Tuesday, February 01, 2011

CARA KLASIK MENYIHIR AUDIEN

“Pulang kampung, nih,” kata Presiden Amerika Serikat Barrack Obama,

Sontak, suasana dibuat gemuruh oleh tepuk tangan, derai tawa, bahkan yel-yel. Presiden Obama benar-benar menguasai panggung ketika berpidato di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok, 10 November 2010. Keriuhan juga meledak saat Obama membuka pidato dengan “assalamualaikum” dan “salam sejahtera” sembari tersenyum lebar. “Indonesia bagian dari diri saya.” Tak ayal, hadirinpun merasa semakin intim bersama Obama. Kala itu, terciptalah efek yang dinamakan the magic of speaking.

Kisah berbeda datang dari presiden yang lain. Senin pekan lalu, di Jakarta Convention Center, diadakan rapat kerja pemerintahan, dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum acara digelar, pembawa acara berteriak di mikrofon. "Mengingat acara ini disiarkan langsung, peserta dilarang tidur don jangan BBM an. Biar tidak tertangkap kamera katanya. Rupanya, pesan itu kurang diyakini manjur. Maka, Presiden sendiri, diawal pidatonya, mengemukakan hal yang sama. "Yang tertidur, lebih baik di luar ruangan karena disorot TV tidak bagus,"ujar Presiden

Berpidato, bagi sebagian orang, terlihat amat mudah. Tapi, tidak bagi sebagian yang lain. Menurut Dale Carnegie, berpidato itu tidak sulit. Toh, katanya, berpidato bukan bakat yang diberikan Tuhan. Pidato adalah keahlian yang bisa dilatih. Selama ini, kesulitan berpidato banyak dilatari oleh "ketakutan" si pembawa pidato. Banyak orang cerdas, pandai berbicara, dan mudah sekali menjelaskan ide idenya jika berhadapan dengan orang per orang mendadak menjadi kelu dan gugup ketika berhadapan dengan orang ramai

Buku yang disusun Dale Carnegie (1888-1955) ini bukan buku baru. Ini adalah karya klasik yang awalnya terbit pada 1962. Buku ini telah kerap direvisi dalam versi yang lebih singkat. Edisi terbaru terbit 2005. Ufuk Publishing lalu menerbitkan di Indonesia, untuk kali pertama, November 2010.

Dale adalah pelopor pengajaran meng¬hilangkan rasa takut saat berpidato, sejak 1912. Menurut Dale, sebagian besar peserta kursus public speaking ingin menaklukkan kegugupan dan mampu menyampaikan pendapat dengan jelas don logis.Ia menegaskan, ada empat hal penting yang perlu diingat: Pertama, awalilah dengan kemauan yang kuat don besar. Kuat lemah dan besar kecil kemauan akan menentukan kemajuan dari latihan. Kedua, kuasai materi yang akan dibicarakan. Ketiga, bertindaklah dengan percaya diri. Keempat, berlatihlah

Lantas, lakukan persiapan; kumpulkan pemikiran, ide, keyakinan, dan keinginan si pembawa pidato. Pidato yang baik dan berkesan tidak bisa dipersiapkan hanya 30 menit. Pidato juga tergantung bahan yang dikumpulkan. Dale menyuruh pembacanya meniru Luther Burbank (1849-1926), seorang biolog Amerika Serikat. Luther sering menghasilkan jutaan spesimen tumbuhan tetapi hanya menemukan satu atau dua tumbuhan yang sangat baik.

Dalam paparan teknisnya, Dale menampilkan kemampuan para tokoh yang sangat terkenal, tapi pada masa Dale sendiri, di dekade 19220 an. Makanya, mereka jadi tidak familiar bagi pembaca saat ini Selain itu, contoh kata don kalimat yang disajikan Dale, tentu saja, berbahasa Inggris.

O ya, buku ini juga dapat memberikan tips untuk menjaga hadirin tetap terbangun dan langkah yang harus dilakukan pertama kali jika hadirin Anda tertidur. Tapi, itu jelas bukan dengan memberikan perintah agar "peserta dilarang tidur dan jangan BBM an." Apalagi jika alasannya karena "disorot TV, tidak bagus. " o





















No comments:

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes