Showing posts with label *Majala Trust. Show all posts
Showing posts with label *Majala Trust. Show all posts

Monday, March 21, 2011


MATA-MATA, MATA REMAJA


Kritik pertama untuk buku ini adalah subjudulnya. Christopher Creighton, karakter utama buku ini, bukan seorang anak kecil.Ia memulai "karirnya" sebagai mata mata pada.usia 15 tahun dan sudah tidak perjaka lagi di usia 16,seumuran Justin Beiber. Karir Creighton yang sesungguhnya setelah ia mendapat pelatihan sebagai spionase, dilakukan pada usia dilakukan pada usia17 tahun. Di masa perang, sepertinya lazim anak usia belasan tahun ikut angkat senjata. Benny Moerdani, legenda militer Indonesia, sudah ikut bergerilya melawan Belanda pada usia 13 tahun. Kritik berikutnya terletak pada diksi terjemahan dan beberapa kesalahan ketik yang membuat kenyamanan pembaca agak berkurang

Di luar itu, novel ini menampilkan banyak aspek yang memikat. Di sana digambarkan sisi manusiawi Winston Churcil Perdana Menteri Inggris paling terkenal sepanjang sejarah. Christopher Creighton bukan nama sebenarnya mengenal sang PM secara pribadi, sejak Creighton masih kecil. Buku ini menceritakan kisah nyata Creighton yang tak sengaja menjadi mata mata Inggris pada saat Perang Dunia II. Creighton bahkan menjadi salah satu orang kepercayaan Churchill

Keberanian den ketangguhan Christopper mampu merebut hati Churchill. Sebagai anggota Sea Scout (Pramuka Laut), Christopher memang terbiasa hidup cekatan, punya reaksi cepat, disiplin, dan membantu orang yang membutuhkan. Setelah ditugasi Churchill, ia baru dilatih terjun payung, mengendap, berkelahi memakai senjata, bahkan membunuh. Churchill mengutus Christopher bertugas ke Belgia, ke Irlandia, ke Prancis. Nama nama karakter dalam serial kartun Winnie The Pooh menjadi kata Sandi mereka

Brian Garfield, pengarang The Paladin piawai menguras emosi pembaca mengikuti ketegangan yang dirasakan Christopper muda. Ledakan amarah, pedihnya kehilangan, luapan kegembiraan, tikaman frustrasi, semua terlukis filmis dalam jalinan kisah yang mendebarkan

Penggambaran konflik antartokoh juga terurai secara detail. Pembaca ikut larut dalam dilema moral yang dialami Christopper pada beberapa kesempatan. Bisa jadi iru karena selain seorang novelis, Garfield jugs seorang penulis skenario dan finalis Pulitzer Prize untuk kategori sejarah

Memang dalam berkarya, Garfield tidak setengah setengah. Menurutnya, untuk novel fiksi berdasar kisah nyata iru, ia telah melakukan yang terbaik guna memastikan tidak ada kesalahan dalam hal kronologis atau fakta sejarah. Namun, kesalahan bisa saja terjadi akibat hasil penyusunan ulang realitas yang kadang kala dilakukan untuk tujuan tujuan dramatis (ha1.6).

Membaca novel ini menyadarkan kita bahwa dalam kondisi perang, kawan bisa jadi lawan. Begitu pula sebaliknya. Semua sumber daya dimanfaatkan sehingga remaja yang lugu pun bisa berubah menjadi musuh berbahaya yang mampu mengorek rahasia negara den menjadi mesin pembunuh. Semuanya dilakukan demi kemenangan perang.

Buku 576 halaman ini diakhiri dengan dialog dari hati ke hati antara Churchill dan Christopher tentang balas dendam dan memaafkan. Diperlukan kebesaran hati untuk melihat segala sesuatu sesuai pada tempatnya, termasuk tidak mendendam pada hal buruk yang telah terjadi

O ya, istilah 'Paladin' ternyata berasal dari nama salah satu grup prajurit elite dari Istana Charlemegne, yang beranggotakan 12 orang, di abed ke 8. Setelah itu, nama Paladin dilekatkan pada sosok pare kesatria. Pare pengkaji sejarah den sastra di Eropa menyebutkan, para Paladin di abad pertengahan yang membentuk Kesatria Templar yang beken itu. Lantas, beberapa nama juga disebut sebut sebagai sosok Paladin sejati, mulai dari Raja Arthur dan dua kesatrianya: Lancelot dan Galahad, Roland (yang terhebat dari Istana Charlemegne), Joan of Arc, RichardSi Hati Singa, dan Panglima Saladin

Tuesday, February 01, 2011

CARA KLASIK MENYIHIR AUDIEN

“Pulang kampung, nih,” kata Presiden Amerika Serikat Barrack Obama,

Sontak, suasana dibuat gemuruh oleh tepuk tangan, derai tawa, bahkan yel-yel. Presiden Obama benar-benar menguasai panggung ketika berpidato di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok, 10 November 2010. Keriuhan juga meledak saat Obama membuka pidato dengan “assalamualaikum” dan “salam sejahtera” sembari tersenyum lebar. “Indonesia bagian dari diri saya.” Tak ayal, hadirinpun merasa semakin intim bersama Obama. Kala itu, terciptalah efek yang dinamakan the magic of speaking.

Kisah berbeda datang dari presiden yang lain. Senin pekan lalu, di Jakarta Convention Center, diadakan rapat kerja pemerintahan, dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum acara digelar, pembawa acara berteriak di mikrofon. "Mengingat acara ini disiarkan langsung, peserta dilarang tidur don jangan BBM an. Biar tidak tertangkap kamera katanya. Rupanya, pesan itu kurang diyakini manjur. Maka, Presiden sendiri, diawal pidatonya, mengemukakan hal yang sama. "Yang tertidur, lebih baik di luar ruangan karena disorot TV tidak bagus,"ujar Presiden

Berpidato, bagi sebagian orang, terlihat amat mudah. Tapi, tidak bagi sebagian yang lain. Menurut Dale Carnegie, berpidato itu tidak sulit. Toh, katanya, berpidato bukan bakat yang diberikan Tuhan. Pidato adalah keahlian yang bisa dilatih. Selama ini, kesulitan berpidato banyak dilatari oleh "ketakutan" si pembawa pidato. Banyak orang cerdas, pandai berbicara, dan mudah sekali menjelaskan ide idenya jika berhadapan dengan orang per orang mendadak menjadi kelu dan gugup ketika berhadapan dengan orang ramai

Buku yang disusun Dale Carnegie (1888-1955) ini bukan buku baru. Ini adalah karya klasik yang awalnya terbit pada 1962. Buku ini telah kerap direvisi dalam versi yang lebih singkat. Edisi terbaru terbit 2005. Ufuk Publishing lalu menerbitkan di Indonesia, untuk kali pertama, November 2010.

Dale adalah pelopor pengajaran meng¬hilangkan rasa takut saat berpidato, sejak 1912. Menurut Dale, sebagian besar peserta kursus public speaking ingin menaklukkan kegugupan dan mampu menyampaikan pendapat dengan jelas don logis.Ia menegaskan, ada empat hal penting yang perlu diingat: Pertama, awalilah dengan kemauan yang kuat don besar. Kuat lemah dan besar kecil kemauan akan menentukan kemajuan dari latihan. Kedua, kuasai materi yang akan dibicarakan. Ketiga, bertindaklah dengan percaya diri. Keempat, berlatihlah

Lantas, lakukan persiapan; kumpulkan pemikiran, ide, keyakinan, dan keinginan si pembawa pidato. Pidato yang baik dan berkesan tidak bisa dipersiapkan hanya 30 menit. Pidato juga tergantung bahan yang dikumpulkan. Dale menyuruh pembacanya meniru Luther Burbank (1849-1926), seorang biolog Amerika Serikat. Luther sering menghasilkan jutaan spesimen tumbuhan tetapi hanya menemukan satu atau dua tumbuhan yang sangat baik.

Dalam paparan teknisnya, Dale menampilkan kemampuan para tokoh yang sangat terkenal, tapi pada masa Dale sendiri, di dekade 19220 an. Makanya, mereka jadi tidak familiar bagi pembaca saat ini Selain itu, contoh kata don kalimat yang disajikan Dale, tentu saja, berbahasa Inggris.

O ya, buku ini juga dapat memberikan tips untuk menjaga hadirin tetap terbangun dan langkah yang harus dilakukan pertama kali jika hadirin Anda tertidur. Tapi, itu jelas bukan dengan memberikan perintah agar "peserta dilarang tidur dan jangan BBM an." Apalagi jika alasannya karena "disorot TV, tidak bagus. " o





















Tuesday, January 11, 2011

BABAD TANAH SUNDA

Sekitar 20 millenium yang lalu, di zaman es, Asia Tenggara adalah sebuah benua yang luasnya dua kali india dan meliputi apa yang kita sebut sekarang sebagai Indo-Cina, Malaysia dan Indonesia. Laut Cina Selatan, Selat Thailand dan Laut Jawa dulunya kering. Secara geologis, benua ini disebut Paparan Sunda atau Sundaland. Dari sanalah, Stephen Oppenheimer meyakini, lahirnya peradaban dan budaya yang lantas menyebar ke seluruh dunia

Hipotesis yang tak pelak membuat kita ge’er. Pusat peradaban dunia, je..Apalagi, beberapa waktu sebelumnya, terbit pula terjemahan buku karya Arysio Nunes Dos Santos, guru besar fisika nuklir dari State University of Campinas, Sao Paulo.Professor Santos menyatakan, Indonesia adalah bekas Atlantis yang hilang. Buku tentang ini juga sudah diterrjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Ufuk

Atlantis berarti surga, Filsuf Plato menulis, benua itu terbentang di seberang-seberang pilar pilar Herkules. Pada sekitar 9500 SM, tulis Plato, Atlantis tenggelam ke dalam samudera hanya dalam sehari semalam. Namun, Oppenheimer tidak berkisah atas dasar legenda Atlantis. Toh, buku Oppenheimer terbit lebih dulu ketimbang buku Santos. Eden In The East pertama kali diterbitkan oleh Phoenix Paperback, London, pada tahun 1998.

Oppenheimer adalah seorang dokter ahli genetic, awalnya ia terpukau melihat sebuah kelainan genetik pada masyarakat di pesisir pantai utara Papua yang mampu memproteksi diri dari serangan malaria. Menurutnya kelainan genetik ini adalah penanda adanya migrasi. Mutasi genetik yang sama juga ditemukannya di Polinesia Lantas, sang dokter menghabiskan waktunya untuk mempelajari struktur DNA manusia manusia Asia Tenggara dari Taiwan. Ia pun melakukan riset struktur DNA manusia sejak manusia modern ada ribuan tahun lalu. Dari sana ia meyakini, nenek moyang bangsa Polinesia lahir di Melanesia dan Asia Tenggara, lebih dari 5.000 tahun yang lalu. "Saya rasa, kebudayaan di Indonesia juga merupakan salah satu kebudayaan tertua di dunia," katanya.

Menurut Oppenheimer, elemen utama sebuah peradaban bukanlah kota, melainkan pertanian dan perikanan. Ia memandang, sistem pertanian di kawasan ini sudah terbilang maju. Oppenheimer menolak gagasan mainstream bahwa Asia Tenggara adalah pinggiran sejarah peradaban manusia yang berkernbang karena pengaruh peradaban lain yang lebih maju, seperti Cina, India, Timur Tengah,dan Eropa. Justru dari paparan Sunda lah semuanya berasal. Hingga zaman es berakhir dan suhu bumi menghangat.

Kala itu, permukaan air laut meningkat dan terjadilah banjir besar. Riset oseanografi, menurut "Babad Tanah Sunda" Oppenheimer memperlihatkan adanya tiga kali banjir besar di planet ini, yakni pada 12.000 SM, 9.000 SM, dan 6.000 SM Banjir banjir itu akhirnya menenggelamkan sebagian Sunda, dan membentuk pulau pulau yang kita kenal sekarang sebagai Nusantara. Tatkala banjir besar itu terjadi, jumlah penduduk Sundaland sudah terbilang banyak. Alih alih habis tenggelam, me reka kemudian tersebar ke seluruh belahan dunia. Rekonstruksi persebaran linguistik oleh Johanna Nichols mendukung dugaan ini. Menurut Nichols, bahasa bahasa Austronesia menyebar dari Indonesia Malaysia ke kawasan kawasan lainnya, lalu menjadi induk dari bahasa bahasa dunia. Banjir Sundaland yang menyebarkan penduduknya ke pelbagai belahan bumi itu juga yang membuat hampir semua kebudayaan di dunia kecuali Afrik memiliki cerita banjir besar yang menenggelamkan benua. Oppenheimer mencatat ada sekitar 500 kisah soal banjir di seluruh dunia dari Amerika hingga Polinesia. Inti ceritanya sama: ada banjir besar dan ada jagoan yang menyelamat kan banyak orang dengan kapal besar dan membawa hewan hewan. Bahtera itu lalu terhempas di puncak gunung dan orang orang dari kapal melanjutkan hidup baru mereka dari sana.

Di kitab suci, kita mengenal kisah bahtera Nuh. Orang Mesopotamia (Irak sekarang) menyebutkan, pahlawan yang menyelamatkan banyak orang dalam banjir itu bernama Utanapishtim. Tapi, orang Babilonia (selatan Irak) memanggilnya Athrasis dan orang India kuno menyebutnya Manu. Di Toraja, Oppenheimer menulis, mitos tentang banjir besar juga ada. Tongkonan (rumah adat Toraja) punya bentuk atap yang mirip perahu. Menurut cerita rakyat di sana rumah mereka di zaman dulu awalnya memang perahu yang setelah terjadinya banjir besar kemudian dipakai sebagai rumah. Suku Dayak Iban, juga punya kisah banjir yang menenggelamkan benua. Nabi Nuh versi mereka bernama Trow

Hubungan antara Sundaland dan wilayah lain di muka bumi semakin diperkuat oleh temuan Oppenheimer berupa ke¬samaan benda benda neolitik berusia7.500 tahun di Sumeria (sebelah tenggara Irak sekarang) dan Asia Tenggara. Dari Babilonia (selatan Irak sekarang)terdapat legenda tentang munculnya tujuh ilmuwan dari Timur. Kisah sejenis ada dalam beberapa folklore India dan daerah daerah di Nusantara. Hebatnya lagi, Oppenheimer menunjukkan cerita perseteruan anak anak Adam, Kain dan Abel (Qabil dan Habil) versi Asia Timur dan Pasifik. Di Papua Nugini, ada kisah Kullabop dan Manip yang juga bertikai karena saudara perempuan mereka. Bahkan penduduk asli Selandia Baru, menyebut perempuan per¬tama di dunia bernama Eeve. Mereka juga meyakini, manusia pertama dibuat dari tanah lempung berwarna merah. Itu sebabnya, menurut Oppenheimer jika benar Taman Eden tempat bertemunya Adam dan Hawa di bumi, menurut kitab suci benar benar ada, maka lokasinya pasti di Asia Tenggara, di bekas paparan Sunda. Toh, ada ayat dalam Geesis yang menyatakan Eden ada di Timur. o















Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes