Showing posts with label Rahasia Dibalik Penggalian Al-Aqsha. Show all posts
Showing posts with label Rahasia Dibalik Penggalian Al-Aqsha. Show all posts

Monday, May 12, 2008




RAHASIA DBALIK PENGGALIAN AL-AQSHA
Abu Aiman

Dengan membaca buku ini kamu akan mengetahui sejarah pendudukan Yerusalem, gambaran kompleks masjid Al Aqsha pada masa lampau, perangkat ibadah umat Yahudi, sejumlah fakta dan foto yang menjelaskan hubungan para tokoh negara-negara Barat dengan bangsa Yahudi
(Majalah ANNIDA, Mei 2008)

Al Quds atau Yerusalem merupakan kota suci ketiga umat muslim setelah Mekkah dan Madinah. Kalau selama ini Al Quds disebut-sebut sebagai kota suci bagi tiga agama, yaitu Islam, Nasrani, dan Yahudi, hal itu nggak benar.

Di dalam buku ini diungkapkan banyak fakta yang menunjukkan bahwa umat Yahudi nggak punya alasan yang kuat untuk merebut Al Aqsha dari tangan kaum muslimin. Mereka sering mengatakan bahwa alasan utama yang menjadikan mereka berhak atas Yerusalem adalah adanya Rumah Tuhan (Bait Allah) yang pernah didirikan oleh Raja Salomo (Sulaiman as). Padahal, umat Yahudi nggak pernah punya sejarah tentang Bait Allah yang permanen dan menetap di suatu tempat. Sebab sejak diutusnya Nabi Musa dan Nabi Harun, satu-satunya Bait Allah umat Yahudi berupa kotak portabel yang berisi lembaran-lembaran Nabi Musa yang merupakan naskah Kitab Taurat yang asli.

Dengan membaca buku ini kamu akan mengetahui sejarah pendudukan Yerusalem, gambaran kompleks masjid Al Aqsha pada masa lampau, perangkat ibadah umat Yahudi, sejumlah fakta dan foto yang menjelaskan hubungan para tokoh negara-negara Barat dengan bangsa Yahudi, juga rancangan pembangunan Pusat Kuil Ketiga umat Yahudi di atas kompleks masjid Al Aqsha. [Nai]


Tuesday, January 01, 2008



UFUK PRESS = PENERBIT BUKU BEST SELLER

Pada Ruang Baca edisi khusus, akhr tahun, Koran Tempo menampilkan buku-buku yang tergolong meraih sukses di pasar pecinta buku tanah air. Bersama dengan penerbit-penerbit lain, Ufuk Press menembus pasar best seller dengan buku-buku berjudul

FIKSI
1. GOKIL ; Sebuah Kompilasi Kedodolan/Miund.
Terbit Mei 2007 terjual 10.000 eks hingga Desember 2007 (cetak ulang empat kali)


NON FIKSI

1. RAHASIA DIBALIK PENGGALIAN AL-AQSHA/Abu Aiman
Terbit September 2007 terjual 10.000 eks hingga Desember 2007 (cetak ulang tiga kali)

Tuesday, November 06, 2007


Best Seller:
Rahasia diBalik Penggalian Al-Aqsha
Abu Aiman

Ukuran :145x195mm
Tebal : 276_ halaman
Penerbit : Ufuk Press, Jakarta


"Menurut mereka, kedatangan sang Juru Selamat hanya tinggal menunggu waktu dan akan gagal sama sekali jika mereka tak berhasil mendapatkan benda yang juga mereka yakini sebagai simbol kekuasaan di muka bumi"

(Koran Sindo, 28 Oktober 2007)

MITOS Haikal Sulaiman, Tabut yang Hilang, dan Penantian Juru Selamat Yahudi. Ada "rahasiabesar" dibalik penggalian Masjid al-Aqsha olehYahudi. Rahasia ini menyimpan sejumlah informasi spektaku-ler sejak beratus-ratus tahun lalu dan hingga kini belum terungkap.

Tabut adalah salah satu rahasia yang terbesar. Benda keramat yang diyakini sebagai mukjizat NabiMusa (AS) ini,telah hilang. BangsaYahudi meyakini benda itu ki­ni bersemayam di salah satu lokasi suci Masjid al-Aqsha. Menurut mereka, kedatangan sang Juru Selamat hanya tinggal menunggu waktu dan akan gagal sama sekali jika mereka tak berhasil mendapatkan benda yang juga mereka yakini sebagai simbol kekuasaan di muka bumi.

Di manakah sesungguhnya Tabut kera­mat itu berada? Apa yang sebenarnya kini sedang berlangsung di sekitar al-Aqsha? Apakah kaitannya dengan masa depan Islam? (*)

sumber: www.bukukita.com
Mengungkap "Rahasia Besar"

JUDUL : Rahasia di Balik Al-Aqsha
PENULiS : Abu Aiman
PENERBIT : Ramala Books
Cetakan : Pertama, September 2007
TEBAL : 255 halaman

"Dengan gaya bahasa naratif dan argumentatif, buku ini mampu menyajikan kajian serius namun enteng dicerna" (Adil No. 26, Oktober 2007)

Termasuk dalam tahap-tahap perusa­kan tersebut adalah penghancuran Pintu al-Buraq atau pintu al-Magharibah. Pintu yang pernah dilalui oleh Rasulullah Saw saat melakukan isra' ke Masjid al-Aqsha

Sejak menduduki Palestina dan mendirikan negara ilegal Israel pada 1947, kaum Zionis tak henti-hentinya melakukan berbagai teror, yang tidak hanya menimpa warga Palestina, melainkan juga situs-situs bersejarah umat Muslim. Salah satunya adalah upaya perusakan berkedok "penggalian arkeologis" terhadap area Bait al-Maqdis, yang meliputi Masjid al-Aqsha dan Qubbah as-Sakhra.

Proyek perusakan ini mereka lakukan tak lama setelah kemenangan Israel atas Arab dalam perang enam hari 1967. Tahap pertama perusakan dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Profesor Benjamin Meizar. Kemudian dilanjutkan dengan tahap-tahap berikutnya, yang total seluruhnya memberi dampak kerusakan cukup besar pada fondasi Masjid al-Aqsha dan Qubbah as-Sakhra.

Termasuk dalam tahap-tahap perusa­kan tersebut adalah penghancuran Pintu al-Buraq atau pintu al-Magharibah. Pintu yang pernah dilalui oleh Rasulullah Saw saat melakukan isra' ke Masjid al-Aqsha. Diberitakan bahwa Israel diperkirakan telah menghancurkan 100 meter jalan akses ke Pintu al-Magharibah. Israel juga melenyapkan semua bebatuan bersejarah di lokasi itu. Padahal, jalan akses tersebut merupakan salah satu penyangga penting bagi pagar yang mengelilingi Masjid al-Aqsha. Sehingga, bila penyangga ini hancur, maka pagar akan mudah runtuh. Dan keruntuhannya itu akan sangat berpengaruh bagi keruntuhan Masjid al-Aqsha.

Mengenai klaim Israel bahwa di area Bait al-Maqdis terdapat situs bersejarah peninggalan Yahudi, ini merupakan mitos yang dibantah melalui penelitian sejarah Israel sendiri. Sebuah lembaga penelitian modern milik Israel, Jerusalem Center, pernah melakukan penelitian detail di sekitar Tembok Ratapan, dekat lokasi Pintu al-Magharibah. Hasilnya, mereka menegaskan bahwa seluruh area Masjid al-Aqsha, termasuk Tembok Ratapan, merupakan situs bersejarah milik Muslimin saja, tidak ada kaitannya dengan sejarah Yahudi. Hal ini dinyatakan sendiri oleh Samuel Berigo, seorang doktor arkeologi Israel.

Pada 1930, sejumlah utusan Muslim membentuk tim segitiga untuk membahas lokasi Tembok Ratapan. Hasil kajian mereka menyebutkan bahwa hanya sejarah Muslimin saja yang seharusnya memiliki area Tembok Ratapan. Karena, lokasi tembok ini merupakan bagian dari area Bait al-Maqdis (Haram al-Quds asy-Syarif) yang merupakan peninggalan sejarah Islam. Rekomendasi tim segitiga itu memperoleh apresiasi dari lembaga internasional, karena hasil penelitiannya dianggap sesuai dengan standarilmiah, netral, dan objektif.

Namun, semua itu tak dihiraukan oleh Israel. Karena, memang proyek perusakan yang bertujuan untuk meratakan area Bait al-Maqdis dengan tanah ini sebenarnya tak lain hanyalah demi membangun Kuil Mesianik Ketiga, dalam rangka menyongsong meletusnya perang besar Armagedon dan datangnya figur Mesiah Yahudi. Bahkan, Israel kini sedikit lebih berani dalam melakukannya, termasuk tak menggubris kritik tegas UNESCO terhadap aksi penggalian ilegalnya itu.

Imam Khomeini, sejak masa awal kemenangan Revolusi Islam, sebenarnya telah memperingatkan Muslimin tentang hal ini. Dalam Pesan Hajinya (6 September 1981), beliau berkata, "la (Anwar Sadat) telah membentuk aliansi dengan Israel yang saat ini, di samping melakukan kejahatan-kejahatan di kawasan, juga melakukan kejahatan besar lainnya, yaitu penggalian di area Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Muslim. Sehingga, dengan melemahnya fondasi masjid ini, kiblat pertama Muslimin wal 'iyadzu billah akan hancur dan Israel akan mencapai keinginan busuknya”. Namun sayangnya, seruan ini tidak memperoleh tanggapan serius dari para pemimpin negara-negara Muslim, terutama negara-negara Arab.

Isu perusakan inilah yang ingin disajikan penulis dalam buku ini, tentunya dengan pembahasan yang lebih detail. Penulis memang lihai dalam mengangkat isu yang mungkin terlupakan dari benak sebagian Muslimin itu, dikarenakan begitu gencarnya aksi-aksi teror fisik Israel terhadap warga Palestina, yang cukup menyita perhatian dan memadati media massa dunia.

Dengan gaya bahasa naratif dan argumentatif, buku ini mampu menyajikan kajian serius namun enteng dicerna. Ditambah lagi dengan beragam foto pendukung, yang menjadikan buku ini tidak membosankan, meskipun dibaca berkali-kali. Apalagi ditunjang oleh kepakaran penulis di bidang kristologi, sehingga buku ini pun mampu menghadirkan argumen-argumen bertenaga, dengan merujuk pada Bibel dan tentu saja al-Qur'an sebagai rujukan utama.

Selain tema perusakan Bait al-Maqdis, buku ini juga dengan gagah membahas tinjauan historis seputar peristiwa-peristiwa yang terukir di Yerusalem sejak zaman purba hingga modern, yang nampaknya menjadi bonus tersendiri bagi pembaca. Belum lagi, bukti-bukti yang mengungkap relasi antara Dinasti Bush dan beberapa pemimpin negara lainnya dengan gerakan Zionisme Internasional. Sehingga, nampaknya penulis ingin menyampaikan pesan "beli satu dapat tiga" sekaitan dengan bukunya ini.

Meskipun menurut saya tampilannya masih perlu dikembangkan lagi, namun secara keseluruhan muatan buku ini bagus, ilmiah, dan perlu dibaca. Terutama, yang perlu digarisbawahi adalah misi buku ini, yaitu mengungkap "rahasia besar" model lain penghinaan Zionis terhadap Muslimin. Wallahul Musta'an. • anis maulachela

ADIL No26 II I Oktober2007

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes