Showing posts with label *Koran Media Indonesia. Show all posts
Showing posts with label *Koran Media Indonesia. Show all posts

Sunday, February 27, 2011

AGAR MUDAH MEMAAFKAN

`IT'S hard for me to say I'm sorry',
begitu lagu kondang dari band Chicago. Memang, tidak sedikit orang yang sulit meminta maaf kepada orang lain sekaligus memaafkan kejadian buruk yang menimpa diri mereka.Karena, jika sekadar mengucapkan kata maaf, hati tak pernah tenang dan tenteram

Buku ini memandu dan mengingatkan kita tentang indahnya nilai saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas. Diselingi dengan kisah kisah pemberian maaf yang sanggup menenteramkan jiwa, dengan versi yang belum pernah diungkap buku buku serupa yang banyak tersedia. Dilengkapi 33 tips memaatkan yang sudah terbukti jitu, buku ini menjadi penyemangat Anda untuk hidup lebih tenang. (* / M 4)

Monday, December 13, 2010

MERUNUT ASAL MULA PERADABAN

Hampir separuh buku ini membahas bukti dari mitologi perbandingan, bahwa penyebaran semacam itu, meski kecil secara kuantitas, berdampak besar dalam hal transfer budaya legenda dan asal usul mitos banjir.
(Media Indonesia, Oktober 2010)

Membaca buku Eden.in the East yang baru-baru iniditerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dirilis penerbit Ufuk dengan judul Surga di Timur memang bukan perkara gampang. Selain tebalnya menyamai bantal, 814 halaman, isi buku ini betul-belul menuntut konsentrasi, Stephen Oppenheimer dalam buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1998 ini menawarkan ide baru yang memutarbalikkan pemahaman konvensional mengenai penyebaran manusia dan kebudayaan.

Jika selama ini kita memercayai peradaban dimulai dari Barat, Oppenheimer membalikkannya. Peradaban manusia modern bisa jadi berasal dari Asia Tenggara. Apa buktinya ?

”Salah satunya, peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada sebelum peradaban agrikultur lain di dunia.” kata Oppenheimer dalam diskusi buku di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis(28/10)

Oppenheimer yang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris itu merunut jejak peradaban melalui pendekatan penelitian genetis populasi.

Sebagai sampel, Oppenheimer menggunakan sekitar 1000 orang Indonesia, 1000 orang dari Asia Tenggara lain, 1000 dari China dan 300 dari Taiwan

”Harus ada kolaborasi dari peneliti Indonesia untuk memperkuat penelitian karena Indonesia sangat beragam dan kita butuh lebih banyak sampek,”” kata Oppenheimer

Dengan menggunakan penelitian genetik, Oppenheimer menggunakan kromosom X untuk meneliti migrasi pada perempuan dan kromosom Y untuk migrasi laki-laki. Menurutnya, cara itu lebih efektif jika dibandingkan dengan meneliti menggunakan kromosom; talasemia. "Saya sudah berpikir untuk menggunakan teknik ini sejak 30 tahun yang lalu," ujar Oppenheimer yang beristrikan perempuan Malaysia itu.

Hasil penelitian itu ternyata benar-benar bertolak belakang dengan model konvensional 'Out of Taiwan' yang menyebutkan populasi di Asia Tenggara saat ini berasal dari Taiwan. Penelitian Oppenheimer justru menunjukkan migrasi dilakukan. dari arah sebaliknya, yaitu dari sebuah benua vang, disebut Sundaland menuju daratan. Singkatnya, salah satu peradaban kuno dimulai di In donesia lalu menyebar ke daratan China, India, dan lainny

Sundaland

Sundaland tak lain adalah sebuah benua sebelum zaman es mencair, ketika Sumatera, Jawa dan Kalimantan masih menyatu dengan Benua Asia.

Migrasi yang dilakukan penghuni Sundaland merupakan akibat tiga periode banjir besar yang terjadi antara 14.500 dan 7.200 tahun lalu. Banjir besar itulah yang lantas menenggelamkan sebagian besar Sundaland sehingga menyisakan kepulauan seperti yang terlihat saat ini.

Sebanyak 90% leluhur dari orang-orang yang menghuni Sundaland setidaknya telah ada sejak 5.000 tahun hingga 50.000 tahun lalu. Oppenbeimer juga rnenjelaskan penghuni Sundaland telah tnemiliki cara hidup yang berbeda. Alih-alih menggunakan cara bertahan hidup primitif seperti berburu, mereka telah mampu mcnguasai ilmu bercocok tanam, memancing, dan barter sejak 5,000 lahun yang lalu, "Dan mereka lidak belajar hal ini dari orang-orang Taiwan 3.500 tahun laJu," ujarnya.

Dalam buku ini, Oppenheimer juga mengungkapkan berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang; kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua.

Mitos

Hampir separuh buku ini membahas bukti dari mitologi perbandingan, bahwa penyebaran semacam itu, meski kecil secara kuantitas, berdampak besar dalam hal transfer budaya legenda dan asal usul mitos banjir.

Oppenheimer sendiri, jauh di awal proses penulisan buku, merasa terobsesi dengan Papua Nugini. Di sana, ada mitos yang sangat populer tentang Kulabob dan Manup. Kisah itu menyebar ke tiga provinsi dan ke sepanjang 300 km garis pantai. Dikisahkan, Kulabob dan Manup merupakan saudara. Kulabob, anak terkecil, memiliki kulit putih dan tinggi. Manup belubuh pendek, berkulit gelap, dan gendut.

Suatu saat perselisihan terjadi sehingga Kulabob berlayar menuju timur di bawah perlindungan gunung berapi. Di setiap desa sepanjang tirnur pantai, Kulabob menurunkan satu orang dari kapalnya. la memberi setiap pria itu kemampuan untuk berbicara, bercocok tanam, panah, busur, kapak, dan cara ritual lain.

Kisah itu kemudian menimbulkan salah pengertian. Ketika Mikloucho-Maclay, antropolog Rusia berkunjung ke Papua Nugini, warga meyakini dia sebagai keturunan Kulabob (sama-sama tinggi dan berkulit putih). Maka hingga kini, pengunjung kulit putih sering dianggap sebagai sepupu mereka.

Mitos itu oleh banyak orang dianggap sebagai kekonyolan. Tapi, Oppenheimer bisa menjelaskan mitos itu menjadi ilustrasi mengenai migrasi manusia yang terjadi setelah zaman es.

Atlantis

Menurut Eko Yulianto, Quaternaty Geologist dan Paleosis-mologist dari LIPI, buku Eden in the East bisa menjadi bukti kuat untuk membantah teori migrasi sebelumnya. "Bahwa migrasi sebetulnya terjadi terjadi dari Indonesia ke luar. Bukan dari luar ke Indonesia. Walaupun ada migrasi dari luar ke dalam, persentasenya kecil sekali," ujarnya.

Menurut Eko, orang cenderung menyamakan ide Atlantis dari Arysio Santos dengan buku Oppenhimer. Padahal ide yang dikemukakan Oppenheimer berbeda dengan Santos

" Santos menganggap bahwa Indonesia dulu mcmeiliki kebudayaan Atlantis yang sangat maju dari budaya sekarang. Namun berbeda dengan Santos, Oppenheimer meyakini bahwa benih dari budaya maju yang ada sekarang itu berasal ada di Indonesia. Budaya yang dimaksud adalah budaya pada zaman itu, neolitik. Bukan yang 'luar biasa'. seperti yang digambarkan Santos," jelas Eko.

Oppenheimer sendiri menegaskan Sundaland bukanlah Atlantis yang dikemukakan Santos. la menilai bukti-bukti yang dikemukakan Santos tidaklah cukup kuat untuk mengatakan Sundaland adalah Atlantis.

"Yang jelas ini adalah salah satu peradaban tertua. Tapi, tidak paling tertua. Karena suatu saat pasli ada lagi yang lebih tua," ujarnya.

Namun, kedua buku itu bukanlah dibuat untuk saling menggugat dan bertentangan. "Mungkin untuk mengatakan bahwa Atlantis seperti yang dikemukakan Plato ada di sini, Santos tak memiliki bukti yang cukup.

Tapi selebihnya tentang sebuah benua yang hilang dan bukti pertanian kuno ba¬nyak meniiliki kesamaan," ujar Oppi'iihttimer. (M-4)


Christine Fransiska, Media Indonesia, 30-10-2010

Monday, November 09, 2009



KIAMAT 2012

Inilah film karya Roland Emmerich berjudul 2012. Sebuah karya kolosal yang akan diputar serentak di seluruh dunia pada 13 November mendatang. Film 2012 merupakan film yang menggambarkan dunia sedang dilanda kiamat. Tidak ada yang selamat di muka Bumi. Seluruh gedung hancur terhempas oleh tsunami. Dunia dikuasai oleh air laut. Daratan makin mengecil.

Film fiksi ilmiah ini menggambarkan bagaimana sebuah proses alam yang menghancurkan dunia. Dengan caranya yang benar-benar diperhitungkan, dan di luar nalar manusia. Namun hanya mereka yang selamat dari kiamat dunia, tahu jalan keluarnya.

Sutradara kelahiran Stuttgart, Jerman, 10 November 1955 itu ingin mengetengahkan tema kiamat dunia dengan dua cara, yakni secara sains dan warisan budaya suku Maya.

Emmerich.yang sukses lewat film Independence Day (1996) dan The Day After Tomorrow (2004), mencoba menggabungkan dunia modern dengan alam pikiran masyarakat Maya yang hidup pada abad 16.

Emmerich mengangkat cerita tentang kiamat global, setelati membaca tentang sistem penanggalan panjang yang dibuat suku Maya. Disebutkan bahwa 2012 adalah tahun akhir dunia. Suku Maya meramalkan bahwa di belahan bumi utara pada rnusim dingin terjadi titik balik matahari. Sebagai pertanda terjadinya hari kiamat secara global. "We were warned," ujar Emmerich tentang filmnya itu.

Maka, kata we were warned pun menjadi tagline dari film yang dibintangi John Cusack, Danny Glover, Amanda Feet dan Woody Harrelson itu. Dalam film 2012 diceritakan para ilmuwan yang digambarkan memberikan peringatan kepada para pemimpin dunia tentang kemungkinan akan terjadinya bencana besar di muka Bumi pada 2012.

Namun faktanya, seiring dengan meningkatnya jumlah populasi dunia, para pemimpin dunia tidak siap menghadapi bencana global tersebut. Di sisi lain, Charlie Frost yang diperankan oleh Woody Harrelson, seorang peramal juga meramalkan akan terjadi bencana dunia yang menghancurkan umat manusia. Ramalan itu diambil dari mitologi Yunani. Gara-gara ramalan, Frost dianggap sudah gila oleh teman-temannya.

Perubahan iklim

Tahun 2012 menjadi sangat penting artinya berkaitan dengan adanya perubahan iklim di muka Bumi ini. Tahun itu memiliki keterkaitan dengan nasib Protokol Kyoto, sebuah amendemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), yang mewajibkan negara-negara maju untuk mengurangi total emisi rata-rata mereka sebesar 5,2% di bawah tingkat emisi mereka pada 1990 dalam periode 2008-2012.

Apakah pada 2012 semua negara yang meratifikasi Protokol Kyoto mampu mengurangi emisi karbonnya atau justru sebaliknya ? Kita lihat saja nanti

Namun terlepas dari itu semua, Emmerich membuat film 2012 den¬gan biaya yang tidak sedikit. Film yang penuh dengan gambar-gambar imajinatif menggimakan teknik efek visual digital itu menyedot bujet sebesar US$200 juta.

Bagaimana Himalaya habis akibat tsunami juga digambarkan dalam film yang tergolong cukup dahsyat dari segi efek visual. Sony Pictures Imageworks menyewa ahli efek visual Thomas Wander untuk membuat karya-karya visual yang dramatis berkaitan dengan hari kiamat. Sementara itu Emmerich bekerja sama dengan Harald Kloser dalam membuat skenario dan ceritanya. (M-3)

Sunday, October 11, 2009


MEMBONGAR PERDAGANGAN SENJATA ILEGAL

Tahukah Anda bahwa tokoh Yuri Orlov dalai film Lord of War itu diadaptasi dari kisah nyata Kekejian Orlov yang memperdagangkan maut dalam kenyataannya dilakukan Viktor Bout, seorang mantan perwira Angkatan Udara Uni Soviet. Dialah penyebar perang dari Afrika sampai Afghanistan Buku ini mengisahkan lika-liku kehidupan Bout pedagang senjata yang jaringan globalnya telah memfasilitasi pembantaian dan menciptaka medan-medan perang. ***



ANGELA’S ASHES

Apa yang menarik dari kisah tentang kemiskinan hingga mampu memenangi Pulitzer Prize, National Book Critics Circle Award, dan Royal Society of Literature Award? Buku ini mengangkat kisah nyata kehidupan penulisnya, Frank McCourt, yang menghabiskan masa kecil dan remajanya dalam keluarga miskin di Irlandia, dan cita-citanya untuk kembali ke Amerika, tempat ia dilahirkan. Sebuah penuturan tentang bagaimana bertahan hidup dikelilingi kemiskinan, cuaca yang tidak bersahabat, penyakit, kematian, dan kekuasaan pemuka agama, dan berjuang demi kehidupan yang lebih baik. ***

Tuesday, September 29, 2009


TEMAN SAYA YANG FANATIK

Siapa pun tidak mampu menebak isi pikiran dan tingkah laku orang Islam fanatik ( Indonesia, tapi buku ini mei coba melakukan hal itu). Perternuan Dhume dengan Henry Nurdi—Pemred Majalah Sabili--membawanya berkeliling Indonesia untuk menjumpai kelompok Islam garis keras .Tanpa tedeng aling-aling Sadanand Dhume kerap mencibir, memicingkan kening, dan tak habis pikir dengan apa yang dijumpainya.

Thursday, September 03, 2009


LOVE IN A TORN LAND

"KAU ada dalam setiap halaman yang kubaca. Dalam setiap kata yang kutulis. Semua burung menyenandungkan namamu. Aku tidak berarti tanpa kehadiranmu." Ini kisah cinta yang luar biasa. Penulis bestseller Trilogy Princess, Jean P. Sasson, menceritakan petualangan pribadi Joanna tentang ketakutan dan ketabahan semenjak masa kecilnya di Baghdad dan hidup sebagai seorang pejuang kemerdekaan selama Perang Iran-Irak. ***

Wednesday, August 12, 2009

THE FIFTH SALLY

SALLY Porter — seorang yang pemurung, penyendiri, dan membosankan — mendapati empat orang tengah berada di dalam dirinya. Setiap kali ia merasa sakit kepala dan tidak sadarkan diri, saat itulah keempat orang tadi silih berganti mengambil alih. la akan jadi Bella si penggila seks yang berbakat menyanyi dan menari, Nola seniman intelek namun dingin; Deny si pengkhayal tomboi di ceria, serta Jinx si maniak penuh kebencian. ***

Monday, August 03, 2009



BENCANA JAWA 2011



Novel ini kaya data riset tentang geologi, ekonomi, politik, dan teknologi masa depan. Merupakan novel ramalan masa depan tentang Pulau Jawa yang akan hancur akibat konspirasi intelijen internasional dan bom termonuklir. Bom termonuklir pernah diduga menjadi sebab gempa dan tsunami Aceh 2004. Kali ini bom termonuklir diciptakan dengai kekuatan yang jauh lebih dahsyat Hancurkah Pulau Jawa sebagaiman seperti ramalan Jayabaya 500 tahun lalu ? ***

Tuesday, July 21, 2009


THE MYSTERY OF 2012


Buku ini menampilkan ulasan yang jelas dan logis dari selusin ahli terkenal tentang pertanyaan seputar 2012. Menawarkan seluruh informasi yang diperlukan untuk menguji misteri dari berbagai sudut pandang spiritual, ekonomi, ekologi, dan ilmu pengetahuan. Anda akan menemukan ramalan yang mengejutkan dan penyingkapan para pemikir-pemikir hebat para ahli di bidangnva. ***

Tuesday, December 30, 2008



SAAT REALITAS BENTURAN BUDAYA DIBUNGKUS JENAKA

Happy(Salma) memuji keberanian pengarang dalam mendedahkan gagasan yang lebih besar tanpa harus mengekor novel bestseller lainnya.
(Media Indonesia, 27 Desember 2008)

Seandainya boleh memilih, pastinya kita akan menghindari konflik. Lalu bagaimana bila di tengah konflik terdapat satu kata lain, yakni cinta? Bingung? Itulah sekilas gambaran novel kedua Ben Sohib. Dinamika konflik yang kompleks akibat benturan latar belakang agama dan budaya menjadi bahasan menarik. Novel ini merupakan kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul The Da Peci Code. Bestseller yang menjungkalkan tradisi memakai peci putih.

Konflik bermula ketika Rosid dan Delia yang berbeda keyakinan memutuskan untuk menikah. Kentalnya tradisi serta kepercayaan keluarga Rosid yang keturunan Arab-Betawi berbentur dengan latar belakang Delia yang notabene Katolik. Alhasil, percintaan dengan latar belakang Betawi Condet ini mendapat penolakan ayah Rosid, Mansur al-Gibran yang muslim tulen.

"Kegelisahan Mansur berujung dengan memburu ramuan ajaib untuk memisahkan hubungan percintaan Rosid dengan Delia. Saya namakan ramuan Bui Jabal Bui," kata pemain sinetron Happy Salma di sela peluncuran novel kedua Ben Sohib, Rosid dan Delia, di kawasan Menteng, Jakarta (19/12).

Menurut Happy, novel kedua karya sosok kelahiran Condet ini mengandung realitas seni yang multiinterpretasi. Happy memuji keberanian pengarang dalam mendedahkan gagasan yang lebih besar tanpa harus mengekor novel bestseller lainnya.

Di sisi lain Hikmat Kurniawan, pengamat Kebudayaan Betawi, menilai novel ini mampu mengisahkan khasanah sastra dunia, terutama Indonesia lewat sosok Rosid dan Delia. Pada kesempatan itu pula, Hikmat memuji keberanian Ben Sohib mengisahkan realitas sosial dan budaya yang dinilainya sebagai masalah yang gawat.

Gawat karena masyarakat jarang membicarakan hal tersebut. Ben mampu menggambarkan realitas benturan, seperti benturan jodoh, agama, serta budaya dengan bahasa yang simpel. Apalagi novel ini dikemas dengan tata bahasa yang dilematis, menggelitik, jenaka, sekaligus menggoda. (*/M-l)

Friday, October 31, 2008


BELAJAR DARI MAESTRO “THE FED”


Saya jadi ingat buku berjudul Alan Greenspan, Sosok di Balik Gejolak Ekonomi Dunia. Dari buku itu saya jadi sangat paham bahwa krisis keuangan di Amerika bukan sebuah kecelakaan, melainkan berulang dan terjadi dalam periode tertentu. Artinya, krisis itu sejatinya dapat diprediksi dan dapat dihindari.
(Yayat R Cipasang, Media Indonesia, 25-Oktober-2008)

Alan Greenspan mengaku mempunyai andil dalam kekacauan ekonomi yang terjadi saat ini di AS. Para pengambil kebijakan di pemerintahan, pelaku ekonomi, pengamat ekonomi, dan siapa saja bisa belajar dari kelebihan dan kesalahan seorang Greenspan.

Dalam pengamatan saya, hampir satu bulan ini, pemberitaan media baik lokal maupun asing didominasi krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat. Koran, televisi, beberapa radio lokal, serta portal berita mengupas dari berbagai sisi dampak krisis di Amerika tersebut kepada negara-negara lain.

Negara-negara Eropa pun, yang relatif setara dengan Amerika, sangat merasakan dampaknya. Itu lantaran lembaga keuangan atau korporasi di Eropa juga memiliki jejaring dengan lembaga keuangan di 'Negeri Paman Sam' yang kolaps.

Imbas di Indonesia sudah mulai terasa dengan ditutupnya transaksi di Bursa Efek Jakarta (BEJ), sejak Rabu (8/10). Perdagangan anjlok hingga di bawah 10%. Presiden Susilo Bambang Yudhyono pun sampai harus meminta informasi mutakhir dari lembaga-lembaga terkait seperti Kadin, Bank Indonesia, BEI, dan Kantor Menteri BUMN.

Sebuah koran nasional dalam edisi Minggu (5/10) menulis artikel panjang mengenai krisis keuangan global itu dengan judul Runtuhnya Reputasi Bank Sentral AS. Dalam tulisan itu disebutkan Bank Sentral AS (The Federal Reserves atau The Fed) memberikan sumbangsih yang tidak sedikit atas kehancuran ekonomi dengan dipuncaki keruntuhan Lehman Brothers, lembaga keuangan terbesar keempat di Amerika.

Bank Sentral dianggap bersalah karena memberikan pinjaman langsung kepada lembaga-lembaga korporasi AS tanpa jaminan yang setimpal. Parahnya lagi, Bank Sentral memberikan bantuan kepada Lehman Brothers kendati lembaga keuangan tersebut sudah jelas-jelas insolvent (tidak mampu memenuhi kewajiban). Indikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) seperti di Indonesia pun disebut-sebut sangat menonjol dalam krisis keuangan ini.

Setelah membaca artikel tersebut saya jadi ingat buku berjudul Alan Greenspan, Sosok di Balik Gejolak Ekonomi Dunia. Dari buku itu saya jadi sangat paham bahwa krisis keuangan di Amerika bukan sebuah kecelakaan, melainkan berulang dan terjadi dalam periode tertentu. Artinya, krisis itu sejatinya dapat diprediksi dan dapat dihindari.

Dengan beranjak dari buku itu, saya pun membayangkan bila Greenspan' masih menjabat Ketua The Fed. Sanggupkah dia menghadang krisis yang kini terjadi di Amerika yang disetarakan dengan Black Thursday pada 1929 akibat spekulasi di pasar modal ketika menyusul industri penyiaran radio dan produksi mobil mulai tumbuh?

Siapa Greenspan sehingga periode dengan George Wall Bush atau sejak 1987 hingga 20 Seperti ditulis dalam memoar Alan Greenspan: The Age of Tubelence, dua bulan setelah diangkat jadi Ketua The Fed pada 19 AS diancam krisis ekonomi karena peristiwa Black Monday. Dia dengan tenang menyuntikkan kredit kepada berbagai instansi keuangan AS sehingga krisis tidak merembet ke dunia lain, Greenspan juga dibilang bisa menangkal krisis keuangan akibat bisnis internet dotcom, gelembung pasar saham 2000, resesi akhir 2000 dan 2002 termasuk peristiwa perselingkuhan Presiden Bill Clinton dengan Mori ca Lewinsky, dan serangan teroris 11 September 2001.

Analisis kebijakan moneten kerap ditunggu pers dan pas Dari situlah lahir joke di kalangan pasar dunia: suara batuk Greenspan pun bisa memengaruhi gejolak ekonomi dunia. Pada saat Asia dilanda krisis ekonomi (1998), pria kelahiran 6 Maret 1926 itu mendulang kontroversi termasuk yang mendesak parlemen AS untuk mengabulkan permintaan pemerintahan Clinton untuk melakukan penambalan duit ke Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai pinjam termasuk untuk Indonesia.

Beberapa kali ia mendapati maki dari pengamat ekonomi serta pers dan bahkan tuding termasuk dari George Bush. Dalam wawancara dengan sebuah televisi, mantan Presiden Bush menuding kebijakan Greenspan menjadi penyebab kekalahan dalam pemilihan presiden untuk periode kedua jabatannya pada 1992. Meski versi Inggris buku setebal 310 halaman ini muncul pada 2000 dan baru diterjemahkan di Indonesia pada 2008, isinya tetap aktual dengan kondisi perekonomian Amerika yang terguncang dan merembet hingga ke Indonesia ini. Intrik, kecurangan, intervensi, saling menyalahkan dan ketakutan dengan gamblang dipaparkan.

Para pengambil kebijakan di pemerintahan, pelaku ekonomi, pengamat ekonomi, dan siapa saja bisa belajar dari seorang Greenspan. Ia memang sempat ragu, khawatir, dan keliru dalam mengambil kebijakan. Tapi ia beberapa kali selalu menekankan bahwa menjaga kepala tetap dingin adalah sangat penting.


Friday, October 10, 2008

WHY WOMEN TALK AND MEN WALK

Penulis: Patricia Love&Steven Stosny
Penerbit : Ufuk Publishing House
Cetakan : Agustus 2008
Harga : Rp.56.000,-


Para wanita umumnya selalu terus berbicara. Sementara pria cenderung menghindar dan pergi begitu saja tanpa mau lama-lama mendengarkan apa yang disampaikan para wanita. Situasi ini sebenarnya tidak diinginkan kedua belah pihak.

Dengan gaya tutur yang mudah dipahami sekaligus menghibur, tenik-teknik yang akan Anda temui dalam buku ini tidak hanya memberi tahu bagaimana memulai sebuah hubungan yang berkesan tetapi juga bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kulitas hubungan yang Anda jalani saat ini.

Monday, September 01, 2008




KARENA WAKTU BEGITU BERHARGA

Randy mampu menginspirasi orang lain untuk belajar bagaimana memaksimalkan potensi di sisa waktu hidup dan tidak menyerah kepada keadaan justru membalikkan keadaan menjadi lebih baik
(Epung Saepdudin, Media Indonesia, Agustus 2008)

Bukan lah kematian yang seharusnya kita takuti, melainkan sebuah kehidupan yang “tanpa makna” ujar Randy Pausch. Setiap yang hidup akan mati. Begitulah janji Tuhan. Meski demikian, dengan perkembangan ilmu medis, manusia bisa 'memperlambat' kematian. Tentu dengan obat, operasi, dan sekian 'perawatan yang memakan biaya tidak sedikit.

Namun dengan sekian obat dan operasi pun, pada akhirnya akan datang satu titik akhir ketika vonis dokter tiba. Seperti dialami Randy Pausch, seorang profesor muda Universitas Carnegie Mellon, yang di vonis dokter usianya akan memiliki sisa umur tiga hingga enam bulan lagi mengingat kanker pankreas stadium akhir sudah menggerogoti seluruh tubuhnya. Namun, berbeda dengan mereka yartg menghadapi kematian dengan muram, Randy memilih menghadapi sisa umur tersebut dengan cinta dan aktivitas yang menginspirasi manusia lain. la menginspirasi mereka yang masih hidup, yang patah semangat, untuk mewujudkan mimpi masa kecil dan menghadirkannya menjadi nyata dalam kehidupan. Dalam buku ini, Randy bercerita mengenai pelajaran yang ia resapi dalam perjalanan hidup dan memberikan arahan dan dorongan bagaimana belum bisa mencapai apa yang kita cita-citakan di dalam hidup, selama kita bisa tetap selalu berada di jalur kebaikan, semua impian-impian di dalam hidup kitalah yang akan menghampiri diri kita. Beberapa kampus di Amerika memiliki tradisi menarik yaitu last lecture. Tradisi itu biasanya diberikan kepada profesor yang akan pensiun dari kampus. Mendapatkan last lecture tidak mudah. Karena, sang profesor mesti meringkaskan lifelong lessons kepada audiensinya, dari pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi profesor. Randy mendapat kesempatan memberi kuliah terakhir karena kegigihannya dalam menghadapi penyakit kanker pankreas stadium akhir, tapi dengan tetap mengabdi dan memi¬liki karier cemerlang di institusinya. Randy Pausch adalah seorang dosen sekaligus anggota Walt Disney Imagineering yaitu sebuah tim kreatif yang bertugas untuk membangun wahana-wahana di Disneyland. Randy dinobatkan majalah Time sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia sepanjang 2007 karena kemampuannya menginspirasi orang lain untuk bangkit dan mau memaksimalkan potensi yang ada dalam diri masing-masing.

VONIS DOKTER

Buku kecil ini menceritakan berbagai pengalaman keseharian Randy setelah vonis dokter tentang sisa waktu hidupnya dijatuhkan. Ada banyak cerita yang akan membuat kita terharu. Seperti yang dialami Randy untuk bisa memilih yang terbaik dari sekian kemungkinan yang bisa diambil. Tentu saja hadirnya perdebatan dari setiap pilihan yang akan diambil. Randy mengalami hal itu ketika istrinya tidak begitu antusias saat Randy mendapat kesempatan menyampaikan kuliah terakhir dari kampusnya. Sebab, fokus Randy akan terbelah antara menyiapkan kuliah terakhir dan keinginan istrinya untuk. memfokuskan Randy pada keluarga dan anak-anaknya di sisa waktu yang sempit sebelum kematiannya. Namun, Randy mampu menjembatani perbebatan di keluarga dengan memilih mendokumentasikan seluruhnya aktivitas bersama keluarga di sisa waktunya melalui video sebagai kenang-kenangan bagi buah hatinya ketika ia sudah meninggal. Kuliah terakhir Randy yang menghebohkan itu disampaikan 19 November 2007. Kuliah yang diprediksi mahasiswanya akan haru biru oleh tangis karena disampaikan seorang dosen yang divonis sebentar lagi mangkat itu berbalik 180 derajat.

Di aula tempat berlangsung ama sekali tidak menghadirkan ceramah yang njelimet seperti dalam spesialisasi akademiknya yaitu mata kuliah perancangan dunia maya. "Saya tak hendak bicara soal kanker, juga tidak tentang keluarga saya, saya akan bicara soal impian masa kanak-kanak," katanya di hadapan audiensi yang terdiri dari mahasiswa dan rekan kerja. Bahkan, Randy membuka kuliah terakhirnya dengan sebuah push-up. la memberi pesan bahwa vonis kematianyang didera terhadap dirinya tidak membawa pengaruh apa-apa pada stamina tubuhnya. Seperti diungkapkan Randy "Kalau ada yang mau menangis dan iba, silakan lakukan push-up seperti saya tadi. Baru setelah itu boleh iba kepada saya."

Video kuliah terakhir Randy yangberdurasi 76 menit dan di-posting ke situs Youtube, Google-video oleh Universitas Carniege telah dilihat hampir 4 juta orang mengalahkan video ceramah milik Barack Obama. Bahkan The Last Lecture diunduh tak kurang oleh 6 juta orang di seluruh dunia. Itu artinya apa yang disampaikan Randy mampu menginspirasi orang lain untuk belajar bagaimana memaksimalkan potensi di sisa waktu hidup dan tidak menyerah kepada keadaan justru membalikkan keadaan menjadi lebih baik untuk mewujudkan berbagai mimpi masa kecil.

Seperti dikatakan Randy, "Saya selalu yakin bahwa jika kita ambil seper-sepuluh dari eriergi yang kita curahkan untuk mengeluh lalu kita gunakan untuk memecahkan masalah, kita akan terkejut melihat betapa lancarnya segala sesuatu berjalan."

Mimpi dan optimisme Di masa kecilnya Randy adalah anak yang pemimpi, Namun, melalui bimbingan ayahnya yang inspirasional. Randy kecil pada akhirnya sadar kerja keras adalah jawaban dari setiap keinginan dan mimpi yang dibangun semasa masa kecil. Seperti ditegaskannya, "Tembok itu ada untuk membiarkan kita membuktikan seberapa kuatnya kemauan kita untuk mendapatkan sesuatu." la mengakui melalui bimbingan ayahnya itulah ia menjadi senang bekerja keras, selalu optimistis, dan sangat menghargai waktu.

Melalui sang avah juga, Randy sadar menjadi elitis yang hanya duduk di beIakang meja. Prinsip yang diajari ayahnya sewaktu kecil pada akhirnya memberi dorongan untuk terus mewujudkan mimpi kecilnya hingga pada akhirnya mampu menjadi imageneer di Disney World yang merupakan satu dari sekian mimpi kecilnya yang mewujud menjadi nyata.

Dalam buku ini, Randy menuliskan berbagai kisah dan pengalamann layaknya catatan harian. Dengan model penyampaian itu pembaca mudah mencerna setiap bab yang disajikan yang pada akhirnya bisa dicema berbagai pelajaran dan inspirasi yang disampaikan penulis. Menurut Randy, setiap kegagalan-kegagalan yang kita alami pada akhirnya akan memberi kepada kita sebuah pelajaran berharga yaitu sebuah pengalaman. Karena itu, dengan key akinan i tu seseorang akan terus sadar perjalanan panjang dari. suatu proses itulah yang terpenting. Perjuangan untuk mera cita-cita hidup adalah satu hal besar. Namun, di baliknya tersembunyi hal lain yang lebih besar yaitu bagaimana menjalani hidup itu sendiri.

Dorongan dari berbagai kolega dan pihak-pihak yang bersimpati kepada dirinya membuat Randy selalu memandang positif terhadap penyakit yang menderanya. Hingga dalam dirinya muncul kesadaran bahwa vonis dokter yang mematahkan harapan hidupnya memberi kesempatan kepada dirinya untuk menata segala sesuatu sebelum pergi terkhusus bagi keluarga dan ana anak yang sangat dicintainya.

Tak lupa pula sebagai seorang ayah yang akan meninggalkan ketiga anak yang masih kecil. Randy memberi pesan bahwa seorang ayah harus menyemangati agar anak mengembangkan kegembiraan hidup dan dorongan yang sangat kuat untuk mengejar impian 'anak itu sendiri kemudian menyiapkan seperangkat untuk mewujudkan setiap mimpi seorang anak.

Setelah membaca buku ini, kita akan sadar bahwa sebagai makhluk yang diberi sedikit waktu kita menenggunakan waktu sebaik mungkin meraih keinginan selagi bisa diwujudkan, menikmati kebersamaan selagi ada.


Thursday, July 10, 2008


MEDIA INDONESIA • SABTU, 5 JULI 2008 • HALAMAN 17

ROBIN HOOD ARABIA

Menariknya lagi, buku ini menceritakan kisah cerita sejarah yang berlawanan dengan mainstream tentang berdirinya Kerajaan Arab Saudi yang telah berkembang menjadi negara kaya.
(Abu Khaer, Media Indonesia, 5-Juli-2008)`

Siapa yang tak kenal dengan Arab Saudi ? Di negeri itulah produsen minyak terbesar di dunia bersumber. Negeri tempat air zamzam berada ini, tujuan pelaksanaan tiap tahun jutaan masyarakat yang beragama Islam dari Indonesia dan seantero dunia melaksanakan ibadah haji ataupun umroh. Di negeri para emir ini pula tiap tahun dari negara kita mengirim ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mengais rezeki dinar. Namun, tahukah kita sejarah tentang berdirinya negara Arab Saudi ini?

Kerajaan Arab Saudi, nama resminya AI-Mamlakah AI-Arabiyah Al-Saudiyah, adalah negara yang berdasarkan syariat Islam yang bersumber pada Alquran dan sunah (hadis). Kerajaan Arab Saudi diproklamasikan Abdul Aziz bin Abdurrahman yang terkenal dengan nama Ibnu Saud, pada 23 September 1932. Sejak itulah, tanggal tersebut menjadi hari nasional Kerajaan Arab Saudi. Buku Sang Penjegal; Kisah Ibnu Saud Menguasai Arabia, yang ditulis HC Armstrong ini mengajak pembacanya untuk mengetahui sejarah jatuh-bangunnya perjuangan menegakkan Kerajaan Arab Saudi oleh sang founding father-nya

Menariknya lagi, buku ini menceritakan kisah cerita sejarah yang berlawanan dengan mainstream tentang berdirinya Kerajaan Arab Saudi yang telah berkembang menjadi negara kaya. Penulis menceritakan sisi patriotisme, romantisme, kegeniusan, heroisme, dan kekukuhan sang Ibnu Saud secara alamiah dari seorang bocah sampai menjadi 'Robin Hood' Arabia. Pendek kata, dalam cerita novel ini Anda akan diajak mengambil hikmah bahwa untuk belajar mandiri dan meraih semua asa harus kita perjuangkan dengan pantang menyerah, penuh kewaspadaan, dan kearifan diri, sebagai-mana Ibnu Saud membuktikannya.

Abu Khaer, mahasiswa pascasarjana ICAS-Paramadina Jakarta


Monday, May 05, 2008


PANDUAN PRAKTIS BANGUN OPTIMIS

Dengan 'menyapa' menggunakan kata 'Anda' mengurai rahasia sejati Alquran (cara kembali ke Alquran). Tidak perlu mengenyitkan dahi untuk memahami rahasia Alquran yang tersirat dari ayat ke ayat dan surat ke surat. Buku ini tidak hanya pas dibaca oleh umat Islam, tetapi juga non-muslim
(M. Husen Hamidy, Media Indonesia, 3 Mei 2008)

Dl tengah-tengah gejolak kenaikan semua harga barang dan ancaman krisis global, rasa ketakutan, kecemasan, ketidakpastian, keresahan menggelora di semua kalangan. Para pengusaha takut dan resah menghadapi ketidakpastian ekonomi seiring dengan ancaman krisis global. Para pejabat dan direktur khawatir lengser dari jabatan karena banyak pesaing yang siap menduduki kursinya. Rakyat kecil cemas dan waswas dengan kenaikan semua bahan pokok.

Dalam keadaan merasa serbacemas dan ketidakpastian ini, tidak sedikit yang putus asa. Karena itu tidak sedikit yang mengambil jalan pintas. Ada yang datang ke tukang ramal atau orang pintar (dukun) dan ketempat keramatyang diyakini bisa menemukan jalan keluar.

Bagi masyarakat modern dan berpendidikan, bergerilya memburu buku-buku yang memberi motivasi dan jurus jalan cepat menjadi kaya dan sukseslah yang ditempuh. Mereka memburu kebahagiaan materialis, bukan spiritual. Melihat keadaan masyarakat yang serba cemas dan berkiblat ke materialstis, jauh dari nilai-nilai spiritual dalam memburu kebahagiaan, Astrid Darmawan dan Muhamad Hidayat menghadirkan buku AI-Qur'an The Ultimate Secret.

Buku setebal 284 halaman ini seakan-akan memberi pencerahan dan motivasi serta membangkitkan rasa optimis. Bukan hanya itu, buku ini juga bisa menjadi panduan praktis untuk menjalani hidup dengan berbagai masalah, sosial, ekonomi dan lain sebagainya, sesuai dengan hukum Allah SWT.

Dari berbagai solusi dan pencerahan itu, kata kuncinya adalah kembali kepada Alquran dan Hadis. Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Dengan 'menyapa' menggunakan kata 'Anda' mengurai rahasia sejati Alquran (cara kembali ke Alquran). Tidak perlu mengenyitkan dahi untuk memahami rahasia Alquran yang tersirat dari ayat ke ayat dan surat ke surat. Buku ini tidak hanya pas dibaca oleh umat Islam, tetapi juga non-muslim.

Selain itu, buku yang sudah dicetak tiga kali dalam satu bulan ini memberi Anda arahan yang tepat, sekaligus praktis, untuk bisa memahami harta karun yang teramat berharga, yakni rahasia'Alquran.

M Husen Hamidy, wartawan Media Indonesia


Monday, April 14, 2008



SISI KEHIDUPAN PEREMPUAN ARAB

Buku ini adalah sebuah kisah nyata yang ditulis dengan cukup memikat
dalam bentuk novel sehingga pembacanya dapat merasakan emosi dari
masing-masing tokoh dalam buku ini
(Edy Firmansyah, Media Indonesia, 12 April 2008)

Membicarakan penindasan terhadap perempuan memang tak akan pernah usai. Menurut sebuah riset, setiap 6 jam terjadi kasus perkosaan seksual terhadap perempuan. Belum lagi kasus yang tidak pernah disadari orang sebagai kasus yakni pelecehan seksual, tampaknya sudah menjadi kegiatan spontanitas yang dilakukan di mana-mana.

Parahnya kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, nyaris di semua negara mengalami hal serupa. Termasuk di Arab Saudi. Benarkah? Sepintas tudingan bahwa Arab Saudi merupakan negeri yang turut serta dalam penindasan terhadap perempuan diragukan.

Dalam tradisi Arab, seorang perempuan tidak diperkenankan membuka jilbab (baca: cadar) sejak menginjak masa puber. Nah, jilbab itulah yang menjadi perisai bagi perempuan dari 'tangan jail' laki-laki

Faktanya tidaklah demikian. Menurut Jean Sasson, penulis buku The Princess Sultana's Daughters ini, di balik jilbab yang serba ketat, perempuan Arab justru mengalami penderitaan akibat penindasan dari sistem patriarkat yang tak kalah pedihnya dengan penderitaan perempuan Indonesia yang cenderung pluralis.

Sejatinya buku ini merupakan kelanjutan dari buku laris berjudul Princess: Kisah Tragis Putri Kerajaan Arab Saudi. Jika buku pertama menggambarkan kehidupan masa kecil Putri Sultana, buku ini menggambarkankisah kehidupan anak-anak perempuannya dan perempuan Arab lain dalam nuansa ketatnya sistem patriarkat secara lebih personal. Buku ini adalah sebuah kisah nyata yang ditulis dengan cukup memikat dalam bentuk novel sehingga pembacanya dapat merasakan emosi dari masing-masing tokoh dalam buku ini
.
Edy Firmansyah, pengelola Sanggar Bermain Kata (SBK)


Thursday, April 03, 2008



KEBIJAKAN NEOLIBERAL LIMA PRESIDEN INDONESIA

Satu hal yang pasti, ada solusi dan pencerahan yang ditawarkan sang penulis kepada kita dengan cara memberi gambaran apa adanya tentang Tanah Air tercinta. Setidaknya agar muncul ide-ide kreatif untuk menyelesaikannya.
(Epung Saepudin, Media Indonesia, 29-3-2008)


Sudah lima presiden memimpin Indonesia. Tidak satu pun yang mampu mengantarkan negeri ini bermartabat baik secara ekonomi maupun politik. Setiap presiden, dalam pandangan penulis buku Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia, selalu saja tunduk pada mekanisme Washington. Konsensus yang dikomandoi IMF yang berwatak neoli-beral. Akibatnya, setiap kebijakan yang ada selalu meminggirkan masyarakat yang justru telah memilihnya. Itulah potret sesungguhnya dari karakter presiden di Indonesia terutama Soeharto yang telah memimpin Indonesia selama 32 tahun lamanya.

Saat membaca buku ini, terasa ada kegelisahan yang mendalam tentang peranan dan ketangguhan negara serta korporasi dalam menghadapi gejolak krisis baik pada tahap awal maupun pascakrisis. Berpijak dari keadaan itu buku ini memetakan analisis mengapa Indonesia gagal tinggal landas setelah 32 tahun Orde Baru. Berbagai kelemahan struktural dan penyimpangan prioritas masa Orde Baru dianalisis dengan tajam dan menarik secara jumalistik.

Penulis memotret semua perkembangan yang terjadi di Indonesia dalam kurun 1997-2007. Menurut penulis buku, di tengah pertumbuhan ekonomi yang lumayan semasa Orde Baru, rupanya berbagai ketimpangan dan kerawanan di bidang ekonomi maupun sosial terjadi. Implikasinya polarisasi Indonesia begitu terasa.

Transisi Indonesia

Transisi dari sistem otoriter ke sistem demokrasi sesungguhnya tidak membawa manfaat pada kemajuan negara maupun kesejahteraan rakyat. Lihat, proses pemilu maupun' pilkada diwarnai dan didominasi oleh politik uang. Menurut penulis, jika kecenderungan ini terus berlanjut, akan muncul pertanyaan, apakah demokrasi ada manfaatnya untuk rakyat kebanyakan? Seperti yang dikatakan penulis buku, matinya ideologi dalam proses politik Indonesia merupakan salah satu penyebab utama dari komersialisasi dan dominasi politik uang dalam proses demokrasi di Indonesia
.
Dalam kondisi dominasi pragmatisme dan politik uang yang begitu terasa, Indonesia sangat mudah sekali dipengaruhi oleh pandangan ekonomi ortodoks dan neoliberal yang mengecilkan peranan negara dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Negara hanya memperjuangkan kepentingan elite, sedangkan rakyat dilepaskan kepada belas kasihan mekanisme pasar. Misalnya, berbagai subsidi di dalam bidang pendidikan dan kesehatan dihapuskan tanpa melihat perbedaan kemampuan ekonomis dari masyarakat. Padahal, di negara kapitalistik sekalipun, seperti di Eropa, tetap ada subsidi maupun bantuan keuangan di bidang pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat yang tidak mampu.

Penulis mengajukan pertanyaan penting, mengapa Indonesia batal tinggal landas ? Pada 1967, negara-negara utama di Asia nyaris memiliki posisi yang hampir sama secara sosial dan ekonomi. Pada waktu itu, GNP per kapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan China nyaris sama yaitu kurang dari US$100 per kapita. Setelah lebih dari 40 tahun, GNP per kapita negara-negara tersebut pada 2004, Indonesia mencapai sekitar US$ 1.100, Malaysia US$4.520, Korea Selatan US$14.000, Thailand US$2.490, Taiwan US$14.590, dan China US$1.500.

Mafia Berkeley

Kekuasaan dan peranan Mafia Berkeley nyaris 40 tahun di Indonesia tidak mampu meningkatkan kesejahteraan dan mewariskan potensi sebagai salah satu negara gagal (failed state) di Asia. Penulis menunjukkan penyebab situasi tersebut adalah kebijakan Orde Baru dalam bidang ekonomi Indonesia terutama didukung oleh eksploitasi sumber daya alam (minyak bumi, hutan) dan peningkatan pinjaman luar negeri. Sementara itu, kemajuan ekonomi negara Asia Timur dan Tenggara lainnya terutama didukung oleh industrialisasi, ekspor, peningkatan produktivitas, dan daya saing nasional Secara keseluruhan, Mafia Berkeley telah gagal membawa Indonesia menjadi negara yang sejahtera dan besar di Asia. Satu hal yang pasti, ada solusi dan pencerahan yang ditawarkan sang penulis kepada kita dengan cara memberi gambaran apa adanya tentang Tanah Air tercinta. Setidaknya agar muncul ide-ide kreatif untuk menyelesaikannya.

Walaupun didukung rezim otoriter selama nyaris 40 tahun. Selain ketinggalan dari segi pendapatan per kapita, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki distribusi pendapatan paling timpang, stok utang paling besar, dan memiliki landasan struktural dan industri yang sangat rapuh. Di bawah pengaruh dan kekuasaan Mafia Berkeley, utang yang besar dan habisnya kekayaan alam hutan yang rusak ternyata hanya menghasilkan pendapatan per kapita sekitar US$1.100 dan pemenuhan kebutuhan dasar sangat minimum serta ketergantungan mental maupun finansial terhadap utang luar negeri.

Kegagalan itu terjadi karena strategi dan kebijakan ekonomi politik akan selalu menempatkan Indonesia sebagai subordinasi alias kepanjangan tangan dari kepentingan global. Padahal tidak ada negara menengah yang berhasil meningkatkan kesejahteraannya dengan mengikuti model Washington Konsensus yang digawangi IMF. Situasi tersebut juga diperparah dengan tidak adanya perubahan dalam arah kepemimpinan nasional di tingkatan presiden. Semua presiden yang ada masih tunduk pada kepentingan pasar yang bercorak neoliberal.

Presiden pascareformasi

Strategi pemulihan ekonomi yang diterapkan pemerintahan Indonesia pasca Soeharto sampai Susilo Bambang Yudhoyono semuanya merupakan strategi yang mengorbankan kelompok masyarakat yang lebih luas demi kepentingan segelintir orang atau kelompok yang lebih kecil, tapi menguasai perekonomian Indonesia. Berbagai kebijakan memang terdengar asing bagi masyarakat awam, namun merekalah yang paling terkena imbasnya dengan pemotongan tingkat kesejahteraan orang miskin melalui pengurangan subsidi, pengurangan nilai upah ril, penghancuran nilai tukar petani dan nelayan, serta penghapusan banyak kondisi kerja yang menguntungkan buruh. Sementara itu, untuk kelompok yang lebih kecil tersebut, kita dapati pemerintah membayari utang mereka, bahkan sampai pada tahap write¬off (penghapusan utang) dan R&D (release and discharge, pengampunan utang), masih ditambah adanya pemberian fasilitas pemotongan pajak dan to holiday. Sebuah ketidakadilan diperlihatkan secara nyata oleh pemerintah.

Buku ini merupakan hasil penelusuran jurnalistik selama 10 tahun sekaligus analisis kitis yang komprehensif mengenai setiap peristiwa yang berlangsung selama itu. Buku ini memang tidak meny ajikan sesuatu yang manis tentang republik. Buku setebal 442 halaman ini juga tentu tidak ditujukan untuk menyenangkan setiap orang seperti cerita pengantar tidur. Di dalamnya memuat rekaman hitam bersejarah yang boleh jadi belum pernah terungkap di media. Catatan yang tajam dan paling komprehensif yang membedah kegagalan demi kegagalan presiden kita dalam membawa Indonesia tinggal landas. Satu hal yang pasti, ada solusi dan pencerahan yang ditawarkan sang penulis kepada kita dengan cara memberi gambaran apa adanya tentang Tanah Air tercinta. Setidaknya agar munculide-ide kreatif untuk menyelesaikannya.


Epung Saepudin,
pustakawan Pustaka Transformasi Jakarta



Tuesday, March 25, 2008


TUBUHMU CERMIN DIRIMU


Ini adalah sebuah buku yang komprehensif dan sangat menarik. Memuat setiap bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk membantu Anda menguraikan pesan-pesan misterius hingga sinyal-sinyal bahaya yang dikirimkan tubuh Anda kepada Anda(Media Indonesia, 22-Maret-2008).

Tahukah Anda bahwa kehilangan indra penciuman bisa berakibat pula pada hilangnya indra pengecap. Tahukah Anda paparan sinar matahari tidak hanya memicu kanker kulit, tapi juga salah satu penyebab katarak. Tahukah Anda kemungkinan botak pada lelaki Jepang lebih kecil jika dibandingkan dengan lelaki kulit putih ? Tahukah Anda, merokok bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman dan tentu saja berbagai penyakit yang sudah dikenal. Tahukah Anda, lingkar pinggang 100 cm pada laki-laki dan 80 cm pada perempuan mem-buat mereka berisiko terkena penyakit jantung. Sementara itu, perempuan dengan lingkar pinggang 90 cm berisiko terkena batu empedu.

Ini adalah sebuah buku yang komprehensif dan sangat menarik. Memuat setiap bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk membantu Anda menguraikan pesan-pesan misterius hingga sinyal-sinyal bahaya yang dikirimkan tubuh Anda kepada Anda.

Mulai dari rambut yang mudah patah hingga rambut yang tumbuh di mana-mana, gigi kecokelatan, mata yang tidak sama, kuku retak, puting terbalik, dan gas perut yang berlebihan. Semua menyampaikan sinyal yang berhubungan dengan kesehatan.

Bering kali kita merespons tanda-tanda ini dengan lari ke toko obat, atau malah tidak berbuat apa-apa sama sekali. Bersumber dari berbagai penelitian terbaru dan diawasi sebuah panel yang berisi pakar-pakar kese¬hatan, buku ini berisi berbagai informasi penting dan sering kali mengtiibur mengenai segala sesuatu yang ingin Anda ketahui soal tubuh dan ke¬sehatan.

Joan Liebmann-Smith, seorang penulis dan sosiolog kesehatan serta pakar pencegahan penyakit pada perempuan dan anak-anak. la adalah salah satu penerima Medical Reporting Award dari Asosiasi Kedokteran Amerika.

Jacqueline Nardi Egan seorang jurnalis kesehatan dengan spesialisasi pengembangan dan penulisan program-program edukasi dengan dan untuk para dokter, profesional kesehatan, pasien, dan konsumen.

(Lintang, wartawan Media Indonesia)







Monday, March 17, 2008


KEGILAAN SESAAT


Apa yang Anda lakukan jika menemukan uang US$1 juta ? Novel ini ditulis berdasarkan kisah nyata. Joey, pengangguran dan pecandu narkoba, bersama dua temannya tanpa sengaja menemukan US$1 juta di jalan dan hidupnya tiba-tiba berubah.

Mereka dikejar-kejar ketakutan, kebingungan, juga keinginan untuk memiliki. Ketegangan dan ketakutan tidak pernah berhenti, apalagi Joey berada di bawah pengaruh obat bius. Terlebih ketika seluruh Kota Philadelphia hanyut dalam pencarian uang. Akankah Joey berakhir di penjara? Kenapa ia dianggap pahlawan?

Dalam setiap kehidupan, peran penjahat dan pahlawan selalu ada. Saat membaca novel ini, terserah, Anda akan menempatkan Joey di posisi mana. Kisah nyata ini cukup menarik, namun pengupasan dalam novel terasa kurang dalam. Mungkin karena kisah ini dibuat film terlebih dahulu pada 1992, baru kemudian dijadikan sebuah novel.

Penggalian saat persidangan, juga psike Joey ketika ditangkap, dan, disidang kurang tergam bar. Pun bagaimana Joey menjalani hidup selanjutnya serta ke mana sisa uang yang belum ditemukan. Novel ini menyodorkan sesuatu yang detail sekaligus tidak detail.

Di akhir novel, diceritakan, sebelum kisah ini diangkat ke layar lebar dengan judul Money for Nothing, John Cusack, aktor pemerannya, beberapa kali bertemu Joey. Mereka cukup akrab, dan itu membantu Cusack memahami karakter Joey sebelum memerankan tokoh tersebut. Tapi setelah film ini selesai, beberapa kali Joey menolak menonton karena enggan melihat dirinya digambarkan sebagai pecandu narkoba. la khawatir bisa memunculkan anggapan negatif pada penduduk sekitar tempat tinggalnya yang dalam persidangan banyak memberi dukung psikis kepada dirinya.

Lintang Rowe: Wartawan Media Indonesia.




Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes