Showing posts with label *Majalah Figur. Show all posts
Showing posts with label *Majalah Figur. Show all posts

Monday, January 18, 2010


ATLANTIS ITU INDONESIA

Dalam banyak hal, buku ini berhasil mengkonfirmasi kebenaran kitab suci dan mitologi, mengawinkan sains dan agama
(Hendri F Isnaeni, Majalah Figur, Januari 2010)

Atlantis yang dalam bahasa Yunani adalah Pulau Atlas merupakan pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Critias. Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar di seberang pilar-pilar Herkules, dan memiliki angkatan laut yang menaklukan Eropa Barat dan Afrika 9.000 tahun sebelum waktu Solon atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam". Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik. Meskipun fungsi cerita Atlantis terlihat jelas oleh kebanyakan ahli, mereka memperdebatkan apakah dan seberapa banyak catatan Plato diilhami oleh tradisi yang lebih tua. Beberapa ahli mengatakan bahwa Plato menggambarkan kejadian yang telah berlalu, seperti letusan Thera atau perang Troya, sementara lainnya menyatakan bahwa ia terinspirasi dari peristiwa kontemporer seperti hancurnya Helike tahun 373 SM atau gagalnya invasi Athena ke Sisilia tahun 415-413 SM.

Masyarakat sering membicarakan keberadaan Atlantis selama Era Klasik, namun umumnya tidak mempercayainya dan terkadang menjadikannya bahan lelucon. Pada abad pertengahan, kisah Atlantis kurang diketahui dan diminati. Namun, pada era modern, cerita mengenai Atlantis mengemuka kembali. Deskripsi Plato menginspirasikan karya-karya penulis zaman Renaisans, seperti New Atlantis (1627) karya Francis Bacon. Atlantis juga mempengaruhi literatur modern, dari fiksi ilmiah, buku komik, hingga film. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju (dan hilang).

Pertanyaannya dimanakah Atlantis tenggelam? Sejak Ignatius L. Donnelly, mempublikasikan karyanya Atlantis: the Antediluvian World (1882), usulan lokasi Atlantis bermunculan. Beberapa hipotesis merupakan hipotesis arkeologi atau ilmiah, sementara lainnya berdasarkan fisika atau lainnya. Banyak tempat usulan yang memiliki kemiripan karakteristik dengan kisah Atlantis (air, bencana besar, periode waktu yang relevan), tetapi tidak ada yang berhasil dibuktikan sebagai kisah sejarah Atlantis yang sesungguhnya. Dari sekian banyak daerah yang diusulkan sebagai lokasi Atlantis, salah satunya Indonesia. Antarktika, Indonesia, di bawah segitiga Bermuda disebut Bill Hanson dalam The Atlantis Triangle (2003).

Ilmuwan yang yakin bahwa Atlantis berada di Indonesia adalah Prof. Arysio Santos. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, Geolog dan Fisikawan Nuklir Brasil ini menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato's Lost Civilization (2005) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit Ufuk Publishing House. Santos memastikan kepada dunia bahwa situs Atlantis adalah Indonesia. Ciri-ciri Atlantis yang dicatat Plato dalam dua dialognya berjudul Timaeus dan Critias, secara mengejutkan, sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia.

Menurut Santos, Atlantis adalah negeri tropis berlimpah mineral dan kekayaan hayati. Namun kemudian, segala kemewahan itu lenyap, tersapu bencana mahabesar yang memisahkan Jawa dari Sumatra, menenggelamkan lebih dari separuh wilayah Nusantara. Gunung Berapi Krakatau menjadi sumber bencana global tersebut (diperkirakan terjadi 11.600 tahun yang lalu). la meletus, menimbulkan rentetan gempa dan tsunami mahadahsyat, seratus kali lebih besar dari bencana Aceh 2004, yang pada puncaknya mengakhiri Zaman Es. Beberapa kitab suci menyebut bencana itu sebagai "Banjir Semesta". Santos juga mengungkapkan fakta bahwa Atlantis adalah tempat ilmu dan penemuan besar manusia muncul kali pertama (budaya bercocok tanam, bahasa, metalurgi, astronomi, seni, dll.); dan peradaban-peradaban sesudahnya (Yunani, Mesir, Maya, Aztec, Inca, dll.) sesungguhnya dibangun oleh bangsa Indonesia, yang mengungsi dari bencana, dan mewariskan pengetahuannya ke negeri baru mereka; sehingga ada banyak persamaan budaya dan arsitektur di setiap peradaban (teori difusi budaya).

Dalam banyak hal, buku ini berhasil mengkonfirmasi kebenaran kitab suci dan mitologi, mengawinkan sains dan agama. (Hena)

Monday, December 14, 2009


KISAH SAUDAGAR PERANG

Buku ini mengisahkan liku-liku kehidupan Bout, pedagang senjata yang jaringan globalnya memfasilitasi pembantaian dan menciptakan medan-medan perang.
(Majalah Figure, Desember 2009)


PERDAGANGAN senjata pada dasarnya legal. Bahkan, baru-baru ini, Komisi Satu Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi perlucutan senjata dan perdamaian mengusulkan resolusi yang menyerukan perlu adanya perjanjian untuk memperkuat pengawasan perdagangan senjata internasionaL Resolusi ini mendapat dukungan dari 153 negara, 19 negara lainnya absen, dan hanya Zimbabwe yang bersuara menentang resolusi itu.

Sebenarnya, resolusi tersebut telah disepakati pada tahun 2006, namun Amerika Serikat, eksportir senjata terbesar di dunia, sebagai satu-satunya negara yang menentangnya. Mengapa demikian? Tentu saja, Amerika Serikat ingin leluasa menguasi pasar dunia.

Di samping perdangan legal, ternyata transaksi jual beli senjata ilegal jauh lebih besar. Gambarannya bisa ditonton dalam film Lord of War (2005). Film ini mengisahkan pengalaman seorang penjual senjata (arm dealer) berasal dari Ukraina yang tinggal di Brooklyn, New York, Amerika Serikat bernama Yuri Orlov (Nicholas Cage).

"There are over 550 million firearms in worldwide circulation. That's one firear mjbr every twelve people on the planet. The only question is: How do we arm the other 11?" Begitulah narasi awal mengantarkan Yuri Orlov memulai bisnisnya. Pasar terbesar dalam bisnis ini adalah konflik antar rakyat dalam suatu negara atau antar negara tetangga yang saling berdekatan.

Dalam memutar roda bisnisnya, Yuri Orlov tanpa merasa bersalah. Itulah yang membuatnya survive. Akan tetapi, uang atau sex bukanlah motivasi utamanya melainkan "The only Job I'm good at." Dirinya sudah terkondisi dengan kenyamanan atas pekerjaannya.

Bagian yang menarik adalah ketika Yuri Orlov "jatuh tertimpa tangga" karena ditinggal man' adiknya, dipersalahkan oleh kedua orangtuanya, ditinggalkan istri dan anaknya, dan ditangkap oleh interpol.

Di akhir film, ada catatan, bahwa cerita ini diinspirasikan oleh kisah nyata dan renungan bahwa lima penghasil terbesar di dunia adalah Amerika, China, Inggris, Perancis, dan Soviet negara ini adalah anggota tetap Keamanan PBB. Yuri Orlov yang "berdarah dingiri" menjual maut. Pada kenyataannya dilakukan oleh Viktor Baut seorang per wira Angkatan Udara Uni Soviet yang menebar perang dari Afrika sampai Afghanistan.

Buku ini mengisahkan liku-liku kehidupan Bout, pedagang senjata yang jaringan globalnya memfasilitasi pembantaian dan menciptakan medan-medan perang.

Namun, Amerika Serikat sebagai "polisi dunia" tidak banyak berbuat membongkar kejahatan internasional ini. Bahkan, Amerika Serikat membayar Bout jutaan dolar untuk menerbangkan senjata dan suplai militer mereka di Irak dan Afghanistan. Dengan kelihaian Bout dan lemahnya internasional, Saudagar Perang ini berhasil meloloskan diri dari setiap upaya untuk meruntuhkan jaringannya, bisnisnya terus berkembang sehingga pun terus laggeng.

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes