Friday, July 31, 2009


Gbr.1. Live The Mystery of 2012 di TV One


Gbr.2. Talkshow The Mystery of 2012 di Universitas Mercubuana



MENELISIK THE MYSTERY OF 2012
DI TV ONE DAN UNIVERSITAS MERCUBUANA


Rabu, 29-7-2009 adalah hari istimewa bagi Ufuk Publishing House. Diskusi The Mystery of 2012 di TV One adalah salah satu penjelasan mengenai hal tersebut. Hal lainnya adalah, pada saat bersamaan terselenggara talk show dengan tema yang sama di Universitas Mercubuana-Jakarta

Diskusi The Mystery 2012 di TV One menghadirkan pembicara antara lain : Mehdy Zidane (Chief Editor Ufuk Publishing House), Clara (Ahli Antariksa dan Sistem Tatasurya LAPAN), Arifianto (Staf Kampanye Greenpeace Asia-Pasifik).

Acara yang dipandu oleh Indy Rahmawaty tersebut berangkat dari ramainya perbincangan masyarakat tentang kiamat 2012. Ibu Clara dari LAPAN menyatakan bahwa isu 2012 tersebut berasal dari ilmuwan Barat (Eropa Barat dan Amerika Serikat) yang menyatakan bahwa Badai Matahari yang akan muncul pada tahun tersebut akan mencapai radius terjauh dan mencapai bumi. Badai Matahari ini dipercaya tidak hanya mencapai bumi tetapi juga akan mengubah kutub yang ada di bumi. Selain itu juga ditemukannya Planet Nibiru yang berada dekat Planet Pluto dan memiliki arah lintasan menuju bumi serta berpotensi bertumbukan dengan bumi dan menimbulkan gelombang tsunami raksasa. Ibu Clara mengatakan bahwa secara astronomis dan gejala galaksi, matahari memiliki flare ( letupan) bola api setiap 14 tahun sekali. Letupan flare pada tahun 2012 dipercaya Ibu Clara sebagai letupan interval tertinggi sehingga beliau percaya Badai Matahari pada tahun 2012 akan menjadi mencapai atmosfer bumi dan menimbulkan gangguan transmisi. Ibu Clara mengatakan bahwa pada tahun 2012 seluruh transmisi yang mengandalkan wi-fi dipastikan akan terganggu seperti radar, radio, GPS dan lain sebagainya. Arifianto dari Greenpeace Asia-Pasifik mengatakan bahwa peluang-peluang terjadinya bencana besar tersebut sangat mungkin terjadi jika laju penuaan bumi dan perusakan lingkungan tidak bisa dicegah dan dikurangi.Ia melanjutkan bahwa dengan mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan serta mencairnya es di Greenland dan laju penipisan ozon telah menimbulkan ancaman yang serius terhadap gangguan benda angkasa seminimal mungkin. Hal ini berarti gangguan benda langit sekecil apapun akan berdampak sangat besar terhadap bumi. Ia tidak bisa membayangkan jika yang menyerang bumi adalah benda langit memiliki massa besar seperti Badai Matahari atau Planet Nibiru.

Siang hari, diskusi berlanjut di Universitas Mercubuana Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh sivitas akademika kampus tersebut berlangsung meriah. Padahal, kampus tersebut sedang berada pada masa liburan kuliah. Tak ayal, isu kiamat 2012 menjadi materi yang ditanyakan berulang-ulang. Narasumber berasal dari Ufuk Publishing House (Mehdy Zidane dan Muhammad Sadan). Pertanyaan banyak menuju pada apa yang sesungguhnya terjadi pada 2012, mengapa ramalan Suku Maya yang dijadikan pedoman, dan apa yang ingin disampaikan oleh buku The Mystery of 2012. Mehdy Zidane menjelaskan bahwa The Mystery 2012 ini bukan buku main-main. Buku tersebut ditulis oleh pakar-pakar yang berdedikasi pada bidangnya masing-masing khususnya pergerakan benda-benda angkasa. Para pakar tersebut terdiri dari ahli Fisika, Astronomi, Biologi, Psikologi, Kimia, Geologi hingga Teologi. Mehdy Zidane menyatakan bahwa agar buku ini tidak dianggap tendensius agama tertentu dan golongan tertentu maka pada bagian akhir buku ini mengutip dari kitab suci Al-Quran, Injil, Taurat dan kitab suci lainnya. Mehdy Zidane menyatakan bahwa buku ini ingin mengatakan bahwa misteri tahun 2012 merupakan kejadian mendatang yg menjadi masalah bersama dan bukan menjadi masalah dan perhatian golongan atau negara tertentu saja. Mehdy juga menjelaskan bahwa perhitungan kalender Suku Maya dijadikan acuan karena sistem perhitungan bintang yang lebih maju dibandingkan suku-suku lain di masa lalu. Suku Maya dipercaya menjadi pusat peradaban sejak sebelum bangsa Mesir berkembang maju dengan piramidnya. Di akhir acara, diskusi ini mendapat sambutan meriah dan applause meriah dari peserta diskusi.











No comments:

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes