Showing posts with label Ibnu Saud. Show all posts
Showing posts with label Ibnu Saud. Show all posts

Wednesday, January 07, 2009


IBNU SAUD SANG PENGUASA ARAB

....yang diungkapkan oleh HC Amstrong, menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk terus tenggelam dalam perualangan Ibn Saud yang sarat dengan pertumpahan darah
(Republika, Januari 2009)

Ibnu Saud adalah salah satu tokoh terpenting dalam perkembangan masyarakat Arab hingga saat ini. Dia adalah raja Arab Saudi yang pertama kali. Di dalam kekuasaannya dia menyatukan suku-suku di Arab yang sebelumnya terpecah-pecah. Dimulai dari mengambil kembali kekuasaannya di Riyadh dari Kabilah Shammar yang dipim¬pin oleh Muhammad bin Rashid, dia mulai ' melebarkan sayapnya hingga ke Kota Suci Makkah.

Di bawah kepemimpinannya', dia melarang segala macam penjarahan bagi para peziarah Muslim yang hendak berhaji di Makkah. Sebelumnya aksi penjarahan oleh kabilah-kabilah tertentu dan dari kaum Baduwi marak terjadi sebagai salah satu cara hidup di gurun yang gersang.

Terlahir di tahun 1880-dengan nama Abdul Aziz, dia merupakan salah satu keturunan Saud yang Agung, yang kemudian juga digu¬nakan sebagai namanya, Ibn Saud, Dia adalah seorang wahabi pertama yang mengenalkan benda-benda modern, seperti telepon, tepada bangsa Arab. Bahkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dia membuka peluang pada perusahaan asing untuk mengambil minyak dari tanah kekuasaannya.

Kisah heroik sang pemimpin bangsa Arab ini kemudian dituangkan dalam tulisan oleh HC Armstrong dalam bukunya Lord of Arabia Ibn Saud. Dalam edisi bahasa Indonesia, diberi judul Sang Penjegal, Kisah Ibn Saud Menguasai Arabia. Dalam penulisannya HC Armstrong mengakui bahwa dia mengalami kesulitan dalam pengumpulan data tentang kehidupan Ibn Saud.

Untuk merangkum kehidupan Sang Raja yang tumbuh dalam peperangan itu, dia mengumpulkan bukti dari mulut ke mulut. Selain menggunakan buku karya St John Philiby, seorang Muslim Inggris yang sekarang melakukan bisnis di Arab sebagai penghubung dengan perusahaan Inggris dan Amerika, HC Armstrong juga memakai buku karya Amee.n Rihani, seorang Arab yang berkebangsaan Amerika

Hasilnya, tidak sekadar mengungkap biografi Ibn Saud dari sudut pandang sejarah, namun HC Armstrong juga mengungkapnya dengan penceritaan yang hidup, seolah penguasa Arab itu hadir kembali dan berjuang bersama para pengikutnya. Latar belakang kehidupan masyarakat Arab dia tampilkan dengan jeli. Seperti tentang kaum Wahabi yang merupakan kumpulan orang saleh yang taat sekaligus keras.

"...Mereka adalah pria yang keras, dengan tubuh yang kurus dan pandangan yang tajam. Mereka memandang setiap kehidupan dengan tatapan fanatik yang tak'mengenal kompromi. Mereka menolak kenyamanan bagi diri sendiri. Rumah-rumah mereka kosong dan amat bersahaja, masjid-masjid mereka tanpa menara, kubah, atau dekorasi lain. Mereka menampik semua hal yang menyenangkan: Anggrus, makanan yang lezat, tembakau, pakaian yang lembut. Mereka melarang nyanyian dan musik, bahkan mencela tertawa. Mereka menyingkirkan semua kesenangan hidup, agar pikiran mereka tidak teralihkan dari konsentrasi kepada Tuhan.:.," tulis HC Armstrong.

Dalam kelompok Wahabi,' para ulama mereka mengatur dengan ketat segala peraturan sesuai dengan syariat agama Islam. Ayah Ibn Saud, Abdur Rahman, merupakan imam kaum tersebut.

Dalam penceritaan, sang penulis lebih menekankan pada bentuk perjuangan Raja Arab Saudi itu untuk mendapatkan kekuasaannya melalui peperangan. Dia menggambarkan bagaimana Ibn Saud tumbuh menjadi seorang pria Arab dengan sifat Baduwi yang kental. Bertahan hidup hanya dengan beberapa genggam kurma dan susu yang mengental, merampas harta benda, perkelahian yang brutal, menyerang dengan cepat, lalu kembali bersembunyi di balik debu gurun yang tebal merupakan peristiwa yang sangat menonjol dalam buku Ini. Sehingga detail-detail latar belakang kehidupan budaya Arab, seperti kehidupan para wahabi, suku-suku nomaden, dan perlakuan terhadap wanita yang diungkapkan oleh HC Amstrong, menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk terus tenggelam dalam perualangan Ibn Saud yang sarat dengan pertumpahan darah

Thursday, July 10, 2008


MEDIA INDONESIA • SABTU, 5 JULI 2008 • HALAMAN 17

ROBIN HOOD ARABIA

Menariknya lagi, buku ini menceritakan kisah cerita sejarah yang berlawanan dengan mainstream tentang berdirinya Kerajaan Arab Saudi yang telah berkembang menjadi negara kaya.
(Abu Khaer, Media Indonesia, 5-Juli-2008)`

Siapa yang tak kenal dengan Arab Saudi ? Di negeri itulah produsen minyak terbesar di dunia bersumber. Negeri tempat air zamzam berada ini, tujuan pelaksanaan tiap tahun jutaan masyarakat yang beragama Islam dari Indonesia dan seantero dunia melaksanakan ibadah haji ataupun umroh. Di negeri para emir ini pula tiap tahun dari negara kita mengirim ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mengais rezeki dinar. Namun, tahukah kita sejarah tentang berdirinya negara Arab Saudi ini?

Kerajaan Arab Saudi, nama resminya AI-Mamlakah AI-Arabiyah Al-Saudiyah, adalah negara yang berdasarkan syariat Islam yang bersumber pada Alquran dan sunah (hadis). Kerajaan Arab Saudi diproklamasikan Abdul Aziz bin Abdurrahman yang terkenal dengan nama Ibnu Saud, pada 23 September 1932. Sejak itulah, tanggal tersebut menjadi hari nasional Kerajaan Arab Saudi. Buku Sang Penjegal; Kisah Ibnu Saud Menguasai Arabia, yang ditulis HC Armstrong ini mengajak pembacanya untuk mengetahui sejarah jatuh-bangunnya perjuangan menegakkan Kerajaan Arab Saudi oleh sang founding father-nya

Menariknya lagi, buku ini menceritakan kisah cerita sejarah yang berlawanan dengan mainstream tentang berdirinya Kerajaan Arab Saudi yang telah berkembang menjadi negara kaya. Penulis menceritakan sisi patriotisme, romantisme, kegeniusan, heroisme, dan kekukuhan sang Ibnu Saud secara alamiah dari seorang bocah sampai menjadi 'Robin Hood' Arabia. Pendek kata, dalam cerita novel ini Anda akan diajak mengambil hikmah bahwa untuk belajar mandiri dan meraih semua asa harus kita perjuangkan dengan pantang menyerah, penuh kewaspadaan, dan kearifan diri, sebagai-mana Ibnu Saud membuktikannya.

Abu Khaer, mahasiswa pascasarjana ICAS-Paramadina Jakarta


Tuesday, July 08, 2008




KISAH PEMIMPIN DARI PEDALAMAN

H.C. Armstrong boleh dibilang berhasil menampilkan sosok utuh pendiri Keraja¬an Arab Saudi ini. la masuk dalam detail-detail banyak peristiwa yang dialami sosok yang mendapat julukan "Singa Padang Pasir" itu.
(Erwin Y. Salim, Gatra, Juli 2008)


Ia lahir bertepatan dengan azan subuh dikumandangkan pada suatu hari di bulan November 1880. Salah satu ruangan istana Kerajaan Saud yang telah memudar karena pertikaian keluarga menjadi saksi kelahiran anak yang diberi nama Abdul Aziz itu. Sang ayah, Abdur Rahman, adalah imam kaum Wahabi, penerus tradisi yang dibangun Saud yang Agung, pendiri aliran itu bersama Muhammad Abdul Wahhab.

Dibesarkan dalam tradisi Wahabi yang ketat, Abdul Aziz tumbuh sebagai pribadi yang sederhana, berpendirian kuat, dan taat menjalankan ajaran Islam. Tempaan berbagai pengalaman pahit yang dicecapnya sejak usia balita melahirkan sosok pemimpin yang tangguh, waspada, dan penuh perhitungan. la sangat lihai "bermain" di antara dua kekuatan besar, Inggris dan Jerman, yang menguasai kawasan sekitar Jazirah Arab, lalu tampil sebagai pemenang.

Tak cuma itu. Abdul Aziz pun tampil sebagai raja yang memberi kedamaian dan keamanan kepada seluruh rakyatnya. la memerintah dengan adil dan kuat, menerapkan hukuman yang keras. Dengan kesantunan sikap dan wibawanya, ia memperluas wilayah kekuasaan nenek moyangnya dari pedalaman Najd dan berhasil menciptakan stabilitas di kawasan Jazirah Arab yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Itulah benang merah yang dapat ditarik dari buku biografi Raja Abdul Aziz, yang lebih dikenal sebagai Raja Ibn Saud. H.C. Armstrong boleh dibilang berhasil menampilkan sosok utuh pendiri Kerajaan Arab Saudi ini. la masuk dalam detail-detail banyak peristiwa yang dialami sosok yang mendapat julukan "Singa Padang Pasir" itu.

Sebut saja cerita masa kecil Ibn Saud hidup di pengasingan karena kekalahan ayahnya dari Muhammad Ibn Rashid, pemimpin suku Shammar. la mendapat keahlian berkuda dan berperang selama ayahnya hidup di tengah-tengah suku Baduwi. Terungkap pula bahwa Abdul Aziz sempat tinggal di Bahrain dan Qatar sebelum menetap lama di Kuwait. Di Kuwait itulah ia banyak belajar dan memperluas wawasannya tentang dunia dari Mubarak al-Sabah, saudara laki-laki penguasa setempat.

Detail peristiwa juga terbaca ketika membaca penaklukan-penaklukan yang dilancarkan Abdul Aziz. Dari siasat yang dijalankannya, kesabarannya menanti saat yang paling pas untuk menyergap musuh, hingga caranya menghadapi pengkhianatan para pendukungnya dari suku Baduwi. Demikian pula langkah-langkahnya menghadapi beragam friksi yang timbul dengan para ulama Wahabi.

Terungkap pula betapa ia sangat hormat dan taat pada sang ayah yang sekaligus menjadi penasihat perang dan pemerintahannya. Padahal, Abdul Aziz menjadi imam Wahabi, menggantikan posisi ayahnya, sejak berusia 20 tahun. Terutama ketika ia menghadapi tentangan para ulama Wahabi akibat kebijakan yang ditempuhnya.

Dalam buku ini, Armstrong memang hanya menuturkan kisah heroik Abdul Aziz hingga berhasil mendirikan Kerajaan Arab Saudi. Tidak kita jumpai bagaimana akhir hayatnya dan detail-detail ia memulai modernisasi di negeri itu. Walau demikian, Armstrong secara garis besar memberi gambaran langkah strategis yang ditempuh Abdul Aziz yang amat menentukan kemajuan Arab Saudi di masa-masa selanjutnya.

Secara sepintas, ia mengungkap kebijakan sang raja membuka pintu penyelidikan dan eksplorasi minyak. Demikian pula perluasan lahan pertanian, di samping pembangunan infrastruktur serta sumber-sumber air bersih untuk rakyat. la mendirikan rumah sakit dan klinik-klinik keliling untuk melayani kesehatan masyarakat. Langkah-langkahnya berhasil membuat suku-suku yang tadinya hidup berpindah-pindah menjadi masyarakat yang menetap.

Karya H.C. Armstrong ini memang bukan buku pertama yang menuturkan riwayat King Ibn Saud. Dengan referensi utama karya Ameen Rihani, Ibn Sa'oud of Arabia (1928), dan karya John Philby, Saudi Arabia (1955), ia membumikan sosok Abdul Aziz dengan gaya pemaparan yang populer dan enak dibaca. la memang boleh dibilang termasuk spesialis penulis populer biografi tokoh. Dari tangannya pula lahir biografi "BapakTurki", Mustafa Kemal Atatturk, berjudul Grey Wolf, Mustafa Kemal: An Intimate Study of a Dictator (1972).

ERWIN Y. SALIM



Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes