Showing posts with label Gara Gara Obama. Show all posts
Showing posts with label Gara Gara Obama. Show all posts

Monday, November 02, 2009
















Gbr.1 Ilham "Obama" menyemangati salah satu korban gempa Sum-Bar













Gbr.2 Ilham "Obama" memeriahkan suasana di La Codefin-Jakarta


OBAMA KAYA RAYA ??

Obama kaya raya ? Itu kata orang. Lagipula jika Anda mengganggap Obama kaya raya dan banyak uang Anda akan terbentur pada dua pertanyaan, Pertama, Darimana sumber informasinya ? Kedua, Obama yang mana ya ?

Jika Barack Obama yang Anda maksud, maka anggapan tersebut tidak perlu diragukan lagi. Jika yang Anda maksudkan adalah Ilham “Obama” Anas maka Anda perlu berfikir ulang. Mengapa ? Karena dari sekian banyak tawaran iklan, undangan, memandu acara dan sejenisnya, Ilham “Obama” Anas tidak mengenakan “honor”.

Tidak percaya ?

Bagi Anda yang mengunjungi La Codefin Cafe di bilangan Kemang, Jakarta Selatan hari Jumat (30/10.2009) Pk.20.30 WIB tentu akan mengerti. Mengapa ? Karena cafe yang menjadi barometer hang out remaja, ekspatriat dan eksekutif muda “buang receh” tersebut digelar acara haru untuk membantu dan mengumpulkan segala daya upaya untuk membantu korban gempa Sumatera Barat yang (masih) tertimpa musibah dan (masih) menderita hingga saat ini.

Acara amal yang digelar oleh volunteer-volunteer tersebut digelar secara sukarela. Acara yang digelar pada Pk.20.00 WIB tersebut dihadiri oleh Five Minutes, penyanyi Astrid dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan pula Ilham “Obama” Anas yang datang beserta tim pendukungnya di acara tersebut.

“ Wah..gile mas. Macet di mana mana,” ucap Ilham “Obama” Anas sambil menenteng jas yang masih berada dalam selimut dan mengepulkan asap rokok favoritnya ke Ufuk Publishing House. “ Sebentar ya mas, saya langsung ketemu ama panitianya dulu,” lanjut Ilham sambil menyeka kulitnya yang dibanjiri keringat.

Acara yang digelar tersebut tersebut mulai berlangsung. Mulai dari pembacan sajak dan pagelaran musik khas Sumatera Barat hingga tampilnya Astrid, Five Minutes dan lain sebagainya. “ Eh..sebentar-sebentar. Acara yang kita gelar ini ternyata juga dihadiri oleh orang nomer satu loh!” ujar pembawa acara dengan lantang. “ Siapa maksud loe ? SBY ?“ balas rekannya. “ Bukan..katanya Obama..psst..Obama loh,” jawab sang pembawa acara. Lalu Ilham “Obama” datang masuk sembari melambai-lambaikan tangan khas ala Obama. Setelah memberi kalimat-kalimat penyemangat serta kalimat empati untuk membangkitkan kepedulian pada masyarakat Sumatera Barat lantas Ilham “Obama” pun beristirahat sejenak.

“ Cape mas?” tanya saya. “ Ya..lumayan,” balas Ilham “Obama”.
“ Berangkat ham berapa dari kantor?” tanya Ufuk Publishing House. “Abis pulang kantor aja mas. Langsung buru buru ke sini. Was-was juga kalo gak keburu,” ujar Ilham
“Mas mau minta apa saya traktir deh,” ucap Ilham Obama
” Oh tidak mas makasih. Kebetulan ada undangan sebelum kesini jadi sudah cukup kenyang,” ucap kami diplomatis.

“ Dari raut wajah mas, kelihatannya capai sekali ya. Apalagi minggu kemarin mas full gak ada libur. Gak capai mas?” tanya kami.

“ Capai mas. Tapi kami bawa enjoy aja. Kalo di bawa terlalu dalam gak ada habisnya. Yang paling membuat lelah dan deg-degan itu kalo sampai di lokasi undangan harus on time jam sekian. Padahal saya kan harus professional dengan pekerjaan utama saya sebagai fotografer. Kadang sore sore di kantor lagi sibuk banget. Tapi saya berusaha gak kecewakan pengundang. Undangan apapun kami layani selama cocok waktunya. Makanya kami bekerja seprofessional di kantor selama jam kerja lalu berusaha on time ke undangan-undangan meski harus tak sempat beristirahat,” lanjurnya sambil bersandar di sofa empuk melepas lelah.

“ Bener gak sih mas kalo profesi sebagai impersonator Obama menghasilkan banyak melimpah penghasilannya?” tanya kami.

“Kata siapa mas ? Kesini aja kami rela gak dibayar. Transport juga sendiri. Padahal dari kantor loh (kebon jeruk—red). Tapi kadang dapat honor tapi gak banyak. Yang penting bisa memenuhi permintaan orang orang untuk hadir,” sembari mata sayu lelahnya menemani obrolan kami berdua.

“ Setelah ini undangan darimana lagi mas?” tanya kami
“ Minggu ini (1/11/2009) saya ke Cina. Ada undangan dari Greenpeace China untuk syuting pembuatan materi kampanye perubahan iklim,” lanjut Ilham “Obama”

“ Asyik dong. Bisa jalan-jalan? “ tanya kami. “Jalan-jalan apa mas ? Lama penerbangan ke Cina ajam sekitar 11 jam. Selasa dini hari saya sudah ada di Jakarta. Paginya saya harus kerja ke kantor lagi. Mana sempat jalan-jalan, “ jelas Ilham “Obama”

“ Wah..salut deh mas. Saya gak sangka semua yang mas kerjakan mas kerjakan semua dengan ikhlas tanpa kenal lelah. Mungkin tidak semua orang mau “seikhlas” mas,” ucap kami.

“ Ah..biasa aja mas. Ayo mas makan atau minum atuh, “ celetuk Ilham spontan. Celetukannya kadang terpotong oleh permintaan pengunjung untuk foto bersama meski saya faham pasti sang Obama ini lelah sekali. Toh di tengah kelelahannya ia masih nampak berusaha keras tersenyum untuk membagikan kebahagiaan dengan orang lain yang mengalami keringnya kebahagiaan di tempat tersebut.

“ Terima kasih banyak mas. Udah mau mampir nengok saya. Hatur nuhun pisaan. “ ucapnya mengiringi kami pergi meninggalkan lokasi yang membuat temaram makin lelah oleh hingar bingar.

Tersayup di kejauhan kami mendengar nama “Obama....Obama !!!” diteriakkan dengan penuh sukacita oleh pembawa acara. Kembali, kami teringat wajah tulus yang harus berjibaku keras dengan kelelahan tanpa akhir.

Kami hanya bisa menarik napas panjang sambil meninggalkan malam menuju peraduan




Reported by Muhammad Sadan

Tuesday, October 27, 2009




















Gbr.1 Ilham "Obama" Anas di Stand Ufuk Publishing House













Gbr.2 Ilham Obama beserta pengurus Publisher & Library Expo 2009


OBAMA KUNJUNGI PUBLISHER & LIBRARY EXPO 2009

Ilham “Obama “ Anas kembali menyemarakkan ajang event pameran yang berlangsung di Jakarta. Setelah sebelumnya Ilham “Obama” Anas banyak hadir dalam event berskala nasional, bintang iklan tersebut hadir untuk memberikan dukungan publisher & Library Expo 2009. Kehadiran Ilham “Obama” pada tanggal 25 Oktober 2009.dimulai sejak Pk.15.30 WIB. Setelah membentuk barisan di pintu depan gedung Istora Senayan Jakarta sembari diiringi lagu negara Amerika Serikat. Barisan rombongan Ilham “Obama” Anas memasuki koridor sepanjang 20 meter pada lantai utama gedung Istora Senayan. Sepanjang jalan Ilham “Obama “ Anas meneriakkan kata-kata penyemangat “ Hello, Yes We Can” atau “ Yess, Indonesia Change We Can “

Kehebohan seisi gedung langsung sontak terasa, bahkan sebelum rombongan memulai perjalanannya mengelilingi seisi gedung para pengunjung telah berebut untuk foto bersama Ilham “ Obama “ Anas. Setelah berkeliling seisi gedung Ilham “Obama” Anas mengakhiri perjalanannya di Ufuk Publishing House. Kedatangannya adalah untuk memperkenalkan karyanya yang berjudul Gara Gara Obama yang diperkenalkan Ufuk Publishing House. Menurutnya, karyanya tersebut merupakan karya humanis yang ditulis berdasarkan pengalamannya sehari hari. Ia mengakui bahwa ia sengaja menuliskan pengalamannya sehari-hari dengan ringan dan jenaka agar tidak berat untuk dibaca dan dinikmati pecinta buku dan masyarakat. Selama 30 menit lamanya Ilham “Obama” Anas berada di stand Ufuk Publishing House untuk melayani penggemarnya.

Setelah 30 menit berada di stand Ufuk Publishing House, Ilham “Obama” Anas meninggalkan lokasi sembari berkeliling koridor Istora Senayan untuk kedua kalinya. Pada momen ini, Ilham “Obama” mengunjungi pesulap yang dengan mahir memainkan kecepatan triknya dengan merobek selembar uang Rp.50.000,- dan menyambungnya kembali dengan sempurna. Kunjungan Ilham “Obama” diakhiri dengan foto bersama seluruh pengurus inti Penyelenggara Publisher & Libraryt Expo 2009.





Writed by Muhammad Sadan








Monday, October 12, 2009


Gbr.1 Ilham Obama Anas saat tampil membahas gempa Sumatera Barat di
Bukan Empat Mata-Trans 7


BUKAN EMPAT MATA UNDANG ILHAM “OBAMA” ANAS BERBAGI GEMPA SUMATERA BARAT


“Vega lebaaay..vega lebaaay..aku nggak ngomong begitu kok…” tutur Tukul Arwana pada acara Bukan Empat Mata-Trans 7 pada episode Kamis, 8 Oktober 2009. Acara yang digagas tim Bukan Empat Mata tersebut mengangkat tema tentang Gempa Sumatera yang terjadi pada 30 September 2009 silam.

“Iya om..iya om. Mas Tukul tadi ngeledek om. Tadi katanya badanya om seperti Ade Rai. Terus katanya om hidunya mancung dan selalu menjadi dambaan ibu ibu rumah tangga om.” Tutur Vega yang menjadi co-host pada acara tersebut

“ Tetapi bagaimanapun kita ucapkan selamat datang pada Him Damsyik. Ssst..dia senior loh..hush diem “ balas Tukul Arwana untuk mengakhiri perdebatan dan serangan sengit yang dilontarkan co-host nya

Tema yang diangkat mengenai gempa di Sumatera tersebut mengundang tokoh seniman yang berasal dari tanah minang. Tak kurang Elli Kasim, Camelia Malik dan Him Damsyik dan Ilham “Obama” Anas diundang pada acara tersebut.

“ Pemirsa. Bantuan untuk korban gempa tidak hanya dari Indonesia saja. Tidak kurang beberapa negara juga mengalir deras. Salah satunya berasal dari negara super power, Amerika Serikat. Ternyata kembarannya Presiden Amerika Serikat sudah berada di sini dan ia juga berasal dari Minang. Mari kita sambut...Ilham Anas” tutur Tukul Arwana

Ilham Anas yang mengenakan jas lengkap beserta dasi ala presiden segera masuk sambil diiringin tepuk tangan meriah dari penonton.

“Gimana nih kabarnya Mas Ilham. Katanya Mas Ilham Anas langsung berangkat ke Padang begitu mendengar bencana di Sumatera Barat ya” tanya Tukul memulai percakapan dengan Ilham Anas

“ Ajo..ajo” celetuk Camelia Malik

“”Oh..iya..gimana Ajo Ilham. Silakaan” lanjut Tukul Arwana

“ Iya mas. Setelah mendengar bencana di Sumatera Barat, saya langsung berangkat ke sana. Kebetulan keluarga dari nenek tinggal di Padang Pariaman.” Cerita Ilham Anas

“ Ajo Ilham kesana dalam rangka tugas atau memang dorongan pribadi?” tanya Tukul

“Saya kesana karena dorongan pribadi dan dengan biaya pribadi pula” lanjut Ilham Anas

“ Apa yang pali Ajo Ilham Anas prihatinkan ketika datang kesana” lanjut Tukul

“ Semuanya hancur mas. Yang saya temui hanya reruntuhan reruntuhan saja. Anak terpisah dari orang tuanya. Antrian BBM serta kelangkaan minyak terjadi di mana mana.

“ Kabarnya BBM sampai 30.000/liter ya ajo. Kenapa penyebabnya? “ tanya Tukul penasaran

“ Iya, saat antri sangat panjang BBM sampai mencapai 30.000/liter. Memang pada saat itu BBM sangat susah cari dan yang butuh sangat banyak. Antriannya sangat panjang. Mungkin itu yang membuat BBM sangat mahal. Ada juga beberapa maskapai penerbangan yang menaikkan tiket hingga tiga kalinya. Jelas Ilham Anas

“ Oo..hebat ya ajo. Luar biasa. Mari kita berikan applause atas upaya Ajo Ilham di tanah minang ini” balas Tukul yang diirinmgi tepuk tangan meriah dari penonton

“Oh.ya ajo. Apa sih yang paling berkesan dari tanah Minang ini bagi seorang Ilham Anas ?” lanjut Tukul

“ Saya sih terkenang dengan suasana pasarnya mas. Di pasar itu tidak hanya transaksi saja tetapi musyawarah yang sangat khas Minang di sana. Pokoknya gak bisa dilupakan lah” tutur Ilham lirih

Acara meriah yang dipandu Tukul Arwana tersebut juga spesial karena menampilkan Him Damsyik, tokoh aktor senior tersebut mengaku sangat terpukul dengan gempa padang karena kenanganya selama pembuatan film layar lebar Siti Nurbaya bersama Gusti Randa dan Novia Kolopaking.

Acara tersebut ditutup dengan tepuk tangan meriah atas simpati yang diberikan oleh tokoh tokoh masyarakat terhadap korban gempa Sumatera Barat.





















Gbr.1.Aksi Ilham Obama di Kedubes AS di Thailand




















Gbr.2 Ilham Obama Sebagai Juru Kampanye Perubahan Iklim Greenpeace



Seorang Indonesia yang mirip dengan presiden Amerika Serikat Presiden Barack Obama, memegang sebuah poster Greenpeace Chang(e) Caravan setelah menyampaikan pidato di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok menyatakan bahwa ia akan mengakhiri krisis iklim. Pidato ini disampaikan dalam aksi kreatif yang diselenggarakan oleh Greenpeace untuk memanggil Presiden Obama memimpin perubahan iklim dan menjamin solusi yang ambisius, adil dan mengikat perjanjian iklim global.



CLIMATE CHANGE


"President Obama" vowed yesterday in Bangkok to end the climate crisis by committing the United States to emissions reductions at the upcoming Copenhagen Climate Summit in December. Not!

In a publicity stunt outside the US embassy in Bangkok, Barack Obama lookalike llham Anas, 34, from Indonesia, said all the things Greenpeace, an environmental campaign group, wishes the real President Obama would say.

"I will attend the Copenhagen Climate Summit," said the famed "Faux-bama." "I will ensure an ambitious, fair and binding global climate treaty. I will make funds available for climate mitigation and adaptation, starting with funds to protect the remaining forests."

Mr Anas's speech was part of Greenpeace's effort to call world leaders' attention to climate change prior to a series of meetings on the issue, including Mr Obama's address to the United Na¬tions General Assembly on Tuesday, and the UN Framework Convention on Climate Change meeting in Copenhagen in December. DPA





PENERBIT UFUK SEGERA TERBITKAN KISAH INSPIRATIF OBAMA INDONESIA

Annida-Online-- Ilham Anas nggak bakal sepopuler sekarang kalau Barrack Obama nggak mencalonkan diri menjadi presiden dan terpilih menjadi orang nomor satu Amerika. Gara-gara punya tampang mirip Obama, Ilham mendadak jadi selebritis dan tampil di berbagai acara televisi. Bahkan perusahaan obat sakit perut Filiphina mengontrak Ilham Obama sebagai bintang iklan produk mereka. Kisah-kisah jenaka, unik, dan pengalaman Ilham yang disangka Obama ini akan menjadi sebuah buku berjudul Gara-Gara Obama. Penerbit Ufuk Publishing House akan melaunching buku tersebut Oktober ini.

"Ilham menulis tentang peristiwa-peristiwa jenaka dan inspiratif yang dia alami. Peristiwa lucu yang tidak sengaja karena mirip Barrack Obama. Jadi ini kisah nyata yang termasuk di lini Isu Baru Penerbit Ufuk," kata Muhammad Sadan, Manajer Marketing dan Promosi Ufuk Publishing House. Sebenarnya menurut Sadan pihaknya telah mempersiapkan launching, namun mesti diubah kembali karena Ilham "Obama" Anas sedang di Padang. Sang nenek belum jelas kabarnya dalam musibah gempa Sumatera Barat.

Sebelumnya buku yang ditulis langsung oleh Obama Impersonator ini telah beredar di Thailand dalam Kampanye Perubahan Iklim Internasional yang disponsori Greenpeace International di Bangkok (18-19 September 2009). Dengan ringan, Ilham Obama bertutur kisah perjalanan kariernya dari "kecelakaan" peristiwa, yakni keseriusannya berperan sebagai Barrack Obama sekaligus tetap menekuni profesi fotografer di sebuah majalah, hingga berusah terlibat dalam kegiatan sosial, lingkungan, dan mendukung literasi Indonesia.

Buku ini terdiri dari beberapa bab yang ditulis pendek-pendek. Termasuk masa lalu Obama Indonesia tersebut ketika masih kecil. "Pembaca bisa belajar banyak dari buku ini. Bahwa rejeki Tuhan datang dari arah yang tak terduga dan bisa dilihat dengan bijak. Misalnya ketika fotonya diminati dan ditawari membintangi iklan minyak goreng dan obat sakit perut di Filiphina," ujar Sadan. [Elzam]




OBAMA PALSU SETUJU AMBIL LANGKAH NYATA ATASI PERUBAHAN IKLIM


Jakarta - Warga Kota Bangkok, Thailand, kemarin, digegerkan oleh kehadiran tiba-tiba Presiden Amerika Serikat Barack Obama, di tengah aksi Greenpeace di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Obama menerima tuntutan Greenpeace, yakni agar Obama dan para pemimpin dunia lainnya mengeluarkan langkah nyata untuk menanggulangi perubahan iklim pada Pertemuan Iklim PBB di Kopenhagen, Desember mendatang.

Greenpeace juga mendesak negara maju termasuk Amerika menurunkan emisi gas rumah kaca mereka secara drastis serta menyediakan dana untuk membantu negara berkembang, seperti Indonesia melakukan program perlindungan hutan.

Obama menyetujui semua itu. Namun, Obama yang datang ini bukan Obama asli, melainkan orang Indonesia bernama Ilham Anas yang memang sangat mirip dengan Obama," kata juru kampanye Greenpeace Asia Tenggara, Indonesia, Hikmat Soeriatanuwijaya, dalam siaran pers yang diterima Primair Online, Jumat (18/9).

Kehadiran "Obama Palsu" itu dalam rangka aksi Greenpeace untuk mendesak para pemimpin negara berkaitan dengan Pertemuan Iklim di Kopenhagen Desember nanti.

Sumber :
www.primair online.com

Tuesday, August 18, 2009

Ilham Anas saat hadir di Bukan Empat Mata-Trans 7, 18/8/2009


ILHAM ANAS “OBAMA INDONESIA”
AKAN TERBITKAN MEMOAR HIDUP SUKSES & KERJA KERASNYA
DI UFUK PUBLISHING HOUSE

Reviewed by Shadan

“Pemirsa. Pe..pe..mi..mir..pemirsa. Bintang yang satu ini tidak kalah ngetop dengan dara cantik di depan ini. Ia dapat limpahan rejeki karena wajahnya yang mirip dengan Presiden Amerika, Barack Obama. Inilah Ilham Anas....” ucap Tukul Arwana membahana studio grand Trans 7 pada realty show Bukan Empat Mata edisi 18 Agustus 2009. Sontak, dengan gaya khas lambaian tangan ala Presiden Barack Obama, Ilham Anaspun turun ke floor studio dengan senyum ramah yang lebar. Dalam acara Bukan Empat Mata tersebut juga hadir Nadine Candrawinata dan dua bintang iklan wanita lainnya. Ilham Anas mengutarakan awal mula ketertarikan masyarakat memakai jasanya sebagai bintang iklan. Ia mengutarakan bahwa ketika Barack Obama menang sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44, rekan kantornya menyiapkan jas dan dasi serta memfoto dirinya hanya untuk bercanda serta menyebarluaskan via internet. Hasilnya sangat tak terduga. Dalam waktu tiga hari saja, foto dirinya telah tersebar ke penjuru dunia, Jepang, Meksiko, Brazil, Filipina dan lainnya. Lucunya, foto yang disebar itu tanpa identitas sehingga masyarakat belum tahu siapa dia. Hebatnya tim dari Filipina yang sangat serius menggunakannya sebagai bintang iklan sehingga tim tersebut mencari tahu identitasnya. Dalam waktu singkat, tim itu telah menghubunginya di kantor dan memintanya datang sebagai bintang iklan di Filipina sehingga jadilah Ilham Anas sebagai bintang iklan di Filipina. Acara yang sangat meriah tersebut diseligi candaan yang sangat khas Tukul Arwana. Selama berlangsungnya acara, Ilham Anas nampak ceria dan lepas serta rendah hati sehingga celetukan-celetukan “kejam” Tukul Arwana malah mendapat balasan canda yang tak kalah lucu dari Ilham Anas.

Ilham Anas yang besar di Bandung tersebut serta telah membintangi +/- 20 iklah di dalam maupun luar negeri akan menerbitkan buku yang berisi perjalanannya sebagai bintang iklan. Memoar cerita yang dibangun dengan bahasa ringan, menyentuh dan inspiratif tersebut tidak sama dengan memoar bintang iklan maupun artis yang telah ada sebelumnya. Sebagaimana layaknya rakyat “biasa” yang harus membangun kesukesan setahap demi setahap, buku tersebut berkisah tentang sosok sederhana Ilham Anas yang membangun karir sebagai fotografer professional melalui proses yang panjang, rejeki “runtuh” atas kemiripan fisiknya dengan Barack Obama yang mendatangkan banyak rejeki hingga sikap hidupnya yang santun dengan tetap beramal dan menyisihkan limpahan rejeki untuk membantu masyarakat, komunitas baca serta berbagi dengan rekan-rekan kerjanya yang telah sangat berjasa memperkenalkan sosoknya kepada publik. Di buku tersebut, pembaca akan “baru” mengenal sosok Ilham Anas sesungguhnya. Sosok yang selama hanya dikenal lewat iklan sejumlah produk di tanah air ternyata memiliki mental dan sikap luar biasa sebagai sosok sederhana dan biasa di tengah popularitasnya yang sedang mengkilap. Memoar Ilham Anas akan memberikan inspirasi tentang kesuksesan, kesederhanaan, profesionalitas kerja, totalitas serta sikap selalu berterima kasih kepada lingkungan yang telah membesarkannya dan Tuhan YME. Buku yang akan terbit pertama kali oleh Ufuk Publishing House pada September 2009 sudah dapat dipesan sejak sekarang di bagian direct selling Ufuk Publishing House, Jakarta


Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes