Showing posts with label The Mystery of 2012. Show all posts
Showing posts with label The Mystery of 2012. Show all posts

Monday, November 30, 2009




Tya Eka Yulianti – detikBandung

Bandung - Badai Matahari adalah peristiwa pelepasan energi matahari dimana partikel matahari akan terlontar dan mengakibatkan radiasi. Meski demikian, hal itu tidak akan membahayakan kelangsungan hidup manusia hingga mengakibatkan kemusnahan massal.

Menurut peneliti Lapan Bidang Matahari dan Antariksa Clara Yono Yatini, efek radiasi akibat badai matahari terparah yaitu akan merusak satelit dan membuat komunikasi terganggu.

"Partikel matahari dapat merusak badan satelit sehingga jalur komunikasi seperti radio, sinyal dan lainnya akan terganggu atau terputus," ujar Clara dalam acara Bedah Buku Mystery of 2012, di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Kamis (26/11/2009).

Selain itu partikel tersebut juga akan menambah kerapatan atmosfer di sekitar satelit sehingga hambatan untuk kebutuhan pengiriman sinyal juga melambat.

"Seperti mengemudi di jalan raya yang sepi lalu jalannya jadi macet," ujar Clara.

Namun dijelaskan Clara, partikel matahari tersebut tidak akan masuk seluruhnya ke bumi, karena ada lapisan pelindung bumi yang akan menyaringnya terlebih dahulu.

"Magnetosfer akan menjadi tamen penahan agar partikel tersebut tidak masuk semua, tapi pasti ada yang masuk, tergantung karakter planetnya," tuturnya.

Dampak badai matahari yang pernah terjadi diantaranya di tahun 2000 terjadi black out akibat satelit lost contact, dan juga pada 2003 dimana di swedia terjadi mati listrik selama 6 jam.

Tapi menurut Clara, badai matahari ini tidak akan mengakibatkan struktur bumi apalagi inti bumi terpengaruh hingga mengakibatkan bencana yang dapat memusnahkan manusia secara massal dalam waktu yang sekejap.




Ilmuwan Harusnya Keluarkan Penyangkalan

Tya Eka Yulianti – detikBandung


Bandung - Jika isu kiamat 2012 berkembang menjadi topik yang meresahkan di masyarakat, seharusnya ilmuwan dapat membuat buku pembanding yang dapat menjelaskan sangkalan terhadap peristiwa yang tidak berdasarkan sains tersebut.

Hal itu dikatakan Ahli Geologi Awang Harun Satyana saat ditemui dalam acara Bedah Buku Mystery of 2012, di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Kamis (26/11/2009).

Menurut Awang, ilmuwan memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan pada masyarakat terkait sejumlah penjelasan di buku 'Mystery of 2012' atau film '2012' yang dianggap Pseudosains.

"Seharusnya ilmuwan asli disana yang menyanggah bahwa isu tersebut tidak benar," ujar Awang.

Di Indonesia menurut Awang isu ini belum terlalu meresahkan seperti yang terjadi di luar negeri lainnya. "Kalau secara global, sebagian isu ini sudah meresahkan, saya suka membuka website NASA dan mereka menerima beribu pertanyaan seputar kebenaran kejadian di 2012," jelasnya.

Jika nanti isu ini berkembang hingga meresahkan masyarakat Indonesia, maka menurutnya perlu ada penjelasan dari organisasi yang terkait.

"Jika sudah meresahkan, organisasi seperti IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) bisa membuat pernyataan atau pandangannya. Karena sebagai ilmuwan, sudah tugasnya untuk mendidik masyarakat" tambahnya.

Sementara itu dirinya memilih untuk menyosialisasikan kebenaran sains seputar 2012 pada lingkungan sekitarnya. "Sementara ini dilingkungan saya dulu, atau bisa dengan menulis di media massa," kata Awang yang merupakan anggota IAGI aktif ini.
(tya/avi)


Monday, November 09, 2009



KIAMAT 2012

Inilah film karya Roland Emmerich berjudul 2012. Sebuah karya kolosal yang akan diputar serentak di seluruh dunia pada 13 November mendatang. Film 2012 merupakan film yang menggambarkan dunia sedang dilanda kiamat. Tidak ada yang selamat di muka Bumi. Seluruh gedung hancur terhempas oleh tsunami. Dunia dikuasai oleh air laut. Daratan makin mengecil.

Film fiksi ilmiah ini menggambarkan bagaimana sebuah proses alam yang menghancurkan dunia. Dengan caranya yang benar-benar diperhitungkan, dan di luar nalar manusia. Namun hanya mereka yang selamat dari kiamat dunia, tahu jalan keluarnya.

Sutradara kelahiran Stuttgart, Jerman, 10 November 1955 itu ingin mengetengahkan tema kiamat dunia dengan dua cara, yakni secara sains dan warisan budaya suku Maya.

Emmerich.yang sukses lewat film Independence Day (1996) dan The Day After Tomorrow (2004), mencoba menggabungkan dunia modern dengan alam pikiran masyarakat Maya yang hidup pada abad 16.

Emmerich mengangkat cerita tentang kiamat global, setelati membaca tentang sistem penanggalan panjang yang dibuat suku Maya. Disebutkan bahwa 2012 adalah tahun akhir dunia. Suku Maya meramalkan bahwa di belahan bumi utara pada rnusim dingin terjadi titik balik matahari. Sebagai pertanda terjadinya hari kiamat secara global. "We were warned," ujar Emmerich tentang filmnya itu.

Maka, kata we were warned pun menjadi tagline dari film yang dibintangi John Cusack, Danny Glover, Amanda Feet dan Woody Harrelson itu. Dalam film 2012 diceritakan para ilmuwan yang digambarkan memberikan peringatan kepada para pemimpin dunia tentang kemungkinan akan terjadinya bencana besar di muka Bumi pada 2012.

Namun faktanya, seiring dengan meningkatnya jumlah populasi dunia, para pemimpin dunia tidak siap menghadapi bencana global tersebut. Di sisi lain, Charlie Frost yang diperankan oleh Woody Harrelson, seorang peramal juga meramalkan akan terjadi bencana dunia yang menghancurkan umat manusia. Ramalan itu diambil dari mitologi Yunani. Gara-gara ramalan, Frost dianggap sudah gila oleh teman-temannya.

Perubahan iklim

Tahun 2012 menjadi sangat penting artinya berkaitan dengan adanya perubahan iklim di muka Bumi ini. Tahun itu memiliki keterkaitan dengan nasib Protokol Kyoto, sebuah amendemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), yang mewajibkan negara-negara maju untuk mengurangi total emisi rata-rata mereka sebesar 5,2% di bawah tingkat emisi mereka pada 1990 dalam periode 2008-2012.

Apakah pada 2012 semua negara yang meratifikasi Protokol Kyoto mampu mengurangi emisi karbonnya atau justru sebaliknya ? Kita lihat saja nanti

Namun terlepas dari itu semua, Emmerich membuat film 2012 den¬gan biaya yang tidak sedikit. Film yang penuh dengan gambar-gambar imajinatif menggimakan teknik efek visual digital itu menyedot bujet sebesar US$200 juta.

Bagaimana Himalaya habis akibat tsunami juga digambarkan dalam film yang tergolong cukup dahsyat dari segi efek visual. Sony Pictures Imageworks menyewa ahli efek visual Thomas Wander untuk membuat karya-karya visual yang dramatis berkaitan dengan hari kiamat. Sementara itu Emmerich bekerja sama dengan Harald Kloser dalam membuat skenario dan ceritanya. (M-3)

Wednesday, August 12, 2009



MEMBEDAH MISTERI 2012

...buku ini mendeskripsikan bagaimana perjalanan penulis seperti John Mayer Jenkins ke sumber jawaban-kalender Maya asli dan kearifan abadi yang dikandungnya, pengujian Gregg Braden tentang bukti ilmiah berkaitan dengan perubahan dalam medan magnet bumi..
(Syifa Amori, Jurnal Nasional, Agustus 2009)


Tidak cukup hanya sekadar mengandalkan analisis multidisiplin untuk mengulas mengenai fenomena 2012 yang sejak lama disebut-sebut sebagai titik perubahan besar-besaran kehidupan bumi dan seluruh isinya. Ternyata pendekatan dari berbagai sudut pandang juga dianggap layak dipakai jika para ahli memang serius ingin mengupas misteri 2012, termasuk pendekatan spiritual, simbolisme, dan politik.

Ufuk Publishing House menerbitkan The Mystery of 2012:Prediksi, Ramalan, dan Kemungkinan, yang secara komprehensif membahas mengenai 2012 dari berbagai aspek Buku ini memuat penjelasan logis para ahli ternama dunia yang mendasarkan tulisannya dari penelitian situs langsung, wawancara dan wacana keilmuan yang bersifat empiris

Menjadikan kalender Maya sebagai benang merah dan pusat pembicaraan dalam memprediksi, meramal, dan membicarakan kemungkinan yang akan terjadi pada tahun 2012, buku karya Gregg Braden dan kawan-kawan ini "menelanjangi" 2012 secara total. Siklus Besar Kalender Maya ini, diinterpretasi ulang oleh para ahli menjadi sebuah penemuan dan gagasan baru yang merujuk pada "pesan" dari 2012 yang disebut sebagai masa "Perubahan Bumi".

Gregg Braden, lewat buku ini, mencoba menjawab pertanyaan berbagai pihak soal bukti ilmiah 2012. la mengeksplorasi kemungkinan bahwa 2012 akan membawa pembalikan kutub magnetik bumi. Braden menggunakan perwujudan dan prediksi Maya yang menakjubkan sebagai titik awal dan mencari bukti ilmiah bahwa kemagnetan planet akan membalik dan bahwa titik atau badai matahari akan jadi tanda bagi perubahan mendatang. la menarik dari bukti fisik, teori kuantum, dan kecenderungan sejarah untuk mengukur kemungkinan destruksi masif atau kemunculan realitas baru yang memberdayakan pada 2012.

Dalam sebuah talkshow, Himpunan Mahaslswa Astronomi ITB (Himastron) pernah mengajak masyarakat membaca tanda-tanda kosmis (termasuk pembalikan kutub magnetik bumi yang dibicarakan Braden tersebut) mengenai kiamat yang diisukan akan terjadi tiga tahun yang akan datang lewat bahasan "2012: Kiamat Sudah Dekat".

Pada 2012 diperkirakan oleh para ilmuwan akan terjadi badai matahari yang disebabkan oleh flare (radiasi elektromagnetik matahari yang menyerupai jilatan api) yang terjadi berulang tiap 11 tahun. Jumlah flare akan bertambah saat matahari mencapai siklus maksimumnya yang berikut diperkirakan akan terjadi pada tahun 2011 atau sekitar 1 tahun sebelum dan sesudahnya. Hal inilah yang menyebabkan badai matahari besar di bumi dan berakibat kemungkinan putusnya jaringan komunikasi satelit bumi. Maka disebutlah peristiwa ini sebagai "Kiamat Teknologi".

Jika ternyata matahari terbukti mengalami perubahan magnetik dan bumi tampak berada dalam tahap awal pembalikan kutub, lalu bagaimana ini bisa terkait dengan sistem kalen¬der Maya? Pertanyaan penting inilah yang ingin dijawab Braden lewat deskripsi atas berbagai penelitiannya pada situs-situs kuno Maya dan pengkajian mendalam atas filosofi dan ilmu pengetahuan yang disertakan suku Maya dalam kegiatan ritual mereka. Observasi astronomi sangat akurat selama benabad-abad para astronom genius Maya memberi pertanda, tanggal 21-12-2012 akan menjadi kelahiran zaman baru. Masa itu paling sakral sekaligus paling berhahaya dalam sejarah Bumi. Dalam antologi The Mystery of 2012 ini, Braden sebagai ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang menjem-batani ilmu pengetahuan dan spiritualitas menyatakan bahwa yang terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa diri kita di tengah Semesta Raya.

Dari kitab Weda Hindu yang berusia 8 ribu tahun, kalender Ibrani yang berusia 5.000 tahun, sampai ramalan pribumi Asia dan Amerika; tradisi leluhur mengemukakan bahwa sesuatu yang sangat besar akan terjadi dalam masa kehidupan kita dalam sejarah, meski tak ada ramalan yang mengatakan bahwa sesuatu yang sangat besar. itu pastilah akhir dari dunia. Yang pasti, penekanannya adalah pada perubahannya.

Menurut Braden, dalam titik pilihan 2012 perbedaan ramalan Mayandari prediksi umum budaya lain adalah bahwa ramalan Maya memiliki waktu perpanjangan yang terjadi dalam masa hidup kita.

Siklus akhir kalender Maya yang samar dan tak dapat dijelaskan bersesuaian dengan serangkaian peristiwa nyata, yang sebagian di antaranya sedang terjadi sekarang ini. Inilah beberapa hal yang kita ketahui dengan pasti, (1) Akhir dari Siklus Besar Maya menandai konfigurasi langka planet kita, sistem tata surya kita, dan pusat galaksi kita sesuatu yang tidak akan terjadi lagi dalam 26 ribu tahun berikutnya, (2) Pada 10 Maret 2006, siklus badai matahari dan siklus baru dimulai. Diperkirakan akan mencapai puncak pada tahun 2012 dengan intensitas 30 sampai 50 persen lebih besar daripada siklus sebelumnya, dan (3) Ilmuwan sepakat bahwa medan magnetik bumi melemah dengan cepat dan sebagian menduga bahwa kita tengah berada di tahap awal pembalikan kutub.

Sementara Peter Russel dalam tulisannya Ketunggalan Dalam Waktu lebih banyak bercerita tentang perubahan di tahun 2012 sebagai dampak evolusi yang berakselerasi. Penulis From Science to God ini menerapkan teori evolusi dan perubahan waktu ke teknologi, planet, dan kehidupan kita; dalam kehidupan kita; dalam dekade berikutnya dan setelahnya.

Russel juga menyebut-nyebut soal permulaan zaman kearifan ketimbang menamai fenomena 2012 sebagai kiamat. Menurutnya, tiap fase baru dalam inteligensi yang berkembang berlangsung dalam pecahan waktu dari fase sebelumnya sehingga kita dapat mengharapkan permulaan Zaman Kearifan yang berlangsung selama berpuluh-puluh tahun yang akan berpijak di Zaman Informasi.

Tidak semuanya di dalam buku ini bersifat ilmiah melalui kalender dan kosmologi Maya. Beberapa penulis juga mengajak pembaca untuk mendekati isu 2012 lewat kajian ilmu pengetahuan, bisnis, dan politik dalam konteks 2012. Pada bagian III, pembaca bahkan diajak untuk menyikapi dan menelaah prediksi tentang 2012 dengan berpijak pada penelitian dan pengajaran spiritualitas, tanda, dan simbolisme di Seputar 2012. Misalnya literatur berjudul Jam Sedang Berdetak (Arjuna Ardagh), Cinta Liar yang Membebaskan Kita (Gill Edwards), Kode Kitab Suci (Lawrence E. Joseph), Sakral Bangsa Mesir (Sharron Rose), dan banyak lagi.

Alih-alih hanya membahas tentang gejala alam dan sosial menjelang 2012, penulis seperti Daniel Pinchbeck lewat tulisannya Bagaimana Ular Mengelupas Kulitnya: Jalur Tantrik Menuju Transformasi Global, justru menggambarkan juga prediksi dan kajian pasca 2012 dalam bagian empat yang berjudul Manusia Baru: Evolusi Menuju 2012 dan Masa Setelah Itu. Ada pula pembahasan soal misteri 2012 sebagai kebangkitan menuju realitas yang lebih besar yang dipaparkan secara detail oleh Jean Houston.

Dengan berbagai bidang ilmu dan pendekatan, pembaca sesungguhnya bisa kembali mencermati makna di balik pembicaraan santer soal 2012 dan bisa dengan lebih bijaksana memilih untuk memahami ini sebagai fenomena natural atau sebuah omong kosong yang dilebih-lebihkan sehingga menjadikan misteri 2012 sebagai isu kontroversial yang bahkan juga belum diketahui sebagian besar penduduk dunia, seperti yang diungkapkan ilmuwan lain yang membuktikan bahwa 2012 tak lebih dari sekadar interpretasi berlebihan para peneliti.

Terkait benar atau tidak dan percaya atau tidaknya perubahan bumi besar-besaran pada 2012 nanti, antologi The Miystery of 2012 berisi bahasan fakta empiris yang bermanfaat. Dengan ilustrasi yang dibuat untuk membantu pembaca lebih memahami keterkaitan antara unsur penelitian, buku ini mendeskripsikan bagaimana perjalanan penulis seperti John Mayer Jenkins ke sumber jawaban-kalender Maya asli dan kearifan abadi yang dikandungnya, pengujian Gregg Braden tentang bukti ilmiah berkaitan dengan perubahan dalam medan magnet bumi dan bagai¬mana itu memengaruhi seluruh kehidupan, eksplorasi Barbara Marx Hubbard dan Peter Russel tentang laju percepatan evolusi mengapa kita mungkin akan bertransformasi menjadi spesies baru, atau juga penyelidikan Daniel Pinchbeck tentang perubahan kesadaran yang akan diperlukan untuk umat manusia untuk menyelamatkan 2012.

Pada akhirnya, berbagai kajian yang dimulai dari peninggalan sistem kalender Maya hingga teori kesadaran manusia dalam mengharmonisasikan diri dengan alam ilahiah, akan membawa pembaca pada kebijaksanaan dalam menjalani hidupnya di alam raya yang tak pernah berhenti berevolusi ini ?

Thursday, August 06, 2009


MISTERI 21 DESEMBER 2012

Jadi buku ini tak terjebak dalam pembahasan tak berujung soal hari akhir, sebaliknya buku ini mengajak kita mengarungi berbagai fenomena menarik tentang tahun 2012 dari Suku Maya
(Wasis Wiboso, Seputar Indonesia, Agustus 2009)


Apabila pada 21Desember2012 merupakan waktu atuh tempo Anda harus membayar utang, apa yang akan Anda lakukan ? Tentunya Anda akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa melunasi utang tersebut tepat waktu. sehingga, di kemudian hari Anda tak akan terbebani atau jika ingin meminjam kembali, Anda tetap mendapatkan percayaan.

Nah, sekarang bila analogi itu diganti, jika pada tanggal 21 Desember 2012 merupakan saat "jatuh tempo" seluruh kehidupan di dunia ini, apa yang akan Anda lakukan? Jawabannya, bisa jadi tak terlalu jauh berbeda, Anda akan berusaha sebaik mungkin memperbaiki perilaku dan berbuat baik, agar bila "saat itu" tiba tak akan ada lagi penyesalan.

Namun, itu hanya sebuah perumpamaan yang mungkin dianggap omong kosong belaka tentang isu hari akhir atau kiamat. Karena memang tentang kapan terjadinya hari akhir merupakan salah satu misteri besar yang tak seorang pun bisa mengetahuinya secara pasti kapan akan terjadi. Jadi bila ada orang yang meramal bahwa hari akhir jatuh pada hari H, bulan B, dan tahun T, pasti dianggap sudah keblinger.

Lalu, dari mana datangnya ramalan pada tanggal 21 Desember 2012 diprediksi sebagai waktu terjadinya hari akhir ? Apalagi saat ini prediksi terjadinya hari akhir pada 2012 menjadi pembicaraan yang hangat. Bahkan, sudah ada yang berencana mengangkat misteri ini ke layar lebar dengan tema yang sama, 2012.

Sumber tersebut berasal dari Kalender (suku) Maya yang hitungannya berakhir pada 2012. Hitungan tersebut bukan hanya ramalan Suku Maya Kuno, tapi berdasarkan fakta yang logis secara hitungan kosmis dan siklus penanggalan mereka. Penghitungan Kalender Maya sebenarnya sudah lama ditemukan para ilmuwan, namun kini menjadi pembicaraan yang hangat.

Fenomena 2012 yang menarik ini pun diulas secara menarik dalam buku The Mystery of 2012 yang diterbitkan Ufuk Publishing House. Buku setebal 579 halaman ini menyajikan analisis dari prediksi sekitar 23 ahli tentang fenomena Kalender Maya ini. Buku ini memberikan pemahaman yang lengkap bagaimana Suku Maya menetapkan kalender waktu dan prediksi apa yang akan terjadi sebelum dan setelah 2012.

Jadi buku ini tak terjebak dalam pembahasan tak berujung soal hari akhir, sebaliknya buku ini mengajak kita mengarungi berbagai fenomena menarik tentang tahun 2012 dari Suku Maya. Bagaimana Suku Maya yang diketahui primitif, namun memiliki pengetahuan astronomi yang maju. Mereka memiliki sistem kalender sendiri dengan siklus 260 hari setahun yang dikenal tzolkin (baca = zolkeen) yang terdiri atas 13 angka dan 20 tanda hari.

Salah satu peneliti bernama John Major Jenkins mengungkapkan keunikan sistem kalender itu. Di antaranya, digunakan untuk memprediksi waktu kelahiran bayi, waktu tanam sampai panen. Dan, yang menarik siklus tzolkin ternyata memiliki persilangan dengan kalender yang kita gunakan saat ini dengan masa 365 hari setahun. Setiap 52 tahun memiliki siklus akhir yang sama, termasuk yang terjadi pada 21 Desember 2012 nanti.

Bukan itu saja, Suku Maya pun mampu memprediksi terjadinya fenomena kosmis, ketika titik balik matahari menyatu dengan celah gelap dan inti pusat galaktika pada 2012. Padahal, fenomena itu hanya terjadi dalam 26.000 tahun sekali. Belum fenomena lain, seperti berakhirnya siklus badai matahari dan titik balik medan magnet bumi yangterjadi pada 2012.

Tak heran bila Ervin Laszlo, peneliti dan Kepala General Evolution Research Group dari Hongaria menganalisis pada saat itu terjadi "titik kekacauan" dalam kehidupan manusia. Bisa jadi "titik kekecauan" ini sebagai gejala akhir dunia. Namun, James O'Dea -Presiden Institut of Noetic Sciences yang berkantor di Washington - juga mitra Laszlo memiliki pandangan berbeda yang lebih elegan.

Dia mengakui kebenaran siklus akhir kalender Maya. Hanya dia menganalisis itu bukan berarti sebagai waktu terjadinya hari akhir. Siklus itu hanya menandai terjadinya akhir hari dan masih ada hari berikutnya yang baru. Setelah 2012 akan ada masa yang lebih baik bagi manusia.

Terserah Anda percaya atau tidak dengan fenomena 2012, namun yang jelas buku ini menantang untuk mengarungi berbagai tanda-tanda besar dalam sejarah kehidupan manusia. Serta memahami apakah ini hanya akhir hari bukan hari akhir. (wasis wibowo)

Tuesday, August 04, 2009


MENGULAS MYSTERY OF 2012


...buku Mystery of 2012 yang dikerjakan oleh tim yang dipimpin Gregg Braden justru menyajikan kumpulan tulisan yang lebih obyektif, serius, dan ilmiah.
(Oktamadjaya Wiguna, Koran Tempo, Agustus 2009)


Bangsa Maya menjalani peradabannya di Amerika Tengah dan Meksiko tanpa mengenal logam dan roda. Tapi mereka bukanlah suku primitif dan garang. Buktinya, tanpa teleskop dan mesin mesin hitung, mereka menyusun kalender melalui pengamatan benda langit dengan mata telanjang yang disusun secara sistematis.

Anehnya, meski peradaban Maya diperkirakan berkembang pada abad keempat dan kelima sistem penanggalan yang mereka ciptakan itu dimulai pada 13 Agustus 3113 Sebelum Masehi dan berakhir pada 12 Desember 2012 Masehi.

Kalender inilah yang menjadi ramalan bahwa kiamat datang pada 2012. Apalagi sistem penanggalan di peradaban kuno Cina, India, dan Persia juga menunjukkan sesuatu yang besar akan terjadi di seputar tanggal tersebut

Isu kiamat 2012 ini sebenarnya cerita lama. Tapi, seiring dengan mendekatnya tenggat, banyak yang mulai mengaitkan penanggalam Maya itu dengan aktivitas yang akan mencapai puncaknya tiga tahun lagi. Badai Katrina, Rita, dan Wilma pada 2005 ternyata terjadi berbarengan dengan badai di matahari.

Perbincangan misteri 2012 ini juga menggejala di dunia literatur. Toko buku online Amazon.com memiliki lebih dari 40 judul buku dengan tema tersebut. Dari jumlah itu, setidaknya ada tiga buku yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Mereka yang tak terlalu suka membaca buku nonfiksi atau jeri dengan kerumitan teori dan ramalan akhir zaman bisa memulainya dari Invisible City karya M.G. Harris. Novelis kelahiran Kota Meksiko ini menulis seri novel remaja The Joshua Files, yang mengangkat perburuan buku suku Maya "Codex Ix" yang dipercaya memuat rahasia peristiwa pada 12 Desember 2012.

Setelah membaca novel yang diwarnai aksi baku hantam dan kejar-kejaran mobil ini, pembaca bisa melangkah ke buku Lawrence E. Joseph, Kiamat 2012: Investigasi Akhir Zaman. Setengah daging novel yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini didasari temuan arkeologi suku Maya dan hipotesis terbaru soal badai mata¬hari yang berpotensi mengacaukan kehidupan di bumi.

Joseph mengumpulkan bahan dengan mengunjungi situs Maya serta berbincang dengan keturunan bangsa penghuni Semenanjung Yucatan ini. Dia juga mengunjungi pusat pengamatan benda langit di berbagai belahan dunia, ditambah perbincangan dengan ilmuwannya. Inilah yang membuat bukunya lebih hidup.

Namun, informasi yang dikumpulkan itu membuat penulis berdarah Libanon ini tersandung pada data yang berisi angka, istilah, dan teori sains yang pelik. Agar pembacanya tak mengerutkan kening, Joseph mengemas hal itu dengan jenaka sampai-sampai hampir tak ada paragraf yang sepi dari humor dan sentilan nakalnya.

Sementara Joseph menuliskan dengan banyak memuat pandangan subyektifnya, buku Mystery of 2012 yang dikerjakan oleh tim yang dipimpin Gregg Braden justru menyajikan kumpulan tulisan yang lebih obyektif, serius, dan ilmiah.

Ada 24 tulisan yang dibuat oleh ilmuwan fisika, filsuf, seniman, sampai pemimpin spiritual termasuk Lawrence E. Joseph. Mereka membedah peradaban Maya sebagai sumber misteri, serta mengulas misteri 2012 dari sudut pandang sains, politik, ekonomi, dan spiritual.

Meski misteri seputar "kiamat dari matahari" rata-rata berbicara soal kehancuran dunia, ketiga buku ini justru menawarkan semacam optimisme. Bahwa orang-orang Maya sendiri tak pernah menyebut akhir kalender sebagai ajalnya bumi sehingga terbuka peluang lain, yakni De¬sember 2012 sebagai awal baru atau titik balik peradaban.

Harris, misalnya, menawarkan ide bahwa dalam "Codex Ix" barangkali ada jawaban cara menghindarkan manusia dari bencana 2012. Sementara itu, Gregg menawarkan satu bab yang mengajak agar memakai momen 2012 itu sebagai pelecut introspeksi serta memprediksi secara positif kemungkinan yang terjadi setelahnya.

Toh, sepanjang sejarah manusia, telah muncul prediksi kapan hari akhir zaman terjadi namun sejauh ini semuanya meleset. Bisa jadi ramalan 2012 salah satu yang keliru itu, namun seperti diutarakan Joseph, kiamat tetap akan terjadi dalam waktu dekat jika manusia menyalahgunakan teknologi menjadi senjata pemusnah massal dan enggan menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan. • OKTAMANDJAYA WIGUNA

Friday, July 31, 2009


Gbr.1. Live The Mystery of 2012 di TV One


Gbr.2. Talkshow The Mystery of 2012 di Universitas Mercubuana



MENELISIK THE MYSTERY OF 2012
DI TV ONE DAN UNIVERSITAS MERCUBUANA


Rabu, 29-7-2009 adalah hari istimewa bagi Ufuk Publishing House. Diskusi The Mystery of 2012 di TV One adalah salah satu penjelasan mengenai hal tersebut. Hal lainnya adalah, pada saat bersamaan terselenggara talk show dengan tema yang sama di Universitas Mercubuana-Jakarta

Diskusi The Mystery 2012 di TV One menghadirkan pembicara antara lain : Mehdy Zidane (Chief Editor Ufuk Publishing House), Clara (Ahli Antariksa dan Sistem Tatasurya LAPAN), Arifianto (Staf Kampanye Greenpeace Asia-Pasifik).

Acara yang dipandu oleh Indy Rahmawaty tersebut berangkat dari ramainya perbincangan masyarakat tentang kiamat 2012. Ibu Clara dari LAPAN menyatakan bahwa isu 2012 tersebut berasal dari ilmuwan Barat (Eropa Barat dan Amerika Serikat) yang menyatakan bahwa Badai Matahari yang akan muncul pada tahun tersebut akan mencapai radius terjauh dan mencapai bumi. Badai Matahari ini dipercaya tidak hanya mencapai bumi tetapi juga akan mengubah kutub yang ada di bumi. Selain itu juga ditemukannya Planet Nibiru yang berada dekat Planet Pluto dan memiliki arah lintasan menuju bumi serta berpotensi bertumbukan dengan bumi dan menimbulkan gelombang tsunami raksasa. Ibu Clara mengatakan bahwa secara astronomis dan gejala galaksi, matahari memiliki flare ( letupan) bola api setiap 14 tahun sekali. Letupan flare pada tahun 2012 dipercaya Ibu Clara sebagai letupan interval tertinggi sehingga beliau percaya Badai Matahari pada tahun 2012 akan menjadi mencapai atmosfer bumi dan menimbulkan gangguan transmisi. Ibu Clara mengatakan bahwa pada tahun 2012 seluruh transmisi yang mengandalkan wi-fi dipastikan akan terganggu seperti radar, radio, GPS dan lain sebagainya. Arifianto dari Greenpeace Asia-Pasifik mengatakan bahwa peluang-peluang terjadinya bencana besar tersebut sangat mungkin terjadi jika laju penuaan bumi dan perusakan lingkungan tidak bisa dicegah dan dikurangi.Ia melanjutkan bahwa dengan mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan serta mencairnya es di Greenland dan laju penipisan ozon telah menimbulkan ancaman yang serius terhadap gangguan benda angkasa seminimal mungkin. Hal ini berarti gangguan benda langit sekecil apapun akan berdampak sangat besar terhadap bumi. Ia tidak bisa membayangkan jika yang menyerang bumi adalah benda langit memiliki massa besar seperti Badai Matahari atau Planet Nibiru.

Siang hari, diskusi berlanjut di Universitas Mercubuana Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh sivitas akademika kampus tersebut berlangsung meriah. Padahal, kampus tersebut sedang berada pada masa liburan kuliah. Tak ayal, isu kiamat 2012 menjadi materi yang ditanyakan berulang-ulang. Narasumber berasal dari Ufuk Publishing House (Mehdy Zidane dan Muhammad Sadan). Pertanyaan banyak menuju pada apa yang sesungguhnya terjadi pada 2012, mengapa ramalan Suku Maya yang dijadikan pedoman, dan apa yang ingin disampaikan oleh buku The Mystery of 2012. Mehdy Zidane menjelaskan bahwa The Mystery 2012 ini bukan buku main-main. Buku tersebut ditulis oleh pakar-pakar yang berdedikasi pada bidangnya masing-masing khususnya pergerakan benda-benda angkasa. Para pakar tersebut terdiri dari ahli Fisika, Astronomi, Biologi, Psikologi, Kimia, Geologi hingga Teologi. Mehdy Zidane menyatakan bahwa agar buku ini tidak dianggap tendensius agama tertentu dan golongan tertentu maka pada bagian akhir buku ini mengutip dari kitab suci Al-Quran, Injil, Taurat dan kitab suci lainnya. Mehdy Zidane menyatakan bahwa buku ini ingin mengatakan bahwa misteri tahun 2012 merupakan kejadian mendatang yg menjadi masalah bersama dan bukan menjadi masalah dan perhatian golongan atau negara tertentu saja. Mehdy juga menjelaskan bahwa perhitungan kalender Suku Maya dijadikan acuan karena sistem perhitungan bintang yang lebih maju dibandingkan suku-suku lain di masa lalu. Suku Maya dipercaya menjadi pusat peradaban sejak sebelum bangsa Mesir berkembang maju dengan piramidnya. Di akhir acara, diskusi ini mendapat sambutan meriah dan applause meriah dari peserta diskusi.











Tuesday, July 21, 2009

MEMBANGUN KESADARAN KOLEKTIF

buku ini menjadi sangat spesial karena menggambarkan kiamat 2012 tidak melulu dalam ranah prediksi teknis dan mitos ramalan Mava Kuno, tetapi juga terkait dengan kehidupan sosial yang kompleks dan kesemuanya disajikan dalam pembahasan yang sistematis
(Herdis Herdiansyah, Seputar Indonesia, Juli 2009)

Sebagai ancaman yang paling menakutkan sepanjang kehidupan manusia kini dibahas dalam ranah teknik, fisika, ekologi, astronomi, kearifan lokal hingga mitos. Selain itu bahwa diskusi kiamat 2012 menggejala karena didukung oleh ramalan peradaban Maya Kuno yang terkenal memiliki kemampuan astronomi yang luar biasa, bahkan memiliki presisi dalam penanggalan waktu yang lebih baik dari penanggalan Gregorian (Masehi).Karena itu, isu kiamat 2012 memiliki pijakan astronomis-historis yang kuat dan tidak bisa dianggap sebagai hoax (sampah) semata.

Diskusi kiamat 2012 sebetulnya merupakan isu lama yang telah menjadi perhatian kalangan pemerhati astronomi dan arkeolog. Keterkaitannya bukan soal berlangsung tidaknya kiamat pada 2012, tetapi proses mengumpulkan artefak-artefak peradaban Maya Kuno yang terkait dengan prediksi kiamat inilah yang menjadi luar biasa. Braden (hlm 1-2) menyebut bahwa Maya Kuno sebagai salah satu peradaban besar seolah hadir tiba-tiba pada satu setengah milenium yang lalu di area terpencil wilayah Sernenanjung Yucatan dengan mengembangkan teknologi. Sangat maju pada masanya, bahkan sampai kini sekalipun, tetapi tiba-tiba hancur dengan meninggalkan jejak arkeologis tanpa menghadirkan alasan yang jelas. Jared Diamond (Collapse: How Societies Choose to Fail or Succeed, 2005) menganalisis bahwa kehancuran Maya Kuno salah satunya disebabkan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan konflik eksternal, tetapi hingga kini belurn ada analisis kuat yang menjadi sumber utama kehancuran Maya Kuno.

Terlepas dari kontroversi kehancuran Maya Kuno, sistem kalender Maya Kuno memprediksi 2012 sebagai masa-masa genting kehidupan alam semesta. Bisa berupa awal kehidupan baru maupun akhir yang lama sekaligus prediksi perubahan posisi planet dan proses perubahan perjalanan kosmis inilah yang disebut sebagai salah satu saat genting kehidupan semesta. Lebih dari itu, prediksi Maya Kuno tentang 2012 mendapat ruang di tengah masyarakat rasional karena didukung fakta-fakta ilmiah. Misalnya retakan ozon yang sebesar California, perubahan medan magnetik bumi, badai dahsyat di matahari yang berlangsung terus-menerus, inkonsistensi iklim yang tidak mengikuti kaidah ajek dan sering tidak terprediksi. Semua itu merupakan sekelumit fakta yang bukan ahistoris dan misterius.

Sebagai contoh retakan ozon sebesar California menghasilkan semakin banyaknya makhluk hidup yang terkena radiasi matahari. Bukan hanya menghasilkan kanker kulit untuk sebagian orang yang terkena, tetapi juga mempercepat proses evolusi manusia ke arah makhluk yang lebih kompleks, semacam perubahan genetika dan mutanisasi DNA. Meski proses evolusi tidak serta-merta ditentukan oleh satu faktor, evolusi makhluk hidup salah satunya ditentukan oleh perubahan-perubahan anatomis yang menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Intinya, perubahan ekstrem yang terjadi mengakibatkan sistem ketahanan tubuh makhluk hidup semakin lemah.

Adapun perubahan iklim seperti bom waktu yang rentetan ledakannya bersahutan. Dimulai dari masifnya bencana alam, kenaikan cuaca ekstrem di beberapa tempat, tenggelamnya pulau-pulau di pesisir pantai. Bahkan untuk Negara Tulavu di Pasifik Selatan, tenggelamnya pulau-pulau juga menenggelamkan eksistensi negara. Persebaran penyakit hasil evolusi virus akibat perubahan iklim pun semakin menjadi persoalan yang mengglobal.

Visi misteri kiamat 2012 juga tidak melulu diakibatkan rentetan fenomena alam, tetapi juga terkait dengan kondisi chaos di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan yang lainnya, diantaranya kebijakan pemerintah yang tidak mampu mengantur ledakan pertumbuhan penduduk, penyelesaian masalah dengan menggunakan kekerasan, kerakusan ekonomi dan transaksi derivatif serta spekulan global yang menghancurkan tatanan ekonomi dunia. Juga perebutan pemakaian sumber-sumber energi pangan, air, dan energi berpotensi akan semakin mengarahkan peradaban manusia jatuh pada skala konflik yang tidak berkesudahan. Kesemuanya ini adalah simpul-simpul menuju 2012.

Terlepas dari kontroversi yang melingkupinya.Diskusi tentang misteri kiamat 2012 menurut saya sebetulnya bertumpu pada satu kesepahaman yang universal, bahwa ada batas dari alam semesta dan semua yang mendiaminya. Kini, kondisi alam semesta semakin ringkih, ia tidak bersifat kekal dan nisbi, tetapi rentan berubah seiring dengan dengan perkembangan yang melingkupinya.

Karena itu deskripsi kiamat 2012 bukan hanya terkait dengan justifikasi numerolog atas astronomi Maya Kuno, tetapi juga menyangkut perkembangan alam semesta dalam bidang yang lebih luas. Kiamat 2012 merupakan momen kesadaran kolektif mempersiapkan masa depan dengan memunculkan kesadaran ekologis dengan merawat hidup dan alam semesta. Dalam bidang sosial, diskusi misteri 2012 juga merupakan momen menumbuhkan kesadaran baru berdampingan harmonis dengan penghuni semesta. Hidup yang harus dijalani dengan menghilangkan ego instrumentalis serta menjalani hidup yang riang tanpa permusuhan. Karena itu, buku ini menjadi sangat spesial karena menggambarkan kiamat 2012 tidak melulu dalam ranah prediksi teknis dan mitos ramalan Maya Kuno, tetapi juga terkait dengan kehidupan sosial yang kompleks dan kesemuanya disajikan dalam pembahasan yang sistematis meski melelahkan untuk membacanya.

Herdis Herdiansyah
Mahasiswa program doktor (S-3)
Ilmu Lingkungan UI



THE MYSTERY OF 2012


Buku ini menampilkan ulasan yang jelas dan logis dari selusin ahli terkenal tentang pertanyaan seputar 2012. Menawarkan seluruh informasi yang diperlukan untuk menguji misteri dari berbagai sudut pandang spiritual, ekonomi, ekologi, dan ilmu pengetahuan. Anda akan menemukan ramalan yang mengejutkan dan penyingkapan para pemikir-pemikir hebat para ahli di bidangnva. ***
Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes