Showing posts with label 5. Tabloid. Show all posts
Showing posts with label 5. Tabloid. Show all posts

Friday, March 30, 2012


MATH CRAFT STORIES

Dilihat deari kovernya, buku ini adalah buku cerita. Akan tetapi, setelah kita buka…setiap buku bilingual ini sejatinya adalah buku pelajaran yang pantas dibaca oleh balita dan anak SD awal. Mengapa ? Karena dalam paket ini terdiri atas tiga buku. Pertama, How High is The Hill, menajarkan perbandingan besar-kecil, tinggi-pendek. Kemudian dalam buku kedua, Let’s go Traveling, anak diajak belajar mengenai bentuk-bentuk, seperti persegi panjang, bulat dan bujur sangkar. Selanjutnya, buku ketiga, What’s In The Pond ? ? Let’s count, anak diajarkan mengenai hitungan dan konsep angka. Lucu dan Menarik !

Tuesday, March 29, 2011

ABAL-ABAL PRODUK CINA

Jika Anda pelanggan atau bahkan pengguna produk Cina, bersiap-siaplah meradang dan marah. Pasalnya banyak produk Cina yang kini beredar bebas hingga pelosok desa, semua palsu !! Jika Andatidak percaya simaklah penuturan Paul Midler, seorang konsultan ratusan pabrik Cina dalam buku ‘ Abal-Abal Produk Cina’

Sebagai ‘orang dalam’ yang tahu persis dapur atau rahasia pabrik-pabrik Cina, apa yang diuraikan Midler patut dicermati. Merenungkan uraian Midler kita akan menemukan bahwa aksi tipu-tipu atau memalsu sebuah produk sudah berlangsung sejak Dinasti Qing pada abad ke-18

Singkat cerita, Kaisar Qinlong yang memerintah hampirsepanjang abad kedelapanbelas selama Dinasti Qing, sedang mengagumi benda koleksinya. Benda itu adalah sebuah cangkir dari batu giok yang konon dibuat selama Dinasti Ming, yang bertahan dari abad keempat belas hingga tujuh belas. Meskipun dia menyukai benda itu, ada sesuatu yang membuatnya meragukan asal benda itu.

Dia memanggil salah satu seniman hebatnya untuk melihat benda itu dan memberikan pendapat professionalnya. Seniman yang juga curator, melihat cangkir itu dan mengatakan bahwa dia memiliki berita baik dan buruk. Berita buruknya, meskipun cangkir itu menggunakan gaya Ming, tetapi sebenarnnya dia palsu. Berita baiknya, dia mengetahui pembuat benda itu. Menurut si curator benda itu buatan kakeknya sendiri. Kakek si curator adalah pemalsu hebat. Dia tidak hanya tahu bagaimana membuat cangkir dari batu giok dengan gaya Ming, tetapi dia juga paham bagaimana membuat benda itu terlihat benar-benar kuno.

Budaya memalsu di Cina telah mengakar, dan buktinya juga dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah uang palsu yang beredar di Cina Selatan. Untuk semua produk palsu, ada yang berkualitas renda dan tinggi dan ada diantara kedua kualitas tersebut masih ada beberapa kualitas yang lain. Tetapi, uang kertas yang beredar ini sangat mirip dengan yang asli (hal.199-201)

Berkat budaya memalsu, sejarah membuktikan, Cina menjadi Naga Asia bersama India. Cina menjadi pengekspor dan produknya telah membanjiri seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Membanjirnya produk Cina ini tentunya cukup merepotkan penguasa dari negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat. Buku ini juga unik, karena bertutur tentang realitas produksi Cina, namun diurai dengan jenaka. Anda akan terangguk dan termangu membaca karya fenomenal ini


Monday, December 14, 2009


BELAJAR SUKSES LEWAT SIRKUS

Kedua penulis (Jones Loflin dan Tod Musig) dengan cerdas menempatkan sekaligus menya-makan kehidupan yang kita jalani sebagai permainan sirkus
(Wahyu Arifin, Transformasi, November 2009)

Sirkus adalah pertunjukan yang selalu berubah-ubah. Sirkus adalah keindahan melawan keburukan sehari-hari, dan keceriaan melawan kejenuhan. Sesuai menonton sirkus, penonton yang pulang akan membawa perasaan senang, segar bugar dan siap melawan tantangan kehidupan kehidupan mereka selanjutnya (John Steinbeck, Tentang Amerika dan Orang Amerika)

Kutipan yang diambil dari sosok pengarang besar tersebut merupakan gambaran tentang kehidupan manusia dewasa ini. Di mana manusia mulai kehilangan sifat humanisnya akibat tenggelam dalam aktivitas kerja yang menyita hampir sebagian besar hidupnya.

Terkadang, kesuksesan dalam materi belum tentu mernbuat kehidupan yang kita jalani secara bersamaan tenang dan bahagia. Ini karena sebagian besar waktu kita habis dalam mengejar pemenuhan materi tersebut dan mengabaikan siklus kehidupan kita yang lain,

Buku The Succes Story of Life ini mencobamemberikankiat-kiat sederhana namun berguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang kerap menjengkelkan. Berbagai kiat dalam buku ini disampaikan melalui gambaran cerita melalaui ilustrasi permainan sirkus.

Kedua penulis (Jones Loflin dan Tod Musig) dengan cerdas menempatkan sekaligus menya-makan kehidupan yang kita jalani sebagai permainan sirkus. Hidupmu adalah sirkusmu. Hidup yang harus berhubungan dengan banyak relasi kehidupan.

Dalam permainan sirkus, pelaku atau aktornya dituntut untuk mempertunjukan permainan sirkus yang menarik. Karena, tontonan yang menarik akan membuat penonton dan pemain sirkus itu merasa puas.. Untuk melakukan pertunjukan sirkus yang menarik, pemandu sirkus harus bisa mengatur berbagai macam atraksi yang berbeda dalam tiap bagiannya.

Begitu juga dengan kehidupan, diri kita menjadi pemandu sirkus kehidupan kita yang harus bisa mengatur irama hidup yang kita jalani. Buku ini terbagi dalam tiga bagian; awal cerita, cerita utama dan akhir cerita. Ini adalah tentang kisah seorang pria bernama Mark yang mempunyai Istri bernama Lisa dan Jackie, putrinya. Dalam pekerjaannya, Mark tergolong sukses, dia menempati posisi Kepala Divisi di kantornya.

Sayangnya, diluar pekerjaannya kehidupan Mark bisa dibilang berantakan. Waktu untuk keluarganya tersita habis untuk mengurusi pekerjaan di kantor.

Rutinitas tersebut terus menerus ia lakukan, sampai tiba pada waktu dirinya berjanji akan membawa keluarganya menonton pertunjukan sirkus. Kegiatan ini pun hampir-hampir tak terlaksana karena ada urusan kantor yang harus segera Mark tangani.

Namun desakan Lisa istrinya membuat Mark urung membatalkan janjinya dan mengajak keluarganya menonton pertunjukkan sirkus, walaupun dirinya sempat terlambat sampai di rumah. Mark coba membenahi hidupnya dengan tiga aspek dari lingkaran arena penting dalarn sirkus yakni, aspek pribadi, aspek profesi dan aspek relasi. Mark menyadari jika dirinya tidak bisa dan tidak mungkin berada dalam ketiga aspek sekligus dalam waktu yang bersamaan. Harus ada yang diprioritaskan terlebih dahulu. Kunci kesuksesan dari sebuah pertunjukan sirkus kehidupan terletak pada aksi dan atraksi yang berkualitas ditiap masing-masing arenanya. Selain itu, inter mezo atau jeda penting dilakukan dalam sebuah rutinitas guna menyegarkan pikiran yang telah suntuk dan terbebani. Sesekali manusia perlu tertawa, rileks dan keluar dari beban rutinitasnya.





Tuesday, March 03, 2009



MEMBEDAH ISI OTAK WANITA

Ada sebuah cerita menarik; Pada hari minggu yang cerh, sepasang suami-istri bersama tiga gadis remaja mereka pergi ke pantai. Si ayah mengemudi dengan santai. Ibu duduk di samping suaminya sambil memutar tubuhnya ke belakang setiap beberapa menit untuk ikut mengobrol seru dengan ketiga anak gadis mereka.

Bagi ayah, mereka terdengar seperti berbicara bersamaan sekaligus, sehingga menciptakan suara yang sangat berisik, yang bahkan ia tak dapat memahaminya. Hingga akhirnya, ayah merasa bahwa ini harus dihentikan.
"Tolong, jangan berisik!" teriaknya.
Tiba-tiba suara-suara itu berhenti dengan tegang.
"Mengapa?" tanya istrinya, akhirnya.
"Karena aku sedang mencoba mengemudi dengan baik!" sahut ayah dengan nada bosan. Para wanita itu saling bertatap muka dengan sangat bingung. "Mengemudi dengan baik?" gumam mereka.

Cerita di atas, kutipan bebas dari buku berjudul Why Men Don't Listen And Women Can't Read Maps. Buku karya Allan dan Barbara Pease yang mencoba, 'Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria Dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan.'

Bukan rahasia, kalau pola pikir wanita dengan pria memang berbeda. Contoh kasus di atas dapat menjelaskannya. Ibu dan ketiga anak gadisnya tak dapat melihat hubungan antara obrolan mereka dengan kemampuan sang ayah untuk "Mengemudi dengan baik.". Mudah saja penyebabnya, konon, dalam melakukan sesuatu, pria hanya bisa fokus pada satu hal saja. Sedangkan wanita, dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu bersamaan. Ini bukan masalah siapa yang lebih baik, tapi karena wanita dan pria, berbeda.

Cara membacanya mudah saja; kurva-kurva yang menyerupai bentuk otak, mewakili pikiran-pikiran dasar yang dimiliki wanita. Semakin besar bentuknya, maka semakin besar pula kemampuan mereka terhadap suatu hal. Sebagai contoh, wanita lebih terampil berbicara daripada memarkir mobil secara paralel.

Berangkat dari buku itulah kami menyajikan Fokus Utama kali ini, mengenai 'membedah' isi otak wanita. Simpel saja tujuannya, untuk mengajak wanita mengenali, mengatasi dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam pikirannya, seperti mengenali kebutuhan diri akan yang namanya tanggung jawab, mengatasi rasa ragu yang sering datang, sampai mengembangkan kemampuan wanita berbelanja.

Agar lebih lengkap dan kompeten, kami juga memasukkan pendapat-pendapat para ahli dan pakar di bidangnya, pada setiap artikelnya.

Selamat membaca, mudah-mudahan berguna •




Wednesday, December 03, 2008



Tanggal : 03 Dec 2008
Sumber : Harian Terbit

JAKARTA - Selain berprofesi sebagai wartawan, pria yang satu ini wajahnya sering muncul di layar sinetron dan layar lebar. Sebut saja Eddie Karsito, wartawan sebuah surat kabar terbitan daerah yang kini mulai merambah jalur akting. Kendati telah banyak membintangi beberapa judul film dan sinetron, tapi Eddie masih punya obsesi untuk menggarap buku panduan tentang dunia akting.

"Jujur saya bukannya serakah. Tapi sekadar ingin memanfaatkan kesempatan sekaligus menyalurkan bakat yang saya miliki. Kalau saya tampil di sinetron atau film, itu kebetulan saja relasi yang mengajak. Profesi saya yang sebenarnya wartawan, bukan artis," kata Eddie.

Menjawab pertanyaan soal buku yang baru ia luncurkan itu, Eddie mengatakan, keinginan membuat buku panduan menjadi seorang bintang itu muncul dari pengalamannya selama mengikuti berbagai workshop mengenai dunia entertainment. Sebab selama ini ia merasa para peserta, terutama para calon artis hanya mendapatkan wejangan biasa sehingga banyak yang bersikap gamang dan kurang menguasainya. (dar)


Thursday, August 07, 2008

WIRING DIAGRAM HHO

Buat yang ingin merangkai kelistrikan peralatan elektrolyzer ini bias mengikuti langkah awal sebagai berikut. Ada dua versi untuk merangkainya. Contoh berikut dilakukan pada mobil Toyota Kijang Diesel 1999

Cara termudah dengan langsung menjumper arus dari perangkat listrik terdekat. Sebagai referensi, pada mobil ini setrum untuk alat ini diambil dari arus positif motor wiper. Untuk pengaman, setelah kabel dari motor wiper sebaiknya pasang sekring 10 A. Lalu, kabel bias langsung disambung dengan terminal positif dari electrolyzer

Cara kedua secara prinsip sama tetapi ada penambahan relay sebagai pengaman tambahan. Menggunakan relay 4 kaki, ada hal yang harus diperhatikan saat instalasi. Untuk sumber perintah kerja, kabel atus dari motor wiper pasang di terminal nomor 85 pada relay dipasang pada ground atau kutub negatif aki. Ini hanya untuk perintah kerja. Jadi, apabila mesin pada posisi ON, electrolyzer akan langsung bekerja. Kemudian untuk setrum yang menuju alat electrolyzer mengambil arus dari aki langsung. Caranya, terminal 30 di relay sambungkan dengan kutub positif aki. Terminal 87 pasang pada terminal positif electrolyzer






HEMAT SOLAR 12,11 %

Penghematan lebih besar tampak pada konfigurasi 3 sel, dengan kon¬sumsi 16,57 km/liter (6,1 liter untuk 101,1 km). Artinya buat setiap liter solar, mobil bisa menempuh jarak ekstra 1,79 km. Efisiensipun terdongkrak 12,11%
(Tabloid OTOMOTIF, Agustus 2008)

Fakta mengenai bahan bakar minyak memang tidak bakal habis dibicarakan. Selain kenaikan harga yang terus melambung, beberapa alternatif pun muncul ke permukaan. Di antaranya pemakaian air yang dicampur dengan BBM, Tentu tidak langsung dimasukkkan ke mesin begitu saja, tetapi dengan melalui treatment lebih dulu.

Seperti yang dilakukan sepasang penggagas penggunaan bahan bakar air untuk mobil di Indonesia, Poempida Hidayatuliah dan F, Mustari. Lewat bukunya "Brown Energy Ranasia Balian Bakar Air", keduanya mengemukakan teknologi elektrolisa air untuk menghasilkan gas hidrogen yang bisa mengirit bensin.

MENGURAI AIR

Urusan temuan mengurai gas hidrogen dan air ini memang bukan barang baru. Seperti juga sudah diulas OTOMOTIF 12/XVI untuk motor, teknoioginya sudah berkembang seiring perkembangan motor bakar itu sendiri. Uniknya, riset bergulir secara estafet dan independen, Seperti oleh Yull Brown dari Australia (dari namanyalah gas ini disebut Brown Gas) sampai Stanley Meyer dari Amerika Serikat.

Inti dari produksi gas hidrogen ini adalah electrolyzer atau wadah untuk elektrolisa air. Pada aiat ini, terjadi elektrolisa untuk memisahkan molekul air H?0 menjaal 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom oksigen (0). Makanya sistem ini juga banyak disebut dengan HHO.

Bagaimana molekul air bisa terurai menjadl atom-atom penyusunnya? Ternyata prinsip kerjanya cukup sederhana. Air yang dipakai adaiah air destilasi karena lebih murni. Selain itu juga ditambah sodium bicarbonate atau baking soda sebagai katalisnya. Itu karena di dalam alat ini ada aliran listfik. Tidak besar, tetapi nyatanya cukup membuat air bergeiembung dan terpisah menjadi gas HHO. Gas itu kemudian disalurkan ke intake manifold.

Tahap-tahap pembuatan unit elektrolisa ini pun dijelaskan komplet didalam buku tersebut. Bentuknya cukup sederhana karena menggunakan botol atau topics produk kopi yang mudah ditemukan. "Sebenarnya lebih pada kepraktisan, supaya siapa saja bisa membuatnya," ujar Futung Mustari, yang ditemui di kantor penerbit Ufuk di Pejaten Jaksel.

Namun karena banyaknya permintaan, selain melakukan seminar dan pelatihan, Mustari juga menyediakan unitnya dengan banderol Rp 400 ribu untuk satu sel (belum ongkos pasang). Saat int memang masih dibuat secara terbatas, namun spesifikasinya sama persis dengan peranti yang dibahas di buku. Tampak pada unit yang sudah jadi, masih berupa toples yang sudah diberi rangkaian kumparan kawat stainiess steel 316L dan 304S masing-masing buat terminal positif dan negatif.

DUA KONFIGURASI

Kali ini, OTOMQTIF pun berkesempatan untuk mencobanya pada kendaraan bermesin diesel. Untuk itu, dipilih Toyota Kijang Krista diesel 1999 milik awak redaksi sebagai sarana uji coba. Minibus bermesin 2LJ dengan kapasitas 2.500 cc inipun dipasangi serangkaian botol electiolyzer.

Melihat tempat yang cukup lega di ruang mesin Kijang, penempatan juga leluasa, Bisa beberapa botol sekaligus ditempatkan di sini. Nah, biar puas dijajal dua konfigurasi sekaligus. Pertama dengan konfigurasi 3 sel eiectrolyzer, lalu kedua hanya pakai dua set saja.

Sebelum memuiai, bracket botol dipastikan terpasang dengan baik. Laiu ditambah juga dengan peredam panas untuk melindungi botol. "Karena dekat knalpot, untuk menjaga keutuhan botolnya," lanjut pria 44 tahun yang masih meneruskan risetnya akan bahan bakar air ini.

Rangkaian sel electrolyzer ini dipasang secara seri baik dari pengumpulan gas maupun rangkaian kelistrikannya. Misalnya pada rangkaian tiga sel, slang dikumpulkan pada sel tengah baru disalurkan ke intake. Begitu juga konfigurasi dua sel, dikumpulkan jadi satu baru disalurkan ke mesin.

Masuknya gas HHO ke dalam mesin tinggal mencari lokasi ideal. Pada mesin diesei, tempatnya lebih leiuasa. Untuk itu, dipilih salura intake setelah saringan udara yang terbuat dari plastik. Tinggal diiubangi dan ditancapkan nepel siang.

Dengan dua konfigurasi sel eiectrotyzer itu, dilakukan pengukuran konsumsi bahan bakar mobil. Tiga kali pengujian konsumsi, masing-masing untuk kondisi standar, dengan HHO dua sel dan HHO tiga sel. Kondisi standar Kijang diesei tercatat mengonsumsi 14,78 km/liter (6,84 liter untuk 101,1km).

Dengan penggunaan HHO, konsumsi solar temyata bisa ditekan. Pada konfigurasi 2 sel, konsumsi solar tercatat 16,04 km/liter (6,3 liter untuk 101,1 km). Artinya ada penghematan sebesar 8,53%.

Penghematan lebih besar tampak pada konfigurasi 3 sel, dengan konsumsi 16,57 km/liter (6,1 liter untuk 101,1 km). Artinya buat setiap liter solar, mobil bisa menempuh jarak ekstra 1,79 km. Efisiensipun terdongkrak 12,11%





Thursday, July 31, 2008


BENSIN+AIR=HEMAT 40%

Hasil tes menunjukkan penghematan cukup signifikan hingga 40% dengan kondisi berkei dara 'stop and go'. Variasi kecepatan antara 2 hingga 80 km/jam dengan batas putaran mesin tak lebih dari 6.000 rpm. Sementara tes perform tak menunjukkan penurunan
(Tablid OTOMOTIF, Juli 2008)

Bahan bakar minyak yang cukup meresahkan belakangan ini, membuat banyak orang berlomba-lomba melakukan efisiensi secara signifikan. Tak terkecuali pemilik motor yang terbilang kendaraan irit BBM, masih memimpikan efisiensi bensin lebih hebat lagi.

Pada akhirnya, perburuan informasi di internet oleh banyak pemerhati untuk mencari rumus jitu efisiensi BBM paling dahsyat dengan biaya terjangkau, berakhir pada bahan bakar air (BBA). Unusual Creation (UA), salah satu pencetus BBA untuk motor sudah berhasil membuatnya secara massal dan siap dites kru OTOMOTIF.

SISTEM ELEKTROLISA AIR

Bahan bakar air ini sebenarnya bukan temuan baru. Sudah banyak ilmuwan lokal dan mancanegara mengembangkan untuk industri otomotif. Hanya saja, Tonny Lo dari UA sudah menerapkan untuk motor berbahan bakar minyak. "Sebenarnya belum murni bahan bakar air karena bensin dari tangki masih dipakai, tetapi efisiensi konsumsi bisa mencapai 30-60%," ujar Tonny.

Menggunakan proses yang sama dengan penemuan Isaac de Rivaz (1828), Yull Brown (1974) dan Stenley Meyer (1998), Tonny memakai metode elektrolisa untuk memisahkan senyawa air (H20) menjadi 2 molekul Hidrogen dan 1 molekul Oksigen. Alat electrolyser ini yang kemudian dites kru redaksi ke TVS Apache RTR160.

Hasil elektrolisa dari air yang sudah dicampur sodium bikarbonat alias backing soda ini berbentuk gas bernama HHO atau dikenal dengan banyak istilah seperti Brown Gas, hydroxy, oxyhydrogen, green gas atau water fuel. "Karena prosesnya elektrolisa, makanya perlu arus listrik dari aki atau generator motor," jelasTonny lagi.

Gas HHO ini kemudian disalurkan ke intake manifold atau boks saringan udara agar bisa terhisap bareng bensin menuju ruang bakar. Di sinilah proses penghematan terjadi. Daya ledak HHO yang 3 kali lebih besar dari bensin premium menjadikan proses pembakaran mendekati sempurna.

Saat electrolyser dipasang ke motor, Tonny menambahkan alat tambahan khusus berupa AC to DC converter yang dijumper ke kabel sepul pengisian sebagai sumber listrik electrolyzer. "Kawat elektroda di dalam tabung electrolyzer dialiri listrik DC (direct current} berkisar antara 3-12 volt dengan arus 2-3 Ampere," jelas Apri, teknisi UA.

Tanpa alat AC to DC converter, aki cepat tekor karena rata-rata aki motor hanya berkemampuan 3,5-7 Ampere. Saat dihidupkan, tegangan ke electrolyserter terbaca 11,46 Volt dengan arus 2 Ampere di Avometer.

Sebelum dites, setelan udara karburator dibuat 3,5 putaran (3,5 x 360°) dari posisi menutup dengan stasioner 1.250 rpm. Pengetesan sengaja dilakukan saat heavy traffic dengan rute Kebon Jeruk-Sawangan (Depok). Untuk mengetahui jumlah bahan bakar dengan presisi, dipakai tangki botol berkapasitas 1 liter yang disambuni kan langsung ke karburator.

Hasil tes menunjukkan penghematan cukup signifikan hingga 40% dengan kondisi berkei dara 'stop and go'. Variasi kecepatan antara 2 hingga 80 km/jam dengan batas putaran mesin tak lebih dari 6.000 rpm. Sementara tes perform tak menunjukkan penurunan. Sebaliknya dengan daya ledak yang jauh lebih baik, akselerasi lebih terjaga di segala putaran mesin. • KI:X




Friday, July 18, 2008




BELAJAR DARI HIZBULLAH

Di sini kita dapat belajar dari Hizbullah untuk menjadi ajaran Islam sebagai landasan kehidupan yang komprehensif, jihad untuk mencapai tujuannya tersebut dan mempunyai kepemimpinan yang tangguh di masyaraka (Tabloid Jumad, Juli 2008).

Kemenangan Hizbullah atas Israel pada tahun 2000 lalu mencengangkan banyak pihak, termasuk Israel sendiri. Ketika itu tentara Israel dipaksa menarik diri dari Lebanon. Inilah sebuah pencapaian dari pelbagai operasi yang dilakukan Hizbullah yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam kurun waktu lima puluh tahun perjuangan mereka melawan Israel.

Kemenangan ini menjadikan banyak pertanyaan tentang Hizbullah. Di antaranya mengenai kelahirannya, tujuan-tujuannya, visi dan nilai-nilainya. Buku karya Nairn Qassem, yang merupakan Sekjen Hizbullah, ini merupakan sebuah karya yang repsentatif untuk memahami Hizbullah dari kalangan internal gerakan tersebut.

Hizbullah muncul sebagai sebuah partai yang khas karena mengadopsi bendera Islam, demikian juga karena fungsinya sebagai kekuatan perlawanan. Hasilnya sungguh menakjubkan, berbagai operasi perlawanan Islam yang mereka lakukan berhasil secara unik sehingga memperoleh pujian dari para pendukung pembebasan dan para penganut keadilan.

Rahasia keberhasilan Hizbullah seperti dikatakan penulis buku ini didasarkan atas keyakinan yang mendalam terhadap Islam. Kerangka keyakinan seluruh persoalan Hizbullah berasal dari keyakinan tersebut, sementara kerangka praktisnya saling terkait dengan prinsip-prinsip iman yang dibawanya. Organisasi ini mendasarkan bahwa Islam merupakan program yang komprehensif, lengkap dan tepat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Islam merupakan landasan intelektual, religius, ideologis, dan praktis.

Prinsip berikutnya yang menjadi kunci keberhasilan Hizbullah adalah prinsip jihad. Jihad atau perang suci, memiliki akarnya dalam kata kerja 'berjuang'. Ini menunjukkan usaha sungguh-sungguh atau melakukan pelbagai upaya untuk melawan musuh. Dalam konteks Islam, kata tersebut memiliki jangkauan makna yang lebih luas daripada perang bersenjata.

Maknanya juga meliputi perjuangan melawan musuh yang berada dalam diri seorang sebagaimana bujukan dan godaan jiwa untuk melakukan keburukan atau panggilan setan kepada kesalahan, kesesatan dan korupsi. Dan prinsip ketiga yang menjadi bagian penting dari perjuangan Hizbullah adalah kepemimpinan ulama (wali faqih).

Di sini menurut penulisnya, ada tiga ulama terkemuka di Lebanon yang dasar-dasar nilai Islam kepada kekuatan Hizbullah ini, yakni Imam Musa al-Sadr, Ayatullah Muhammad Mahdi Syarnsuddin, dan Ayatullah al-Sayeed Muhammad Hussein Fadhlullah.

Dalam buku ini juga diungkapkan bagaimana konteks hubungan Hizbullah dengan berbagai negara seperti Iran, Suriah dan lain-lain. Dalam hubungannya dengan Iran, yang menarik adalah bahwa hubungannya tidak sebatas hubungan antar negara, hubungan organisasi, tapi juga hubungan dengan prinsip kepemimpinan yang dalam doktrin Syiah menjadi bagian penting.

Di sini kita dapat belajar dari Hizbullah untuk menjadi ajaran Islam sebagai landasan kehidupan yang komprehensif, jihad untuk mencapai tujuannya tersebut dan mempunyai kepemimpinan yang tangguh di masyarakat. Tentu saja kita bisa mengambil pelajaran dari Hizbullah dengan disesuaikan menurut kondisi bangsa kita.



Wednesday, June 25, 2008



BELAJAR DARI HIZBULLAH

Kemenangan ini menjadikan banyak pertanyaan tentang Hizbullah. Di antaranya mengenai kelahirannya, tujuan-tujuannya, visi dan nilai-nilainya. Buku karya Nairn Qassem, yang merupakan Sekjen Hizbullah, ini merupakan sebuah karya yang repsentatif untuk memahami Hizbullah dari kalangan internal gerakan tersebut
(Tabloid Jumat, Juni 2008).

Kemenangan Hizbullah atas Israel pada tahun 2000 lalu mencengangkan banyak pihak, termasuk Israel sendiri. Ketika itu tentara Israel dipaksa menarik diri dari Lebanon. Inilah sebuah pencapaian dari pelbagai operasi yang dilakukan Hizbullah yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam kurun waktu lima puluh tahun perjuangan mereka melawan Israel.

Kemenangan ini menjadikan banyak pertanyaan tentang Hizbullah. Di antaranya mengenai kelahirannya, tujuan-tujuannya, visi dan nilai-nilainya. Buku karya Nairn Qassem, yang merupakan Sekjen Hizbullah, ini merupakan sebuah karya yang repsentatif untuk memahami Hizbullah dari kalangan internal gerakan tersebut.

Hizbullah muncul sebagai sebuah partai yang khas karena mengadopsi bendera Islam, demikian juga karena fungsinya sebagai kekuatan periawanan. Hasilnya sungguh rnenakjubkan, berbagai operasi periawanan Islam yang mereka lakukan berhasil secara unik seningga memperoleh pujian dari para pendukung pembebasan dan para penganut keadilan.

Rahasia keberhasilan Hizbullah seperti dikatakan penulis buku ini didasarkan atas keyakinan yang mendalam terhadap Islam. Kerangka keyakinan seluruh persoalan Hizbullah berasal dari keyakinan tersebut, sementara kerangka praktisnya saling terkait dengan prinsip-prinsip iman yang dibawanya. Organisasi ini mendasarkan bahwa Islam merupakan program yang komprehensif, lengkap dan tepat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Islam merupakan landasan intelektual, religius, ideologis, dan praktis.

Prinsip berikutnya yang menjadi kunci keberhasilan Hizbullah adalah prinsip jihad. Jihad atau perang suci, memiliki akarnya dalam kata kerja 'berjuang'. Ini menunjukkan usaha sungguh-sungguh atau melakukan pelbagai upaya untuk melawan musuh. Dalam konteks Islam, kata tersebut memiliki jangkauan makna yang lebih luas daripada perang bersenjata. Maknanya juga meliputi perjuangan melawan musuh yang berada dalam diri seorang sebagaimana bujukan dan godaan jiwa untuk melakukan keburukan atau panggilan setan kepada kesalahan, kesesatan dan korupsi. Dan prinsip ketiga yang menjadi bagian penting dari perjuangan Hizbullah adalah kepemimpinan ulama (wali faqih).

Di sini menurut penulisnya, ada tiga ulama terkemuka di Lebanon yang dasar-dasar nilai Islam kepada kekuatan Hizbullah ini, yakni Imam Musa al-Sadr, Ayatullah Muhammad Mahdi Syamsuddin, dan Ayatullah al-Sayeed ; Muhammad Hussein Fadhlullah.

Dalam buku ini juga diungkapkan bagaimana konteks hubungan Hizbullah dengan berbagai negara seperti Iran, Suriah dan lain-lain. Dalam hubungannya dengan Iran, yang menarik adalah bahwa hubungannya tidak sebatas hubungan antar negara, hubungan organisasi, tapi juga hubungan dengan prinsip kepemimpinan yang dalam doktrin Syiah menjadi bagian penting.

Di sini kita dapat belajar dari Hizbullah untuk menjadi ajaran Islam sebagai landasan kehidupan yang komprehensif, jihad untuk mencapai tujuannya tersebut dan mempunyai kepemimpinan yang tangguh di masyarakat. Tentu saja kita bisa mengambil pelajaran dari Hizbullah dengan disesuaikan menurut kondisi bangsa kita.

Sunday, June 15, 2008



KEBIJAKAN NEOLIBERAL LIMA PRESIDEN INDONESIA

Penulis: Epung Saepudin

Strategi pemulihan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan Indonesia pasca Soeharto sampai SBY, semuanya merupakan strategi yang mengorbankan kelompok masyarakat yang lebih luas demi kepentingan segelintir orang atau kelompok yang lebih kecil tapi menguasai perekonomian Indonesia
(Epung Saepudin, Media Transformasi, Mei 2008)

Sudah lima presiden memimpin Indonesia. Tidak satu pun yang mampu mengantarkan negeri ini untuk makin bermartabat baik secara ekonomi maupun politik. Setiap presiden yang memimpin Indonesia, dalam pandangan penulis buku, selalu saja tunduk pada mekanisme Washington Konsensus yang dikomandoi IMF yang berwatak neoliberal Akibatnya setiap kebijakan selalumeminggirkan masyarakat yang justru telah memilihnya. Inilah potret sesungguhnya dari karakter Presiden di Indonesia terutama Soeharto yang telah memimpin In donesia selama 32 tahun lamanya.

Reformasi memang berhasil memaksa Soeharto lengser, tapi tidak semua masalah langsung bisa dibereskan. Sebagian besar masalah yang sifatnya fundamental justru tidak tersentuh reformasi. Seperti menyusun tata ekonomi baru pasca Soeharto yang kental kepentingan asing. Salah satunya sebabnya adalah hilangnya kesempatan mereformasi sistem ekonomi dengan kreatifitas sendiri. Karena terlalu menggebu ingin mengganti rezim refresif, kurang akuratnya diagnosis kaum reformis dan belum terstrukturnya konsep konsep perbaikan, pemerintah Indonesia waktu itu lebih dulu membeli resep dari mentornya yang lama IMF. Inilah kekalahan awal kaum reformis. IMF kembali lagi digunakan di awal awal reformasi.

Transisi dari sistem otoriter ke sistem demokrasi di Indonesia sesungguhnya tidak membawa manfaat yang besar pada kemajuan negara maupun kesejahteraan rakyat. Lihat saja, proses pemilu maupun pilkada sangat diwarnai dan didominasi oleh politik uang. Jika kecenderungan ini terus berlanjut, akan timbul banyak pertanyaan tentang apakah demokrasi ada manfaatnya untuk rakyat kebanyakan. Dalam kondisi dominasi pragmatisme dan politik uang yang begitu terasa, Indonesia sangat mudah sekali dipengaruhi oleh pandangan ekonomi ortodoks dan neoliberal yang semakin mengecilkan peranan negara dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Negara hanya memperjuangkan kepentingan elit. Sementara rakyat dilepaskan kepada belas kasihan mekanisme pasar. Misalnya, berbagai subsidi di dalam bidang pendidikan dan kesehatan dihapuskan tanpa melihat perbedaan kemampuan ekonomis dari masyarakat. Padahal, di negara kapitalistik sekalipun, seperti di Eropa, tetap ada subsidi maupun bantuan keuangan di bidang pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat yang tidak mampu.

Kekuasaan dan peranan Mafia Berkeley nyaris 40 tahun di Indonesia tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dan mewariskan potensi sebagai salah satu negara gagal (failed state) di Asia. Penulis menunjukan bahwa penyebab situasi tersebut dikarenakan kebijakan Orde Baru dalam bidang ekonomi Indonesia terutama didukung oleh eksploitasi sumber daya alam (minyak bumi hutan) serta peningkatan pinjaman luar negeri. Kegagalan itu juga terjadi karena strategi dan kebijakan ekonomi politik akan selalu menempatkan Indonesia sebagai subordinasi alias kepenjangan tangan dari kepentingan global. Padahal tidak ada negara menengah yang berhasil meningkatkan kesejahteraanya dengan mengikuti model Washington Konsensus yang digawangi IMF. Situasi tersebut juga diperparah dengan tidak adanya perubahan dalam arah kepemimpinan nasional ditingkatan Presiden. Semua presiden yang ada masih tunduk pada kepentingan kepentingan pasar yang bercorak neoliberal.

Strategi pemulihan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan Indonesia pasca Soeharto sampai SBY, semuanya merupakan strategi yang mengorbankan kelompok masyarakat yang lebih luas demi kepentingan segelintir orang atau kelompok yang lebih kecil tapi menguasai perekonomian Indonesia. Berbagai kebijakaan memang terdengar asing bagi masyarakat awam, namun merekalah yang paling terkena imbasnya dengan pemotongan tingkat kesejahteraan orang miskin melalui pengurangan subsidi, pengurangan nilai upah nil, penghancuran nilai tukar petani dan nelayan, dan penghapusan banyak kondisi kerja yang menguntungkan buruh. Sementara untuk kelompok yang lebih kecil tersebut, kita dapati pemerintah membayari hutang mereka, bahkan sampai pada tahap penghapusan hutang dan pengampunan hutang, masih ditambah lagi adanya pemberian fasilitas pemotongan pajak dan tax holiday. Sebuah ketidakadilan diperlihatkan secara nyata oleh pemerintah.


Thursday, May 22, 2008

NOKIA;RAKSASA INDUSTRI PONSEL DUNIA

Buku ini memaparkan peristiwa-peristiwa besar dan prinsip-prinsip sukses dalam sejarah perkembangan Nokia serta hikmahnya bagi perusahaan atau pribadi mana pun yang mencari kemakmuran dalam situasi bisnis yang senantiasa berubah saat ini (Bandung Advertiser, Mei 2008).

Siapa yang tak kenal Nokia? Pabrikan peralatan telekomunikasi terbesar dunia asal Finlandia. Pada 1999, Nokia dapat meningkatkan pendapatan nasional Finlandia lebih dari 1.5 %, lalu pada 2003, naik menjadi 3.5 %. Bahkan pada 2006, pendapatan Nokia telah melebihi anggaran negara Finlandia. Tak pelak Finlandia punya julukan lain: Nokialand.

Buku ini memaparkan peristiwa-peristiwa besar dan prinsip-prinsip sukses dalam sejarah perkembangan Nokia serta hikmahnya bagi perusahaan atau pribadi mana pun yang mencari kemakmuran dalam situasi bisnis yang senantiasa berubah saat ini.

"Sebagai salah satu merek paling dikenal dan disegani di dunia, Nokia mengalami pertumbuhan mengagumkan menuju ketenaran dan selanjutnya menetapkan standar kinerja yang coba diikuti para pesaingnya."

"Jika buku ini memiliki pesan bagi pihak-pihak lain yang berupaya meraih kesuksesan, pesan itu adalah keharusan bersikap fleksibel dan berpikiran terbuka. Hanya dengan karakter semacam itulah sebuah perusahaan dalam situasi dunia yang bergejolak dapat mengharapkan kemakmuran."



ASIA FUTURE SHOCK

Asia Future Shock dirancang bagi para penyusun strategi dan rencana perusahaan, untuk mengingatkan mereka akan pergeseran ini dan pergeseran besar .lainnya, serta untuk mengenali peluang dan risiko bagi siapa pun(Bandung Advertiser, Mei 2008).

Pertumbuhan ekonomi Cina, India, dan sebagian besar wilayah Asia lainnya benar-benar dahsyat. Belum pernah kawasan ini berubah begitu banyak dalam waktu yang begitu singkat. Namun, perubahan tidak selalu berarti peluang, tetapi juga : sekaligus risiko.

Dapatkah Anda memperkirakan apa yang akan terjadi di beberapa negara Asia di masa depan? Siapkah perusahaan Anda ? Siapkah Anda?
Prediksi-prediksinya mencengangkan..
- Akankah Singapura menjadi Swiss-nya AsiaTenggara?
- Apakah masa depan Indonesia semakin terpuruk?
-Vietnam: Cina yang Bam?
- Bagaimana dengan Malaysia danThailand?
- Akankah Cina menjadi pengekspor utama senjata canggih?
- Apakah yang akan terjadi saat air dan minyak di seluruh Asia makin menipis? Berapa lama lagi itu akan terjadi?
- Bagaimana dengan populasi penduduk di Jepang dan Singapura dibandingkan dengan di India dan Cina?
- Bagaimana nasib reaktor nuklir dunia di Asia?
Masih banyak pertanyaan penting lainnya yang akan dijawab di
dalam buku ini...

Asia Future Shock dirancang bagi para penyusun strategi dan rencana perusahaan, untuk mengingatkan mereka akan pergeseran ini dan pergeseran besar .lainnya, serta untuk mengenali peluang dan risiko bagi siapa pun.

Monday, April 28, 2008




Buku Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia ini merupakan hasil investigasi dan penelusuran jurnalistik selama sepuluh tahun (1997-2007) oleh seorang wartawan yang membuktikan gagalnya Mafia Berkeley dalam membangun perekonomian nasional.
(Syafruddin Azhar, Tabloid Parle No.136 Tahun 2008)



Berangkat dari kegelisahan melihat carut-marut negeri ini, peranan serta ketangguhan negara dan korporasi dalam menghadapi gejolak krisis ekonomi yang melanda Indonesia (1997/1998), mendorong kita merenungkan makna: ada apa di balik semua ini?

Ishak Rafick, wartawan yang mumpuni dan penuh ide, mencoba memetakkan dan melakukan analisis, mengapa Indonesia gagal "tinggal landas" (take off) setelah 32 tahun rezim Orde Baru (Presiden Soeharto) membangun negeri ini. Berbagai kelemahan struktural dan penyimpangan di masa kepemimpinan Soeharto dianalisis dari perspektif jurnalistik.

Dari lima Presiden Indonesia, menurut Rafick, tak satu pun yang mampu membawa negeri ini menjadi bangsa yang bermartabat; baik secara ekonomi maupun politik. Semua presiden tunduk pada mekanisme Washington, konsensus yang dikomandoi IMF yang berwatak neoliberal. Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan acapkali meminggirkan rakyat.

Dominasi pragmatisme dan politik uang yang begitu masif, mengakibatkan Indonesia niudah dipengaruhi oleh pandangan ortodoks dan neoliberal
yang mengecilkan peranan negara dalam memakmurkan dan menyejahterakan rakyat, sesuai amanat UUD 1945. Negara hanya memperjuangkan kepentingan segelintir elite, sedangkan rakyat diserahkan kepada belas kasihan mekanisme pasar (market mechanism).

Buku Catalan Hitam Lima Presiden Indonesia, merekam berbagai ketimpangan yang terjadi dan kerawanan di bidang ekonomi, sosial, dan politik sejak Orde Baru hingga pasca-reformasi. Presiden Soeharto dengan kebijakan ekonominya didukung sepenuhnya oleh para ekonom yang dijuluki "Mafia Berkeley", yang implikasinya pada polarisasi Indonesia begitu terasa. Pada akhirnya, Soeharto tak mampu membendung tekanan yang menginginkan perubahan dan demokratisasi yang berjalan dengan baik.

Pengganti Soeharto, B.J. Habibie, dalam banyak hal berupaya memenuhi tuntutan reformasi dengan menyusun Undang-undang Kebebasan Pers, Undang-undang Desentralisasi, dan Undang-undang Pemilu. Dia berhasil menegakan landasan demokratisasi sesuai tuntutan reformasi. Di sisi lain, Habibie melaksanakan banyak permintaan IMF (International Monetary Fund), terutama dalam kaitannya dengan rekapitalisasi perbankan, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), dan Master Settlement and Acuisition Agreement (MSAA). Menurut Rafick, setelah Presiden Soekarno, hanya Presiden B.J. Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid yang berani melawan IMF. Habibie dianggap berhasil mereformasi BUMN sedangkan Gus Dur dinilai mampu menolak campur tangan asing dan menggagas poros ekonomi "Jakarta-New Delhi-Beijing". Kedua Presiden itu akhirnya tersingkir.

Tampilnya Megawati Soekarnoputri kembali membuka peluang IMF di Indonesia. Tidak seperti Gus Dur yang enggan menjual aset negara (karena itu ditekan IMF), pinjaman IMF mengalir semasa Megawati dengan keharusan menjual aset negara. Satu persatu aset bangsa berpindah ke tangan asing. Semasa Megawati, liberalisasi ekonomi berjalan tanpa batas.

Rafick memiliki expectation yang tinggi terhadap Susilo Bambang Yudhoyono. la berharap SBY lebih populis, dan kebijakan yang dirumuskan hanjs berpihak kepada rakyat. Masa depan bangsa tak boleh diserahkan kepada trinitas neoliberal: World Bank. IMF, dan WTO. Dengan legitimasi yang dimiliki, SBY harus berani melawan tekanan pihak asing.

Selain ketinggalan dari segi pendapatan per kapita, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki distribusi pendapatan sangat timpang, negara dengan utang terbesar, serta memiliki landasan struktural dan industri yang rapuh. Di bawah pengaruh Mafia Berkeley, utang yang besar dan terkurasnya kekayaan alam (seperti hutan dan sumber daya mineral), ternyata hanya menghasilkan pendapatan per kapita sekitar US$1.100, pemenuhan kebutuhan dasar sangat minimum, dan ketergantungan finansial pada utang luar negeri. Buku karya Rafick ini sayangnya minim data, sehingga tampak seperti dipping berita jurnalistik dengan analisis trivial yang selektif tentang berbagai peristiwa dalam pengamatan fragmentaris dan oratoris. Dia pun jauh dari kepakarannya dalam bidang ekonomi, sehingga hanya terbesut pada analisis berdasarkan insinuasi dan innuendo (sindiran atau ucapan tidak langsung). Namun demikian, kehadiran buku ini mencengangk an. Seolah menyadarkan kita akan kelemahan struktur yang laten di bawah kepemimpinan lima Presiden Indonesia.

Buku Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia ini merupakan hasil investigasi dan penelusuran jurnalistik selama sepuluh tahun (1997-2007) oleh seorang wartawan yang membuktikan gagalnya Mafia Berkeley dalam membangun perekonomian nasional. Kegagalan kelompok ekonom yang merumuskan arah pembangunan nasional selama 40 tahun, sekaligus telah mewariskan potensi sebagai sebuah negara yang gagal (failed state).*



Monday, April 14, 2008


BOOK REVIEW

REPUBLIK GILA BOLA

Dilengkapi dengan foto-foto full colour, buku ini "haram" dilewatkan oleh siapa pun(Bandung Advertiser, April 2008)


Tahukah Anda, selain makan, minum, dan seks, sepak-bola termasuk kebutuhan utama lainnya? Tahukah Anda, banyak pria yang telah menikah dua kali dengan sepakbola sebagai istri mudanya ? Tahukah Anda, dengan sepakbola, jutaan rakyat miskin menjadi berkurang beban kehidupannya ? Tahukah Anda, gaji yang dihasilkan oleh seorang pesepakbola—semisal Zidane dan Christiano Ronaldo, dan lainnya, pernah menyelamatkan korban gempa, bencana Tsunami, dan lainnya ? Tahukah Anda, di masa-masa mendatang, akan banyak pemimpin negara yang lahir dari seorang pesepakbola ? Tahukah Anda, The Jakmania, The Viking, Aremania, dan lain sebagainya mencintai sepakbola lebih dari mereka mencintai para kekasih mereka ? Dan Tahukah Anda di negara ini—Indonesia tercinta—adalah negara Republik Gila Bola ?

Inilah satu-satunya buku yang mengungkap sepakbola dari sisi yang unik. Sang penulis menawarkan perbincangan yang menjadikan buku ini lain dari pada yang lain. Dilengkapi dengan foto-foto full colour, buku ini "haram" dilewatkan oleh siapa pun!

Monday, March 31, 2008

ALAN GREENSPAN

Penerbit: Ufuk Press
Penulis: Bob Woodward

Analisis yang tajam dan akurat dalam kebijakan moneter, membuat setiap langkahnya diperhitungkan dan ditunggu-tunggu semua pihak. Hingga ada joke di kalangan pasar dunia, suara batuk Greenspan saja bisa memengaruhi gejolak ekonomi dunia.
(Bandung Advertiser, Maret 2008)


Alan Greenspan kali pertama ditunjuk sebagai Ketua Dewan Gubernur Bank Sentral AS, atau Federal Reserve (The Fed) pada pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Berkat kepiawaian dan keakuratannya dalam membuat kebijakan moneter, Greenspan mempertahankan jabatan ketua Bank Sentral AS hingga empat kali periode, tanpa terpengaruh presiden AS yang terus berganti.

Catatan prestasi Greenspan yang menonjol antara lain keberhasilannya menangani krisis pasar saham Black Monday, meledaknya bisnis internet dot.com, gelembung pasar saham bulan Maret 2000, dan resesi akhir tahun 2000, tahun 2002, dan peristiwa-peristiwa pasar terkini.

Analisis yang tajam dan akurat dalam kebijakan moneter, membuat setiap langkahnya diperhitungkan dan ditunggu-tunggu semua pihak. Hingga ada joke di kalangan pasar dunia, suara batuk Greenspan saja bisa memengaruhi gejolak ekonomi dunia.

Sejak Greenspan menjabat ketua Bank Sentral AS, setiap pengumumannya selalu diliput media cetak dan elektronik. Bahkan stasiun televisi menyiarkan langsung detik-detik pengumuman kebijakannya—persis seperti peluncuran pesawat antariksa, di layar televisi terlihat hitungan mundur jam, detik demi detik, hingga tiba saatnya pengumumannya.

Buku ini mengupas tuntas liku-liku dan sepak terjang Alan Greenspan menjadi ketua Bank Sentral AS. Bagaimana konflik dan intrik pembuatan keputusan Bank Sentral AS? Bagaimana pemikiran Greenspan ? Syahdan, sebagai bangsa yang bijak, seharusnya para ekonom Indonesia bisa belajar banyak dari sosok Alan Greenspan dalam mengeluarkan kita dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini.

Friday, March 28, 2008



TRAGEDI PEREMPUAN DALAM ISTANA


Para pembaca akan mengetahui kisah hidup Putri Sultana yang tragis dalam masyarakat yang tertutup, membuka tabir yang mengejutkan tentang kawin paksa, perbudakan seks, dan kebiadaban laki-laki terhadap kaum perempuan
(Tabloid Jum’at, Februari-2008)

Novel yang menyentuh perempuan ini diangkat dari kisah nyata kehidupan tragis seorang Putri kerajaan Arab Saudi dari keluarga Al-Saud. Sebagai perempuan di negeri yang dikendalikan oleh kaum laki-laki, Putri Sultana {bukan nama sebenarnya) sangat menderita karena sejak kecil ayahnya tidak mencintainya dan ia mempunyai kakak laki-laki yang jahat. Meskipun terlahir sebagai seorang Putri yang merupakan keluarga kerajaan, dimana semua kebutuhannya terpenuhi mulai dari pendidikan, makanan, pakaian hingga perhiasan yang indah, serta dikelilingi oleh kakak perempuan yang penuh kasih juga seorang ibu yang senantiasa melindunginya, Putri Sultana tidak mempunyai kebebasan untuk menentukanhidupnya, Sanak saudara laki-laki dalam keluarganyalah yang memiliki kekuasaan hidup dan mati atas dirinya dan juga seluruh saudara perempuannya.

Sejak kecil Putri Sultana sangat ingin dicintai ayahnya. Namun ayahnya hanya mencintai anak laki-lakinya saja dan ia tidak pernah mempedulikan anak-anak perempuannya. Secara adat mempunyai anak laki-laki adalah sebuah kebanggaan sebaliknya mempunyai anak perempuan merupakan a"ib yang akan menurunkan martabat dan membebani keluarga. Melalui buku yang ditulis oleh teman perempuan yang berkebangsaan Amerika ini, la ingin menceritakan kepada dunia kisah hidupnya yang tragis karena sistem patriarki yang dibangun sangat menafikan hak-hak kaum perempuan.

Buku yang menceritakan kisah tragis-dalam kehidupan Putri Sultana dan beberapa teman perempuannya ini sangat memilukan. Betapa banyaknya gadis-gadis belia Saudi yang menjadi yang dipaksa menikah muda dengan seorang laki-laki tua yang berumur dua atau tiga kali darinya untuk dijadikan istri ketiga, keempat kelima dan seterusnya. Beberapa di antara mereka ada yang kemudian langsung diceraikan dan setelah didiagnosa ternyata mereka terjangkit penyakit serius.

Buku pertama yang berjudul Princess, menggambarkan kehidupan masa kecil Putri Sultana sejak kanak-kanak sampai dewasa dan kehidupan pernikahannya. Ketika pertama kali buku ini didipublikasikan di Amerika pada September 1992, dunia merangkul kisah nyata Sang Putri dan menyambutnya dengan kasih perempuan yang membolehkan mengintip dari balik cadar dan dinding istana. Buku kedua yang terbit pada Februari 2008 berjudul The Princess Sultana's Daughters, merupakan kelanjutan kisah Putri Sultana, putranya-Abdullah yang mencoba membantu sahabatnya Ja'far dengan melawan tradisi masyarakatnya, kedua putrinya-Maha dan Amani- semangat keduanya bergesekan dengan arus utama tradisi kerajaan, dan kisah mengharukan perempuan Arab lain yang la kenal.

Para pembaca akan mengetahui kisah hidup Putri Sultana yang tragis dalam masyarakat yang tertutup, membuka tabir yang mengejutkan tentang kawin paksa, perbudakan seks, dan kebiadaban laki-laki terhadap kaum perempuan juga tentang kebulatan tekad Sang Putri untuk mengubah kehidupan perempuan dalam kerajaan dengan mencoba melepaskan rantai yang membelenggu mereka. Meskipun sebagian kisah hidup Putri suram, pembaca juga akan menikmati saat-saat menyenangkan ketika mengetahui rahasia Putri Sultana melakukan tipu daya untuk memberi pelajaran kepada kakak laki-lakinya-Faruq- yang jahat dan suka merendahkan perempuan. Melalui buku ini digambarkan kisah yang menebarkan persahabatan, humor, dan cinta di antara ibu, saudara-saudara perempuan, juga pelayan-pelayan perempuan Putri Sul¬tana.

Pembaca dianjurkan untuk membaca buku pertama tentang Putri Sultana yang berjudul Princess, namun buku kedua yang berjudul The Princess Sultana's Daughters, merupakan cerita yang berdiri sendiri yang juga dapat dinikmati tanpa membaca buku sebelumnya. Masih banyak lagi yang perlu kita lakukan berkaitan dengan kehidupan yang harus dijal'ani oleh begitu banyak perempuan yang kurang beruntung. Namun semua itu kembali kepada kita, sebagai manusia yang bebas mengekspresikan diri, bagaimana turut berjuang membantu saudara kita perempuan yang kurang beruntung secara maksimal dengan cara yang bisa kita lakukan.


Tuesday, March 25, 2008




PARA PEREMPUAN MELAWAN TRADISI


Novel ini menjadi menarik karena dalam kultur masyarakat Arab perempuan tidak mempunyai kebebasan dalam memutuskan sesuatu, semua hal yang menyangkut hidupnya ditentukan oleh laki-laki, termasuk masalah perjodohan(Tabloid Jumat, 28-Maret-2008).



Novel yang ditulis oleh seorang perempuan muda lulusan King Saud University ini bukanlah novel ciklit biasa. Ketertarikannya pada dunia membaca dan menulis mendorongnya membukukan pengalaman nyata teman-teman perempuannyanya di Riyadh. Novel yang diangkat melalui email bersambung kepada para gadis muda yang rnelakukan chatting di sebuah grup online ini merupakan kisah nyata kehidupan sebagian gadis di Arab Saudi dalam mengejar pendidikan tinggi, karier dan mencari cinta sejati. Novel ini menjadi menarik karena dalam kultur masyarakat Arab perempuan tidak mempunyai kebebasan dalam memutuskan sesuatu, semua hal yang menyangkut hidupnya ditentukan oleh laki-laki, termasuk masalah perjodohan.

Penulis buku ini mencoba menyingkap tabir yang selama ini menutup realitas kaum perempuan di Riyadh melalui pesan-pesan email yang ditulisnya. Fenomena yang terpendam itu akhirnya menyembul jelas di depan mata kita. Sungguh sebuah realitas yang mencengangkan, haru, lucu sedih dan bahagia. Kisah nyata kehidupan empat gadis Riyadh: Qamrah, Michelle, Shedim dan Lumeis. Keempat gadis itu rupawan, mereka bersahabat dalam suka dan duka. Qamrah dan Shedim berteman sejak duduk di sekolah dasar dan di bangku sekolah menengah atas mereka mengenal Michelle alias Masya'il dari ibu yang berkebangsaan Amerika. Lumeis sendiri adalah teman Michelle di sekolah Internasional. Setiap minggu selepas shalat jum'at melalui email dan chatting di dunia maya mereka saling curhat Dalam perjalalan hidup mereka, Qamrahlah yang menikah lebih dahulu, seperti kebanyakan para gadis, pernikahan Qamrah juga sudah diatur oleh keluarganya. Para sahabatnya menyayangkan pernikahan Qamrah apalagi kemudian ia tidak bahagia dalam kehidupan pernikahannya. Suami Qamrah, Rasyid sangat egois ia hanya memikirkan dirinya sendiri bahkan ia justru dengan kasar memaki dan memukul istrinya ketika Ia kedapatan tengah berselingkuh dengan teman wanitanya yang berkebagsaan Jepang. Qamrah yang merasa harga dirinya dilecehkan meminta untuk bercerai.

Tak lama setelah Qamrah menikah, Shedim dilamar oleh Walid, pegawai eselon II dan Lumeis menikah dengan Nizar teman magang kuliahnya di Kedokteran Umum rumah sakit di Jeddah. Dari keempat sahabat itu hanya kehidupan rumah tangga Lumeis yang berakhir bahagia. Satu persatu cinta mereka runtuh dihantam badai. Selingkuh, kawin paksa, tak direstui keluarga, dan perbedaan agama menjadi sebab padamya cinta mereka. Lewat keempat tokohnya ini, Al Sanea menumpahkan kegalauan hatinya, bahwa bagi perempuan Arab, perkawinan adalah kematian bagi kebebasan, kreativitas dan persahabatan. Lebih dari itu perkawinan adalah kesedihan, penyesanlan dan duka cita
.
Jatuh bangun mencari cinta tak membuat keempat gadis muda itu putus asa mencari cinta. Berbagai cara mereka tempuh untuk menemukan tambatan hati yang mereka idamkan sampai pada sutu titik intervensi keluarga yang luar biasa merobohkan bangunan cinta yang dibangun perlahan-lahan. Dalam perjalanan cinta mereka, Shedim dan Lumeis akhirnya menemukan cinta dalam kehidupan perkawinannya. Untuk menemukan cinta seseorang tidak selalu perlu cinta untuk memutuskan menerima orang lain, juga tidak selalu harus orang nomor satu yang begitu sempurna untuk menjadi pendamping hidup. Cinta yang membawa ke bangunan menara kebahagiaan bagaikan cinta yang tumbuh perlahan-lahan dari biji yang disemai tentu akan lebih kuat dibandingkan cinta yang mengebu-gebu dan penuh hasrat.






Wednesday, March 12, 2008



WAJAH BURAM KEMAKMURAN CHINA

Oleh: Edy Firmansyah *)


Sebuah buku yang mencerahkan. Sebab dengan hadirnya buku ini Cina tak lagi dipandang dengan hitam putih. Buku yang layak dibaca saya rasa. Tak hanya oleh mereka yang ingin mengetahui Cina dari berbagai sudut pandang. Tetapi bagi siapapun yang hendak melakukan perubahan (Edy Firmansyah, Majalah Fokus, Januari 2008)


Banyak kalangan yang meramalkan bahwa Cina akan menjadi kekuatan besar berikutnya hingga pada akhirnya Cina akan melampaui Amerika sebagai raksasa ekonomi dunia. Betapa tidak. Kurang dari setengah abad Negara di Asia yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia ini, dan tetap menjadikan Komunis sebagai ideologi, kini melesat menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang maju dengan pesat.


Apa resepnya? Tonggak perubahan itu adalah reformasi agraria sejak 1978. Tanah yang semula dikuasai secara kolektif dibagikan merata pada setiap keluarga. Petani menerima upah pada akhir tahun bukan berdasar keterlibatannya dalam kegiatan kolektif, melainkan menurut tingkat produktivitasnya. Mereka bebas menentukan jenis tanaman yang dibudidayakan, bahkan bisa menguasai tanaman tambahan setelah memenuhi kuota bibit yang ditetapkan. Lebih lanjut, petani membayar pajak ketimbang menyerahkan kuota tertentu kepada kolektivitas. Dengan reformasi agraria ini, petani memiliki akses perorangan, memiliki lebih banyakpilihan dan kebebasan. Hal ini mendorong gairah bekerja, iklim kompetisi dan produktivitas.(Yudi Latif,Kompas 8/01/07).

Tapi buku yang ditulis pasangan suami istri Chen Guidi dan Wu Chuntao yang berjudul China Undercover;Rashasia dibalik Kemajuan Cina ini justru menepis penyataan diatas. Menurut Chen dan Wu kisah kebangkitan Cina yang kini tengah digembar-gemborkan banyak kalangan dan pakar ekonomi dunia justru dibangun dari berbagai penindasan terhadap petani.

Pada tahun 1993, misalnya, tulis Chen dan Wu, badan legislatif Cina bersumpah akan membatasi pajak-pajak menjadi lima persen dari pendapatan petani, tetapi dalam waktu satu tahun, berbagai pajak dan biaya justru menjerumuskan petani dalam utang. Sepuluh tahun sebelumnya, pemerintah berjanji menyisihkan 18 persen anggarannya untuk layanan-layanan pedesaan. Tetapi kenyataannya, jumlahnya bakan tidak pernah mendekati angka tersebut; di tahun 2005 yang disisihkan hanya 9 persen. Sementara itu, pejabat birokrasi Cina, yang sebagian besar dari mereka bekerja di pedesaan, berkembang jumlahnya dari 2,2 juta di tahun 1979 menjadi lebih dari 10 juta pada saat ini. Perdana Menteri Wen tidak mengatakan bagaimana sekarang mereka akan dibiayai mengingat para petani tidak harus membayar pajak lagi. Tetapi kesimpulan logis yang bisa didapat siapapun, petanilah yang harus membayarnya.(John Pomfret, xxii).

Tapi anehnya, suara-suara perlawanan kaum tani justru tak terdengar oleh media (atau sengaja tidak diungkap?). Karenanya menurut penulis buku ini, China Undercover merupakan sebuah pengungkapan terhadap ketidaksamaan dan ketidakadilan yang mendera rakyat jelata, para petani, yang jumlahnya sekitar 900 juta jiwa. Buku ini menggambarkan lingkaran setan yang menjerat rakyat jelata, terutama para petani di Cina, dimana penerapan pajak yang tidak adil dan tindakan sewenang-wenang kadang-kadang menimbulkan kekejaman yang ekstrim terhadap mereka. Meski begitu tidak semua masalah menjadi bahasan utama buku ini. Buku ini hanya memuat serangkaian masalah yang secara umum merujuk pada Triple-Agri (San-Nong): masalah pertanian, masalah wilayah pedesaan dan masalah petani. Semua masalah yang dibahas telah melewati penelitian dan investigasi yang mendalam. Meskipun demikian buku ini tidak kaku dan 'berat' sebagaimana buku penelitian pada umumnya. Sebab buku ini dikemas dalam bentuk cerita sastra. Sehingga kisah yang disajikan dalam buku ini sungguh memikat. Maklum Chen dan Wu sebenarnya bukan orag asing dalam dunia tulis menulis. Keduanya adalah anggota dan penulis terkemuka dalam asosiasi sastra Hefei.

Buku ini terbagi menjadi enam bagian. Dari semua bagian itu hampir semuanya berkisah tentang penindasan yang dilakukan penguasa setempat terhadap petani. Seperti pada bagian pertama buku ini. Bab itu berkisah kisah sang martir bernama Ding Zioming, petani biasa yang berasal dari desa Luying, Kecamatan jiwangchang, Kabupaten Luxin, Propinsi Anhui. Dialah sang pemula. Orang pertama yang melakukan perlawanan dengan melaporkan beban pajak yang berlebihan yang dibebankan pada petani di wilayahnya. Dan Ding harus berhadapan dengan tangan besi kekuasaan. Dia dipukuli sampai tewas.

Membaca buku ini seakan-akan kita sedang membaca tentang negeri sendiri. Penindasan terhadap rakyat miskin dan petani yang dilakukan penguasa masih berlangsung hingga saat ini. Mulai dari perampasan lahan, penggusuran dan melonjaknya harga kebutuhan pokok. Tapi bukan buku yang baik jika semua isinya hanyalah keritikan tanpa memberi solusi. Dan buku ini terhindar dari semua itu. Pada bagian akhir yang berjudul mencari jalan keluar Chen dan Wu memberikan sedikit solusi. Semua solusi merupakan hasil wawancara dari para pakar baik pakar ekonomi maupun sosiologi. Seakan-akan buku ini tak hendak bertindak jumawa. Sebab keputusan untuk merubah keadaan, berada di tangan pemerintah. Sebuah buku yang mencerahkan. Sebab dengan hadirnya buku ini Cina tak lagi dipandang dengan hitam putih. Buku yang layak dibaca saya rasa. Tak hanya oleh mereka yang ingin mengetahui Cina dari berbagai sudut pandang. Tetapi bagi siapapun yang hendak melakukan perubahan.*) Ketua FORDEM (Forum Demokrasi) Pamekasan-Madura. Pengelola Sanggar Bermain Kata (SBK). Penulis Lepas media lokal maupun Nasional.

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes