Showing posts with label The Sedona Methode. Show all posts
Showing posts with label The Sedona Methode. Show all posts

Thursday, November 05, 2009


THE SEDONA METHODE


Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keluh kesah. Musababnya banyak: mulai dari yang bersifat jiwani seperti kurang bersyukur, irihati, ketaku-tan, ketamakan, khawatir, stres, frustrasi dan banyak hal lainnya; hingga yang bersifat ragawi seperti sakit fisik.

Banyak sekali metode yang ditawarkan untuk "mengobati" berbagai persoala di atas. Sebagian mujarab, sebagian lagi cabar (tak memiliki manfaat apa pun), Bukan karena metode tersebut tidak efesien, melainkan setiap pribadi mempuny kecocokan terhadap masing-masing metode. Itu sebabnya tak ada ruginya untuk mempelajari berbagai metode, karena pada prinsipnya berbagai metode sejenis mempunyai tujuan tunggal: membimbing manusia meraih kebahagiaan sejati.

Salah satu metode yang pantas dipelajari dan dihayati adalah Metode Sedon; Apakah Metode Sedona? Melalui bukunya The Sedona Method, Cara Dahsyat Melepaskan Belenggu Pikiran & Emosi untuk Memasuki Kebahagiaan Sejati, Hale Dwoskin membedah tuntas metode ini.

Dalam buku yang diterjemahkan dan diterbitkan Ufuk Publishing House ini Hale membuka cakrawala tentang metode "pelepasan" terhadap beban-beban yang selama ini menghambat kemajuan kita ke arah capaian menjadi manusia yang merengkuh kebahagiaan sejati. Pembaca awam sekalipun tidak akan kebin langkah demi langkah oleh Hale. Apa pun tujuan kita hidup dan apa pun profesi kita metode ini bisa dijadikan “kendaraan” ke arah tujuan (Sukatna Panca M)




Tuesday, November 03, 2009















Gbr.1 Presentasi Materi Metode Sedona















Gbr.2 Salah Satu Teknik Didalam Metode Sedona


SEDONA METHODE TRAINING ANGKATAN 01-JAKARTA 2009

Metode Sedona menyapa Jakarta. Sapaan tersebut berbentuk training dan pelatihan yang dilaksanakan di Jakarta tanggal 31 Oktober & 1 November 2009. Bagi Anda yang familiar dengan metode psikologi untuk mencapai ketenangan dan kebahagiaan, Sedona Method tentu tak asing lagi terdengar. Bersama masyarakat umum yang baru mengenal Metode Sedona, pelatihan tersebut terasa sangat spesial dan berarti. Tidak kurang dari 2 (dua) bulan peserta tersebut harus bersabar menanti terselenggaranya pelatihan tersebut.

Pelatihan tersebut menjadi 2 (dua) hari. Hari pertama, peserta diberikan materi pengenalan tentang Sedona Method, pengenalan teknik “menghadirkan” dan pengenalan teknik “pelepasan”. Pada materi-materi pengenalan tersebut diperkenalkan materi pendukung untuk menjelaskan logika psikologis jalan kerja Metode Sedona. Materi yang dimaksud adalah materi law of attraction, fisika kuantum, law of resonance, law of connection, theory of vibration quantum, zona ikhlas, the power of giving dan sebagainya. Teori-teori tersebut dipandang perlu untuk diperkenalkan agar peserta mmahami jalan kerja dan hukum yang berlaku di Metode Sedona. Pengenalan tersebut dibawakan secara presentatif dengan gambar, hasil penelitian psikologi dalam video serta gelombang yang bisa mengganti transmisi beta di peserta ke alfa atau tetra. Acara tersebut dipandu oleh Bapak Hendro Prabowo langsung beserta staf-staf instruktur Sedona Methode dan Bapak Rani Badri Kalianda. . Tidak ketinggalan pula pak Oji yang memiliki kemampuan untuk memantau perubahan aura peserta sehingga bisa dipantau apakah training tersebut telah berhasil mencapai tujuannya pada masing-masing peserta.

Pada hari kedua, pelatihan lebih dititikberatkan pada praktek Metode Sedona secara intensif. Intensifitas tersebut berbentuk teknik-teknik penghadiran-menyelami-melepaskan beban, pelepasan belenggu emosi dan nafsu serta tekniik keterbukaan diri dalam menerima kecerdasan ilahi. Perubahan besar terjadi pada hari tersebut. Ketenangan dan pemaknaan hakekat pasrah lebih difahami dan dipraktikkan dengan mudah oleh peserta sehingga pemberian materi-materi teknik Sedona lebih lancar diterapkan. Pada akhir acara peserta dibimbing untuk tidak hanya melepaskan beban belenggu ingatan dan memori yang menutup pintu kecerdasan ilahi tetapi juga diperkenalkan teknik pelepasan sifat-sifat dasar energi manusia yang bertendensi negatif seperti nafsu dan ambisi untuk mencapai meningkatkan kepasrahan lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Acara tersebut berakhir Pk.17.30 WIB dan ditutup dengan ramah tamah, silaturahmi dan foto bersama antara peserta dan instruktur. Tanpa kenal lelah, instruktur memberikan penjelasan ke peserta mengenai jadwal pelatihan berikutnya yang tidak sabar ingin diikuti peserta dengan antusiasme yang tinggi.



Reported by Muhammad Sadan




Sunday, September 06, 2009


MELEPAS BELENGGU EMOSI UNTUK RAIH KEBAHAGIAAN

Metode terbaru ini dianggap sebagai yang terbaik dan teknik lanjutan bagaimana mengendalikan hawa nafsu yang menyelimuti emosi dan pikiran manusia
(Wasis Wibowo, Seputar Indonesia, September 2009)

Manusia diciptakan memiliki lawa nafsu yang selalu menyelimuti dalam pikiran dan emosi. Hawa nafsu inilah yang sering nemengaruhi tingkah laku manusia dalam berinteraksi dan nelakukan berbagai aktivitas. Karena itu, hawa nafsu yang membawa manusia menjadi sosok yang baik sekaligus membuat terperosok menjadi makhluk yang buruk.

Untuk menjadi manusia yang baik, tentu tak bisa dilakukan lengan cara menghilangkan hawa nafsu. Sebab, hawa nafsu tak bisa dilenyapkan dalam diri manusia. Tak ada kekuatan yang mampu nenghilangkan hawa nafsu sehingga segala upaya untuk melenyapkan hawa nafsu akan nembuat manusia menderita.

Namun, bila manusia membiarkan hawa nafsu menguasai dirinya, maka dia akan menjadi liar. Hal itu, jelas bisa mengiring manusia ke dalam berbagai keburukan, bahkan menghancurkan diri sendiri.Meski demikian, hawa nafsu bisa dikendalikan. Dan, manusia yang bisa mengendalikan hawa nafsunya akan mencapai kebahagiaan.

Untuk mengendalikan hawa nafsu dapat dilakukan dengan berbagai metode dan pendekatan yang telah banyak dikembangkan saat ini. Salah satunya melalui pendekatan psikologi dengan menggunakan metode Sedona. Kunci dari metode Sedona adalah dengan melepaskan (letting go).

Metode terbaru ini dianggap sebagai yang terbaik dan teknik lanjutan bagaimana mengendalikan hawa nafsu yang menyelimuti emosi dan pikiran manusia. Selama ini dalam psikologi dikenal dua cara yang populer, yaitu menekan dan mengekspresikan. Metode Sedona ini terbukti mampu melepaskan belenggu emosi dan pikiran buruk manusia untuk mencapai kebahagiaan.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang metode Sedona, semua diuraikan secara apik dalam buku The Sedona Methode karya Hale Dwoskin yang diterbitkan Ufuk Publishing House. Buku setebal 476 halaman ini secara garis besar terbagi dalam dua bagian, pertama mengajak kita menjelajahi proses atau teknik pelepasan (letting go) dasar dan motif-motif yang membatasi manusia mencapai kebahagiaan. Bagian kedua, kita akan diajak menjelajahi beberapa wilayah hidup manusia yang bisa dipengaruhi dengan metode Sedona.

Buku ini menjelaskan secara sederhana penerapan metode Sedona, hanya dengan mengajukan tiga pertanyaan kepada diri sendiri. Ketiga pertanyaan itu adalah, Bisakah? Bersediakah ? dan Kapan ?. Ketiga hal itu bisa dilakukan dengan menutup mata seperti bermeditasi atau menuliskannya di atas kertas.

Dengan cara yang sederhana ini, kita diajarkan untuk melepaskan sembilan kondisi emosi yang selalu melekat pada manusia. Di antaranya, perasaan lesu, nafsu, sedih, takut, marah, bangga, semangat, menerima, dan ikhlas. Metode ini mampu melepaskan berbagai beban yang sering membelenggu manusia dan mengantarkan meraih kebahagiaan yang diimpikan.

Buku ini menarik karena tak hanya berisi penjelasan tentang metode Sedona, juga disertakan panduan bagi kita untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Membaca buku ini sama dengan kita mengikuti kelas-kelas yang mengajarkan metode Sedona. Alangkah lebih baiknya bila ada seorang pembimbing agar berbagai instruksi bisa dilakukan dengan baik.


(wasis wibowo)

Thursday, August 27, 2009

BAHAGIA TANPA EMOSI JAHAT

Jika Anda termasuk seorang pencari (spiritual seeker), buku ini mung-kin bisa menghapus dahaga Anda.
(Bisnis Indonesia, Agustus 2009)

Banyak dan beragam jawaban yang diberikan jika orang ditanya apa yang ingin diraih dalam hidup ini, mulai dari ingin memiliki rumah, kendaraan mewah, anak-anak yang pandai, karier yang menjanjikan, dan lain-lain.

Semua jawaban tersebut jika ditelurusi lebih jauh akan bermuara pada satu jawaban, yakni bahagia. Semua orang ingin bahagia dalam hidupnya. Memiliki rumah yang bagus diharapkan mendapatkan kesenangan dan pada akhirnya dia berpikir bahwa hal itu akan mendatangkan kebahagiaan.

Ironisnya, ketika semua hal itu didapat, kebahagiaan tidak serta-merta hadir. Orang mengejar kebahagiaan tetapi sedikit sekali yang bisa meraihnya. Termasuk yang pernah dialami Lester Levenson yang mene-mukan Metode Sedona.

Levenson adalah ahli fisika dan pengusaha sukses. Dia mencapai puncak kesuksesan saat berusia 42 tahun pada 1952, tetapi dia tidak bahagia dan sakit-sakitan. Dia dirundung banyak masalah kesehatan seperti pembesaran lever, batu ginjal, limpa, kelebihan kadar asam, bisul yang melubangi dadanya serta depresi.

Dia juga terkena serangan jantung koroner hingga dua kali, sehingga dokter mengirimnya ke apartemen Central Park South Penthouse di New York City untuk kematiannya.

Untungnya Levenson adalah orang yang menyukai tantangan. Dalam putus asanya dia mendedikasikan dirinya untuk kembali ke laboratorium dan mencoba mencari jawaban.

Akhirnya, dia menemukan suatu cara yang ampuh untuk pengembangan diri, suatu cara melepaskan semua pembatasan diri yang kemudian dia gunakan dalam periode 3 bulan berikutnya.

Pada akhir periode tubuhnya benar-benar sehat kembali dan memasuki kondisi yang benar-benar damai sebelum ajal menjemputnya pada 18 Januari 1994.

Dia menemukan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak terbatas. Terbatas hanya karena konsep dari keterbatasan yang dipegang dalam pikiran. Konsep batasan tersebut tidak benar.

Pelepasan kekuatan pada Metode Sedona karena Levenson mempraktikkannya untuk dirinya sendiri. Dia menjadi sumber dari pemecahan masalah, sehingga dia mampu mengajarkannya kepada orang lain dengan sama baiknya. Salah satu inti dari metode ini adalah pelepasan.

Metode Sedona adalah suatu teknik yang bisa digunakan setiap hari saat waktu luang. Terdapat tiga cara pendekatan dalam proses pelepasan dan semuanya menghasilkan hal yang sama yakni membebaskan kemampuan alami Anda untuk melepaskan beberapa emosi yang tidak diinginkan seketika dan mengizinkan beberapa energi yang ditekan di bawah sadar menghilang.

Kehadiran buku ini tentu makin melengkapi buku sejenis yang menyangkut pengembangan kepribadian dengan cara dan metode yang lebih spesifik. Jika Anda termasuk seorang pencari (spiritual seeker), buku ini mung-kin bisa menghapus dahaga Anda.

Metode Sedona diklaim menawarkan cara terapi yang sederhana yang bisa membantu keberhasilan banyak orang di berbagai bidang. Bagi Anda yang serius menekuni masalah ini tidak menjadi hambatan. Namun, bagi Anda yang menginginkan cara pal¬ing praktis, buku ini terlalu tebal untuk sekadar mendapatkan kiat-kiat tersebut.

Wednesday, August 12, 2009






























Gbr.1&2. Suasana on air Metode Sedona di Mustang FM



SEDONA METHODE DI MUSTANG FM

Pada pertengahan Agustus 2009, bekerjasama dengan Mustang FM, 88.0 Mhz, diselenggarakan talk show Sedona Methode yang diselenggarakan di “markas” Mustang FM di Wisma Nusantara Lt.25 Jakarta. Talk show ini terselenggara lewat antusiasme pengelola radio tersebut bersama pendengarnya mengenai untuk mempraktekkan teknik sederhana namun berdampak luar biasa pada peserta yang melaksanakannya.

Talk show berlangsung sejak Pk.17.30 WIB hingga selesai. Hadir pada acara tersebut Ahmad Taufiq selaku Managing Director Ufuk Publishing House dan Heru Prabowo yang telah melatih teknik tersebut pada beberapa pelatihan yang diselenggarakan di Yogyakarta dan Bali. Diskusi berlangsung atraktif dan dinamis serta penuh canda tawa.

Acara yang berlangsung selama 1 jam tersebut menjawab beberapa pertanyaan mendasar penelepon yang berhubungan dengan metode Sedona. Antara lain adalah, “ Bagaimana cara menerapkan Metode Sedona dalam aktivitas sehari-hari di rumah?” Pertanyaan lain adalah, “ Sejauh mana pentingnya Metode Sedona tersebut dalam kehidupan sehari-hari?”. Dengan gesit dan sarat informasi, para narasumber menjawab pertanyaan tersebut dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penelepon pada malam tersebut.





MELURUSKAN SEJARAH YANG BENGKOK

...buku ini juga membahas konsep, latar belakang, manf aat, tujuan, serta filosofi dari Metode Sedona. Ini merupakan kelebihan yang membuat buku ini istimewa
(Muhammad Mishbah, Seputar Indonesia, Agustus 2009)

Lagu Let it be milik The Beatles dalam salah satu liriknya tertulis "and when the night is cloudy, there's stil laligh ttha tshine son me, shine unti l tomorrow, let it be." Lirik tersebut sederhana tapi mengandung makna yang sangat dalam: segala sesuatu yang telah terjadi biarlah terjadi. Lirik ini mengingatkan kita akan manusia yang penuh dengan keterbatasan. Manusia selalu menginginkan peran lebih dalam mengatur kehidupan ataupun kendali atas kondisi-kondisi yang terkait dengannya.

Akan tetapi, seperti yang sering kita rasakan juga, sering takdir berkata lain. Apa yang telah kita rencanakan dapat berubah 180 derajat hanya dalam hitungan detik. Apa yang telah kita raih dapat dengan mudah hilang sekejap mata. Apa yang dapat kita lakukan setelah itu ? Let it be. Begitu kata The Beatles. Lirik tersebut juga memiliki muatan filosofis yang dalam, berupa pengakuan keterbatasan meskipun telah semua dilakukan, atau dalam tradisi filsafat Jawa keharusan mengakui keterbatasan dan pasrah atas apa yang diterima, nrimo ing pandum.

Keterbatasan (limitation) selalu digunakan manusia untuk menoleransi segala bentuk perasaan yang sebenarnya mengganggu dirinya yang kemudian masuk dan menggerogoti sisi-sisi kearifan. Contoh mudah ketika kita putus cinta, menyadari bahwa sang kekasih tidak dapat menerima kita apa adanya, kita hanya terdiam dan menyesali kekurangan yang kita miliki. Pikiran kita atau lebih tepat dikatakan asumsi telah mengondisikan jiwa kita untuk menganggap bahwa kita memang benar- benar terbatas.

Kenyataan bahwa manusia memiliki keterbatasan adalah benar. Namun, argumentasi yang menyatakan bahwa manusia memiliki cara yang tidak terbatas untuk mengatasi keterbatasan tidak dapat dianggap salah. Hal inilah yang diangkat oleh Hale Dwoskin di dalam bukunya The Sedona Method. Dwoskin berpendapat bahwa sesungguhnya manusia dapat dengan mudah melewati berbagai keterbatasan yang dimilikinya dengan sebuah kata kunci letting go (melepaskan). Berbeda dengan The Beatles yangmenawarkan let it be (biarkanlah), Dwoskin memberikan let it go (lepaskanlah).

Konsep "melepaskan" merupakan inti dari Metode Sedona (The Sedona Method). Metode Sedona adalah sebuah metode praktis untuk melepaskan perasaan-perasaan dalam jiwa yang bersifat memberatkan, menghambat, membingungkan, ataupun segala rasa yang tidak baik bagi si pemilik perasaan. Metode Sedona akan membukakan pintu-pintu kebahagiaan tanpa batas (unlimited) dan seperti yang dikatakan Dwoskin di dalam pendahuluannya (hlm xx), "menjadikan kita sebagai seorang penemu spiritual, bukannya pencari spiritual". Dengan cara "melepaskan", kita akan terbebas dari belenggu pikiran dan emosi. Di dalam praktiknya, "melepaskan" tidak sesulit bermain catur. Bahkan, kalau boleh dibilang, inilah cara termudah dalam meraih kebebasan. Terdapat lima buah pertanyaan inti yang menjadi kunci dari "melepaskan". Pertama, apa yang kita rasakan saat ini? Kedua, bisakah kita menerima perasaan ini? Ketiga, bisakah kita melepaskannya? Keempat, bersediakah kita melepaskannya? Kelima, kapan?

Manusia memiliki empat keinginan dasar yang hadir di bawah pikiran-pikiran emosi, keyakinan, sikap, dan perilaku. Keinginan-keinginan itu antara lain keinginan untuk mengendalikan, keinginan atas pengakuan, keinginan rasa aman, serta keinginan untuk menjadi terpisah. Proses pelepasan terhadap keempat keinginan dasar ini akan membantu kita menuju kebahagiaan sejati, rasa bebas yang sebebas-bebasnya. Terdapat sebuah kenyat aan bahwa proses pelepasan salah satu keinginan dasar ini berarti juga melepaskan keinginan yang berlawanan terhadapnya." Seperti melempar koin, Anda tidak dapat melempar ke udara kecuali Anda melambungkan kedua mata koin bersama-sama"(hlml57).

Metode Sedona juga digunakan untuk melepaskan kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita lakukan. Sebagai contoh, seandainya kita ingin keluar dari kebiasaan merokok, biasanya, kita bertekad "saya tidak akan pernah merokok lagi". Kenyataannya, komitmen ini hanya akan bertahan satu dua hari. Dengan Metode Sedona, kita menegaskan tekad yang sedikit lain, "saya akan merokok, tetapi saya akan melakukan pelepasan terlebih dahulu". Begitulah. Kita harus melepas perasaan untuk melakukan kebiasaan buruk itu terlebih dahulu. Alasannya, karena semua pola kebiasaan dalam diri kita terkunci di dalam pola perasaan. Jadi, jika kita melepaskan perasaan, kita membebaskan pendorong terjadinya kebiasaan tersebut.

The Sedona Method sangat praktis dan menyerupai buku panduan dasar-dasar Metode Sedona. Artinya, jika ingin "mencicipi" dasar-dasar Metode Sedona, pembaca dapat secara langsung berpraktik berdasarkan buku ini tanpa perlu mengikuti training khusus yang secara resmi diadakan Sedona Training Associates, sebuah lembaga resmi yang dipimpin oleh Hale Dwoskin dan berfungsi sebagai tempat mengajarkan Metode Sedona.

Lebih dalam lagi, buku ini juga membahas konsep, latar belakang, manf aat, tujuan, serta filosofi dari Metode Sedona. Ini merupakan kelebihan yang membuat buku ini istimewa.Selain itu, kisah-kisah nyata yang diselipkan juga dapat membantu pembaca memahami teori-teori yang diberikan secara lebih menyeluruh. Kekurangan buku ini terletak pada penggunaan beberapa kalimat yang agak "berputar-putar" sehingga memerlukan konsentrasi tersendiri untuk memahaminya.(*)

Muhammad Mishbah.
Peneliti di Pusat Kajian
Strategik dan Pertahanan (CSDS),
PascasarjanaUl
Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes