Showing posts with label Charisma Effect. Show all posts
Showing posts with label Charisma Effect. Show all posts

Monday, June 22, 2009


MENGGALI KARISMA DIRI


Charisma Effect menarik untuk dibaca karena tidak sekedar memberi tips dan mendukung orang untuk memancing keluar efek karismanya, tapi juga memberanikan individu untuk bereksperimen
(Syifa Amori, Jurnal Nasional, Juni 2009)


Suka atau tldak suka, sesungguhnya setiap orang sudah berada di atas panggung ketika ke luar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain. Di panggung inilah efek karisma akan menentukan keberhasilan seseorang mencapai tujuan dengan cara memengaruhi orang lain.

Andrew Leigh, seorang manajer senior yang mendirikan dan mengembangkan Maynard Leigh Associates, menuliskan mengenai efek karisma dan dampaknya bagi kehidupan seseorang dalam buku Charisma Effect: Agar Siapa pun Terkesima dan Terkesan Kepada Anda. Buku yang diterbitkan Ufuk Press dalam terjemahan bahasa Indonesia ini mengemukakan bahwa efek karisma yang biasanya melekat pada para tokoh bukanlah sesuatu yang magis, supernatural, atau mustahil diraih. Hingga batas-batas tertentu, setiap orang bisa menghadirkan karisma dalam versi yang lebih kecil, yang disebut efek karisma (charisma effect).

Leigh mendefinisikan konsep efek karisma sebagai sebuah kemampuan dalam mengerahkan segala aspek yang ada pada diri seseorang untuk menciptakan kesan kuat yang membekas di dalam pikiran orang lain, memengaruhi mereka secara emosional, fisik dan intelektual, termasuk pikiran, sikap, dan perilaku mereka. “Secara tradisional, karisma murni selalu didefinisikan sebagai kemampuan luar biasa untuk memengaruhi orang lain dan membuat mereka tunduk dan taat," kata Leigh.

Melalui buku ini, Leigh menjelaskan berbagai unsur yang dapat membantu seseorang menciptakan efek karisma, bukan karisma murni dalam versi ekstrem. Metode yang dipaparkan Leigh sudah dirasakan manfaatnya oleh sekian banyak peserta workshop bertema pengaruh pribadi dan sesi konsultasi individual yang dijalankan perusahaan Leigh selama bertahun-tahun bagi para staf dan sejumlah perusahaan besar yang menjadi klien mereka.

Ada tiga elemen penting yang menurut Leigh menjadi kunci proses untuk menghasilkan efek karisma, yaitu A-B-C; Aim (menetapkan tujuan); Be Yourself (menjadi diri sendiri); Chemistry (menciptakan chemistry). Pada bagian pertama yang dijuduli Tujuan, Leigh hanya memuat satu bab mengenai tingkat kesadaran diri. Dengan memaksinialkan kesadaran diri, seseorang akan mampu mengetahui siapa sejatinya diri mereka dan apa tujuan serta prinsip hidupnya, termasuk mengetahui pengaruh apa yang dapat ia timbulkan pada orang lain, pengaruh yang diterima dari orang lain, serta segala yang terjadi di sekelilingnya.

Dalam bab ini diungkapkan berbagai-bagai tipe pecundang yang selalu merasa dirinya takkan mampu meningkatkan efek karisma dirinya (krisis efek karisma), di antaranya manusia yang selalu merasa bernasib malang, yang selalu mencari kambing hitam, dan yang pasif.

Yang unik dari buku ini adalah penults memuat latihan praktis dasar yang bisa langsung dipraktikkan pembaca. Misalnya dengan memandang diri sendiri di cermin dengan tenang dan obyektif sehingga dapat menyelami jiwa melalui bayangan di cermin dan menganalisa segala aspek kepribadian diri sendiri. Leigh juga memaparkan latihan untuk mendeteksi karakter si pecundang, dan tentu saja cara untuk meng-hindarinya atau mengubah diri dari seorang pecundang menjadi pemenang.

Pada bagian kedua, Be Yourself (Jadilah Diri Sendiri!) yang memuat delapan bab, Leigh menuliskan rujuh perilaku utama yang membentuk efek kharisma sceara detail. Pertama adalah kefasihan dalam berbicara. Pada bab Kefasihan ini dicontohkan bagaimana pujangga Shakespeare mengatasi keterbatasan kosa-katanya dengan cara menciptakan 2.000 kata baru, dan juga cara-cara menguasai intonasi, volume, serta menyampaikan pesan dengan sederhana.

Bab-bab selanjutnya membahas soal keyakinan diri yang penampakannya di mata orang lain berupa pribadi yang santai dan tidak kaku, supel, ramah, dan lincah, punya kontrol diri dan punya tujuan yang jelas.

Ada pula bab tentang penghayatan dan keaslian pribadi yang menarik untuk disimak. Khususnya dalam konsep keaslian diri buku Charisma Effect yang menjabarkan beberapa ciri orang yang palsu; yaitu orang yang hanya mau berteman dengan mereka yang memiliki sesuatu yang bisa mendatangkan keuntungan orang yang punya banyak koleksi kartu nama, nomor telepon, tapi tak punya sahabat orang yang memanipulasi orang untuk meraih tujuan dan membiarkan dirinya dimanipulasi orang; orang yang melakukan apa saja untuk pujian dan tidak jujur pada diri sendiri; orang yang merasa kesepian, disepelekan orang, terasing, tidak peduli untuk mengembangkan diri, serta tidak lagi nyaman menjadi diri sendiri.

Saran penulis, untuk menjadi autentik, orang harus selalu berpedoman pada realitas untuk menjawab pertanyaan seperti "siapakah aku", "apa yang paling penting bagiku", "apa yang sesungguhnya aku inginkan" dan bukan hanya berharap serta-merta dapat menjadi pribadi autentik usai ikut lokakarya pengembangan kepribadian autentik.

Masih ada lagi poin penting terkait keberanian, semangat, dan pembawaan diri yang memuat tentang penampilan serta perawatan fisik, hingga akhirnya masuk pada bagian ketiga buku yang membahas tentang chemistry. Charisma Effect menarik untuk dibaca karena tidak sekedar memberi tips dan mendukung orang untuk memancing keluar efek karismanya, tapi juga memberanikan individu untuk bereksperimen. Pada bab akhir yang merupakan contoh penerapan prinsip dalam buku, digambarkan sistem penerapan metode A-B-C pada berbagai situasi seperti kegiatan sosial, presentasi, pertemuan atau rapat yang terdiri dari beberapa tahap (perencanaan, eksperimen, dan review).

Sayangnya, dari gambaran situasi dan contoh penerapan ini, Leigh memang memfokuskan pada lingkungan kerja atau manajerial saja. Akan jadi sulit untuk menggunakan buku ini sebagai dasar aplikasi bagi mahasiswa atau umum. Padahal, judul buku ini tidak mengerucut pada satu golongan saja. Akibatnya, pembaca harus kreatif mencari alternatif dalam mencari bentuk eksperimennya sendiri jika kebetulan tidak berada di lingkungan perkantoran.

Untungnya ada juga beberapa cara latihan yang sifatnya cukup umum sehingga bisa dipraktikkan, seperti bereksperimen dengan diam yang sangat menarik dan menantang untuk dicoba. Seluruh ataupun sebagian dari buku ini, mungkin saja bisa menggali sisi magnet diri Anda sehingga menjadikan Anda berpengaruh pada lingkungan sekitar.






MENGGALI KARISMA YANG TERPENDAM

Buku berjudul Charisma Effect, Agar Siapa pun Terkesima dan Terkesan kepada Anda ini memberikan gambaran bagaimana mengerahkan semua aspek yang ada dalam diri untuk menciptakan kesan kuat yang membekas di dalam pikiran orang lain
(Sahesty, Koran Jakarta, Juni 2009).


Di tengah persaingan memperebutkan simpati calon pemilih, kredibilitas para calon presiden (capres) tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain faktor keahlian, kepercayaan publik, dan moral, kredibilitas capres diperkuat dengan karisma.

Capres yang berkarisma mampu memukau publik hingga berjam-jam mendengarkan paparan ide dan gagasannya. Mereka memancarkan kepercayaan diri dan daya tank yang luar biasa terhadap orang-orang di sekelilingnya. Oleh karenanya, mereka mendapat kepercayaan, kekaguman, dan persetujuan publik.

Kecenderungan ini menjadikan sebagian orang menganggap karisma sebagai pesona "magis" kekuatan besar dalam diri orang tertentu yang dibawa sejak lahir. Akibatnya, tidak sedikit orang yang enggan mencari dan mendapatkan karisma dalam dirinya. Padahal, dengan memiliki karisma pribadi, orang biasa pun akan bisa menciptakan pengaruh pribadi yang dahsyat.

Buku berjudul Charisma Effect, Agar Siapa pun Terkesima dan Terkesan kepada Anda ini memberikan gambaran bagaimana mengerahkan semua aspek yang ada dalam diri untuk menciptakan kesan kuat yang membekas di dalam pikiran orang lain. Diharapkan kesan kuat tersebut akan terpatri secara emosional, fisik, dan intelektual termasuk dalam pikiran, sikap, dan perilaku orang lain. Dalam buku ini, penulis menjelaskan ada beberapa proses pengembangan efek karisma dirumuskan dalam istilah A - B - C. A atau Aim adalah sebuah proses memantapkan tujuan. Kekuatan tujuan akan menuntun seseorang menganalisis hambatan-hambatan apa saja yang mungkin ada dan menemukan solusinya.

Sementara B atau Be Yourself merupakan arena untuk menampilkan jati diri pribadi kepada publik. Ada tujuh perilaku utama yang patut jadi perhatian meliputi kefasihan, keyakinan diri, penghayatan, keaslian pribadi, keberanian, semangat, dan pembawaan diri. Bereksperimen dan berlatih menampilkan sisi terbaik dari perilaku-perilaku tersebut akan membuat efek karisma terlihat lebih kentara.

Akhirnya C atau Chemistry adalah proses menjalin kecocokan. Ini memang hal yang sulit. Elemen penting yang berpengaruh besar adalah perhatian, saling kebergantungan, pembinaan kedekatan. Ketiganya tak mendukung terciptanya komunikasi dua arah yang intensif guna memun kinkan terciptanya kecocokan.

Seorang guru bijak suatu hari pernah berkata, "Jika kita ingin diri ini berpengaruh seluas mungkin, maka pastikanlah diri ini diterima dengan seluas-luasnya." Tak ingin membuat bingung muri muridnya, dia kembali melanjutkan, "Marilah kita menjadikan diri kita diterima dengan menjadikan orang lain merasa nyaman untuk mengizinkan kita berada di lingkungan mereka. Lalu jadikanlah diri kita disukai dengan menjadikan kehadiran kita pencerah bagi kehidupan orang lain."

Membaca dan mempraktikkan ilmu dalam buku ini akan menjadikan potensi diri untuk diterima seluas-luasnya semakin besar. Apalagi jika kemudian orang lain merasa nyaman dan mengizinkan kita berada di ling¬kungan mereka.«

Peresensi adalah Sahesty, alumnui
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universi-
tas Padjajaran, Bandung.


Friday, June 12, 2009


CHARISMA EFFECT

Buku ini akan memaparkan caranya. Mengajari Anda untuk membangkitkan keahlian pribadi dengan cepat, membangun penilaian yang berkesan pada setiap pertemuan dengan semua orang yang Anda temui, dan membawa daya tarik di manapun dan kapanpun Anda pergi
(Seputar Inonesia, Mei 2009)

Bayangkan Anda adalah orang yang selalu bisa memberikan kesan yang positif di manapun dan kapanpun Anda berada. Kita semua tahu siapa orang yang berkarisma. Mereka selalu memancarkan kepercayaan diri serta daya tarik yang luar biasa terhadap orang-orang di sekelilingnya. Karena itu, mereka mendapat kepercayaan, kekaguman, dan persetujuan dari semua orang. Anda ingin menjadi seperti itu juga ?

Buku ini akan memaparkan caranya. Mengajari Anda untuk membangkitkan keahlian pribadi dengan cepat, membangun penilaian yang berkesan pada setiap pertemuan dengan semua orang yang Anda temui, dan membawa daya tarik di manapun dan kapanpun Anda pergi. Temukan kehebatan ef ek karisma yang luar biasa untuk meningkatkan semua aspek dalam kehidupan Anda. (*)



Tuesday, May 26, 2009


TAMPIL BERKARISMA DAN MEMESONA

Dengan karisma yang memesona, Anda bisa mempengaruhi orang di sekitar Anda, mempermudah menyampaikan pemikiran dan ide, serta menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja
(Wasis Wibowo, Seputar Indonesia, Mei 2009).



Bila Anda diperintahkan untuk menunjuk siapa saja tokoh yang memiliki karisma, pasti Anda de-ngan mudah dan cepat bisa menemukannya. Bisa saja Anda menunjuk sejumlah tokoh dunia, seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Iran Mahmood Ahmadinejad. Atau juga legenda dunia, mulai dari Mahatma Gandhi sampai maritan Presiden Indonesia pertama Soekarno.

Anda pun pasti bisa dengan lancar menjawab kriteria apa saja yang membuat para tokoh di atas pantas disebut sebagai tokoh yang memiliki karisma. Misalnya, mereka mampu mempengaruhi banyak orang, penampilan yang memesona, menghadirkan perubahan besar, atau memiliki kemampuan orasi yang hebat,

Namun, jika ditanyakan bagaimana para tokoh itu bisa memiliki karisma yang hebat. Belum tentu Anda menemukan jawaban yang mudah dan pasti. Mungkin ada yang mengatakan itu adalah karunia yang diperoleh sejak kecil, faktor keturunan, atau dengan mudah mengatakan ”'memang sudah dari sananya”.

Apa pun jawabannya, itu sah-sah saja dan tidak terkait benar atau salah. Para tokoh yang memiliki karisma pun jika ditanyakan bagaimana mereka mendapatkannya, tak ada yang bisa menjawabnya secara detail. Sebab, karisma yang muncul dari diri tercipta melalui sebuah proses baik pengalaman dan tempaan alam juga disertai ketulusan untuk menghormati orang lain.

Jadi setiap tokoh mempunyai cara dan pengalaman berbeda sehingga menjadi sosok yang berka-risma. Dan, karisma bukan sesuatu yang diperoleh 'dari sananya’ tapi sebuah usaha untuk terus memperbaiki dan menggali potensi dalam diri.

Jadi, bukan hanya bentuk fisik yang bisa dipermak menjadi lebih baik melalui berbagai cara, seperti olahraga rutin atau operasi. Begitu pun dengan karisma, bisa diasah dan diolah agar membuat Anda tampil lebih memesona.

Bagaimana caranya memunculkan karisma, Anda bisa membacanya dalam buku Charisma Effect yang diterbitkan Ufuk Publishing House karya Andrew Leigh. Andrew Leigh dikenal sebagai pendiri dan direktur Mayanard Leigh Associates, sebuah perusahaan jasa pengembangan dan konsultasi kepribadian. Buku yang ditulis secara detail dan terperinci ini berisi sejumlah teknik dan tips untuk menggali karisma dalam diri Anda. Leigh meringkas teknik tersebut dalam sebuah proses sederhana yang dikenal dengan rumus ABC, kepanjangan dari Aim (tujuan), Be Your Self (Jadi diri sendiri), dan Chemistry (Menciptakan chemistry).

Hal itu membantu Anda agar mudah memahami sekaligus melatih memunculkan karisma dari dalam diri.Untuk memunculkan karisma diri Anda, pertama Anda harus jelas menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Sehingga akan memudahkan Anda tampil menjadi diri sendiri dengan segenap potensi yang dimiliki. Lalu, Anda akan memiliki kepercayaan diri menjalin interaksi dan menciptakan chemistry dengan orang banyak.

Dengan penuturan yang runut dan dilengkapi instruksi latihan, buku ini cocok bagi Anda yang ingin berusaha memunculkan dan memperbaiki karisma dari dalam diri. Mulai dari cara menatap, tersenyum, berbicara, berpakaian, dan membaca ekspresi orang lain dikupas secara gamblang. Singkat kata, buku ini menyajikan trik rahasia meiuncurkan karisma yang selama ini sulit dicari formula pastinya.

Buku ini cocok bagi siapa saja, seperti karyawan yang ingin meningkatkan karier dengan menggali segenap potensi dalam diri. Atau pemimpin perusahaan yang ingin terus memperbaiki penampilan dan kemampuan. Dengan karisma yang memesona, Anda bisa mempengaruhi orang di sekitar Anda, mempermudah menyampaikan pemikiran dan ide, serta menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja.

(wasiswibowo)
Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes