjadi yang dipaksa menikah muda dengan seorang laki-laki tua yang berumur dua atau tiga kali darinya untuk dijadikan istri ketiga, keempat kelima dan seterusnya. Beberapa di antara mereka ada yang kemudian langsung diceraikan dan setelah didiagnosa ternyata mereka terjangkit penyakit serius.

Buku pertama yang berjudul Princess, menggambarkan kehidupan masa kecil Putri Sultana sejak kanak-kanak sampai dewasa dan kehidupan pernikahannya. Ketika pertama kali buku ini didipublikasikan di Amerika pada September 1992, dunia merangkul kisah nyata Sang Putri dan menyambutnya dengan kasih perempuan yang membolehkan mengintip dari balik cadar dan dinding istana. Buku kedua yang terbit pada Februari 2008 berjudul The Princess Sultana's Daughters, merupakan kelanjutan kisah Putri Sultana, putranya-Abdullah yang mencoba membantu sahabatnya Ja'far dengan melawan tradisi masyarakatnya, kedua putrinya-Maha dan Amani- semangat keduanya bergesekan dengan arus utama tradisi kerajaan, dan kisah mengharukan perempuan Arab lain yang la kenal.

Para pembaca akan mengetahui kisah hidup Putri Sultana yang tragis dalam masyarakat yang tertutup, membuka tabir yang mengejutkan tentang kawin paksa, perbudakan seks, dan kebiadaban laki-laki terhadap kaum perempuan juga tentang kebulatan tekad Sang Putri untuk mengubah kehidupan perempuan dalam kerajaan dengan mencoba melepaskan rantai yang membelenggu mereka. Meskipun sebagian kisah hidup Putri suram, pembaca juga akan menikmati saat-saat menyenangkan ketika mengetahui rahasia Putri Sultana melakukan tipu daya untuk memberi pelajaran kepada kakak laki-lakinya-Faruq- yang jahat dan suka merendahkan perempuan. Melalui buku ini digambarkan kisah yang menebarkan persahabatan, humor, dan cinta di antara ibu, saudara-saudara perempuan, juga pelayan-pelayan perempuan Putri Sul¬tana.

Pembaca dianjurkan untuk membaca buku pertama tentang Putri Sultana yang berjudul Princess, namun buku kedua yang berjudul The Princess Sultana's Daughters, merupakan cerita yang berdiri sendiri yang juga dapat dinikmati tanpa membaca buku sebelumnya. Masih banyak lagi yang perlu kita lakukan berkaitan dengan kehidupan yang harus dijal'ani oleh begitu banyak perempuan yang kurang beruntung. Namun semua itu kembali kepada kita, sebagai manusia yang bebas mengekspresikan diri, bagaimana turut berjuang membantu saudara kita perempuan yang kurang beruntung secara maksimal dengan cara yang bisa kita lakukan.


Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes