
KARENA WAKTU BEGITU BERHARGA
Randy mampu menginspirasi orang lain untuk belajar bagaimana memaksimalkan potensi di sisa waktu hidup dan tidak menyerah kepada keadaan justru membalikkan keadaan menjadi lebih baik
(Epung Saepdudin, Media Indonesia, Agustus 2008)
(Epung Saepdudin, Media Indonesia, Agustus 2008)
Bukan lah kematian yang seharusnya kita takuti, melainkan sebuah kehidupan yang “tanpa makna” ujar Randy Pausch. Setiap yang hidup akan mati. Begitulah janji Tuhan. Meski demikian, dengan perkembangan ilmu medis, manusia bisa 'memperlambat' kematian. Tentu dengan obat, operasi, dan sekian 'perawatan yang memakan biaya tidak sedikit.
Namun dengan sekian obat dan operasi pun, pada akhirnya akan datang satu titik akhir ketika vonis dokter tiba. Seperti dialami Randy Pausch, seorang profesor muda Universitas Carnegie Mellon, yang di vonis dokter usianya akan memiliki sisa umur tiga hingga enam bulan lagi mengingat kanker pankreas stadium akhir sudah menggerogoti seluruh tubuhnya. Namun, berbeda dengan mereka yartg menghadapi kematian dengan muram, Randy memilih menghadapi sisa umur tersebut dengan cinta dan aktivitas yang menginspirasi manusia lain. la menginspirasi mereka yang masih hidup, yang patah semangat, untuk mewujudkan mimpi masa kecil dan menghadirkannya menjadi nyata dalam kehidupan. Dalam buku ini, Randy bercerita mengenai pelajaran yang ia resapi dalam perjalanan hidup dan memberikan arahan dan dorongan bagaimana belum bisa mencapai apa yang kita cita-citakan di dalam hidup, selama kita bisa tetap selalu berada di jalur kebaikan, semua impian-impian di dalam hidup kitalah yang akan menghampiri diri kita. Beberapa kampus di Amerika memiliki tradisi menarik yaitu last lecture. Tradisi itu biasanya diberikan kepada profesor yang akan pensiun dari kampus. Mendapatkan last lecture tidak mudah. Karena, sang profesor mesti meringkaskan lifelong lessons kepada audiensinya, dari pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi profesor. Randy mendapat kesempatan memberi kuliah terakhir karena kegigihannya dalam menghadapi penyakit kanker pankreas stadium akhir, tapi dengan tetap mengabdi dan memi¬liki karier cemerlang di institusinya. Randy Pausch adalah seorang dosen sekaligus anggota Walt Disney Imagineering yaitu sebuah tim kreatif yang bertugas untuk membangun wahana-wahana di Disneyland. Randy dinobatkan majalah Time sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia sepanjang 2007 karena kemampuannya menginspirasi orang lain untuk bangkit dan mau memaksimalkan potensi yang ada dalam diri masing-masing.
VONIS DOKTER
Buku kecil ini menceritakan berbagai pengalaman keseharian Randy setelah vonis dokter tentang sisa waktu hidupnya dijatuhkan. Ada banyak cerita yang akan membuat kita terharu. Seperti yang dialami Randy untuk bisa memilih yang terbaik dari sekian kemungkinan yang bisa diambil. Tentu saja hadirnya perdebatan dari setiap pilihan yang akan diambil. Randy mengalami hal itu ketika istrinya tidak begitu antusias saat Randy mendapat kesempatan menyampaikan kuliah terakhir dari kampusnya. Sebab, fokus Randy akan terbelah antara menyiapkan kuliah terakhir dan keinginan istrinya untuk. memfokuskan Randy pada keluarga dan anak-anaknya di sisa waktu yang sempit sebelum kematiannya. Namun, Randy mampu menjembatani perbebatan di keluarga dengan memilih mendokumentasikan seluruhnya aktivitas bersama keluarga di sisa waktunya melalui video sebagai kenang-kenangan bagi buah hatinya ketika ia sudah meninggal. Kuliah terakhir Randy yang menghebohkan itu disampaikan 19 November 2007. Kuliah yang diprediksi mahasiswanya akan haru biru oleh tangis karena disampaikan seorang dosen yang divonis sebentar lagi mangkat itu berbalik 180 derajat.
Di aula tempat berlangsung ama sekali tidak menghadirkan ceramah yang njelimet seperti dalam spesialisasi akademiknya yaitu mata kuliah perancangan dunia maya. "Saya tak hendak bicara soal kanker, juga tidak tentang keluarga saya, saya akan bicara soal impian masa kanak-kanak," katanya di hadapan audiensi yang terdiri dari mahasiswa dan rekan kerja. Bahkan, Randy membuka kuliah terakhirnya dengan sebuah push-up. la memberi pesan bahwa vonis kematianyang didera terhadap dirinya tidak membawa pengaruh apa-apa pada stamina tubuhnya. Seperti diungkapkan Randy "Kalau ada yang mau menangis dan iba, silakan lakukan push-up seperti saya tadi. Baru setelah itu boleh iba kepada saya."
Video kuliah terakhir Randy yangberdurasi 76 menit dan di-posting ke situs Youtube, Google-video oleh Universitas Carniege telah dilihat hampir 4 juta orang mengalahkan video ceramah milik Barack Obama. Bahkan The Last Lecture diunduh tak kurang oleh 6 juta orang di seluruh dunia. Itu artinya apa yang disampaikan Randy mampu menginspirasi orang lain untuk belajar bagaimana memaksimalkan potensi di sisa waktu hidup dan tidak menyerah kepada keadaan justru membalikkan keadaan menjadi lebih baik untuk mewujudkan berbagai mimpi masa kecil.
Seperti dikatakan Randy, "Saya selalu yakin bahwa jika kita ambil seper-sepuluh dari eriergi yang kita curahkan untuk mengeluh lalu kita gunakan untuk memecahkan masalah, kita akan terkejut melihat betapa lancarnya segala sesuatu berjalan."
Mimpi dan optimisme Di masa kecilnya Randy adalah anak yang pemimpi, Namun, melalui bimbingan ayahnya yang inspirasional. Randy kecil pada akhirnya sadar kerja keras adalah jawaban dari setiap keinginan dan mimpi yang dibangun semasa masa kecil. Seperti ditegaskannya, "Tembok itu ada untuk membiarkan kita membuktikan seberapa kuatnya kemauan kita untuk mendapatkan sesuatu." la mengakui melalui bimbingan ayahnya itulah ia menjadi senang bekerja keras, selalu optimistis, dan sangat menghargai waktu.
Melalui sang avah juga, Randy sadar menjadi elitis yang hanya duduk di beIakang meja. Prinsip yang diajari ayahnya sewaktu kecil pada akhirnya memberi dorongan untuk terus mewujudkan mimpi kecilnya hingga pada akhirnya mampu menjadi imageneer di Disney World yang merupakan satu dari sekian mimpi kecilnya yang mewujud menjadi nyata.
Dalam buku ini, Randy menuliskan berbagai kisah dan pengalamann layaknya catatan harian. Dengan model penyampaian itu pembaca mudah mencerna setiap bab yang disajikan yang pada akhirnya bisa dicema berbagai pelajaran dan inspirasi yang disampaikan penulis. Menurut Randy, setiap kegagalan-kegagalan yang kita alami pada akhirnya akan memberi kepada kita sebuah pelajaran berharga yaitu sebuah pengalaman. Karena itu, dengan key akinan i tu seseorang akan terus sadar perjalanan panjang dari. suatu proses itulah yang terpenting. Perjuangan untuk mera cita-cita hidup adalah satu hal besar. Namun, di baliknya tersembunyi hal lain yang lebih besar yaitu bagaimana menjalani hidup itu sendiri.
Dorongan dari berbagai kolega dan pihak-pihak yang bersimpati kepada dirinya membuat Randy selalu memandang positif terhadap penyakit yang menderanya. Hingga dalam dirinya muncul kesadaran bahwa vonis dokter yang mematahkan harapan hidupnya memberi kesempatan kepada dirinya untuk menata segala sesuatu sebelum pergi terkhusus bagi keluarga dan ana anak yang sangat dicintainya.
Tak lupa pula sebagai seorang ayah yang akan meninggalkan ketiga anak yang masih kecil. Randy memberi pesan bahwa seorang ayah harus menyemangati agar anak mengembangkan kegembiraan hidup dan dorongan yang sangat kuat untuk mengejar impian 'anak itu sendiri kemudian menyiapkan seperangkat untuk mewujudkan setiap mimpi seorang anak.
Setelah membaca buku ini, kita akan sadar bahwa sebagai makhluk yang diberi sedikit waktu kita menenggunakan waktu sebaik mungkin meraih keinginan selagi bisa diwujudkan, menikmati kebersamaan selagi ada.
Namun dengan sekian obat dan operasi pun, pada akhirnya akan datang satu titik akhir ketika vonis dokter tiba. Seperti dialami Randy Pausch, seorang profesor muda Universitas Carnegie Mellon, yang di vonis dokter usianya akan memiliki sisa umur tiga hingga enam bulan lagi mengingat kanker pankreas stadium akhir sudah menggerogoti seluruh tubuhnya. Namun, berbeda dengan mereka yartg menghadapi kematian dengan muram, Randy memilih menghadapi sisa umur tersebut dengan cinta dan aktivitas yang menginspirasi manusia lain. la menginspirasi mereka yang masih hidup, yang patah semangat, untuk mewujudkan mimpi masa kecil dan menghadirkannya menjadi nyata dalam kehidupan. Dalam buku ini, Randy bercerita mengenai pelajaran yang ia resapi dalam perjalanan hidup dan memberikan arahan dan dorongan bagaimana belum bisa mencapai apa yang kita cita-citakan di dalam hidup, selama kita bisa tetap selalu berada di jalur kebaikan, semua impian-impian di dalam hidup kitalah yang akan menghampiri diri kita. Beberapa kampus di Amerika memiliki tradisi menarik yaitu last lecture. Tradisi itu biasanya diberikan kepada profesor yang akan pensiun dari kampus. Mendapatkan last lecture tidak mudah. Karena, sang profesor mesti meringkaskan lifelong lessons kepada audiensinya, dari pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi profesor. Randy mendapat kesempatan memberi kuliah terakhir karena kegigihannya dalam menghadapi penyakit kanker pankreas stadium akhir, tapi dengan tetap mengabdi dan memi¬liki karier cemerlang di institusinya. Randy Pausch adalah seorang dosen sekaligus anggota Walt Disney Imagineering yaitu sebuah tim kreatif yang bertugas untuk membangun wahana-wahana di Disneyland. Randy dinobatkan majalah Time sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia sepanjang 2007 karena kemampuannya menginspirasi orang lain untuk bangkit dan mau memaksimalkan potensi yang ada dalam diri masing-masing.
VONIS DOKTER
Buku kecil ini menceritakan berbagai pengalaman keseharian Randy setelah vonis dokter tentang sisa waktu hidupnya dijatuhkan. Ada banyak cerita yang akan membuat kita terharu. Seperti yang dialami Randy untuk bisa memilih yang terbaik dari sekian kemungkinan yang bisa diambil. Tentu saja hadirnya perdebatan dari setiap pilihan yang akan diambil. Randy mengalami hal itu ketika istrinya tidak begitu antusias saat Randy mendapat kesempatan menyampaikan kuliah terakhir dari kampusnya. Sebab, fokus Randy akan terbelah antara menyiapkan kuliah terakhir dan keinginan istrinya untuk. memfokuskan Randy pada keluarga dan anak-anaknya di sisa waktu yang sempit sebelum kematiannya. Namun, Randy mampu menjembatani perbebatan di keluarga dengan memilih mendokumentasikan seluruhnya aktivitas bersama keluarga di sisa waktunya melalui video sebagai kenang-kenangan bagi buah hatinya ketika ia sudah meninggal. Kuliah terakhir Randy yang menghebohkan itu disampaikan 19 November 2007. Kuliah yang diprediksi mahasiswanya akan haru biru oleh tangis karena disampaikan seorang dosen yang divonis sebentar lagi mangkat itu berbalik 180 derajat.
Di aula tempat berlangsung ama sekali tidak menghadirkan ceramah yang njelimet seperti dalam spesialisasi akademiknya yaitu mata kuliah perancangan dunia maya. "Saya tak hendak bicara soal kanker, juga tidak tentang keluarga saya, saya akan bicara soal impian masa kanak-kanak," katanya di hadapan audiensi yang terdiri dari mahasiswa dan rekan kerja. Bahkan, Randy membuka kuliah terakhirnya dengan sebuah push-up. la memberi pesan bahwa vonis kematianyang didera terhadap dirinya tidak membawa pengaruh apa-apa pada stamina tubuhnya. Seperti diungkapkan Randy "Kalau ada yang mau menangis dan iba, silakan lakukan push-up seperti saya tadi. Baru setelah itu boleh iba kepada saya."
Video kuliah terakhir Randy yangberdurasi 76 menit dan di-posting ke situs Youtube, Google-video oleh Universitas Carniege telah dilihat hampir 4 juta orang mengalahkan video ceramah milik Barack Obama. Bahkan The Last Lecture diunduh tak kurang oleh 6 juta orang di seluruh dunia. Itu artinya apa yang disampaikan Randy mampu menginspirasi orang lain untuk belajar bagaimana memaksimalkan potensi di sisa waktu hidup dan tidak menyerah kepada keadaan justru membalikkan keadaan menjadi lebih baik untuk mewujudkan berbagai mimpi masa kecil.
Seperti dikatakan Randy, "Saya selalu yakin bahwa jika kita ambil seper-sepuluh dari eriergi yang kita curahkan untuk mengeluh lalu kita gunakan untuk memecahkan masalah, kita akan terkejut melihat betapa lancarnya segala sesuatu berjalan."
Mimpi dan optimisme Di masa kecilnya Randy adalah anak yang pemimpi, Namun, melalui bimbingan ayahnya yang inspirasional. Randy kecil pada akhirnya sadar kerja keras adalah jawaban dari setiap keinginan dan mimpi yang dibangun semasa masa kecil. Seperti ditegaskannya, "Tembok itu ada untuk membiarkan kita membuktikan seberapa kuatnya kemauan kita untuk mendapatkan sesuatu." la mengakui melalui bimbingan ayahnya itulah ia menjadi senang bekerja keras, selalu optimistis, dan sangat menghargai waktu.
Melalui sang avah juga, Randy sadar menjadi elitis yang hanya duduk di beIakang meja. Prinsip yang diajari ayahnya sewaktu kecil pada akhirnya memberi dorongan untuk terus mewujudkan mimpi kecilnya hingga pada akhirnya mampu menjadi imageneer di Disney World yang merupakan satu dari sekian mimpi kecilnya yang mewujud menjadi nyata.
Dalam buku ini, Randy menuliskan berbagai kisah dan pengalamann layaknya catatan harian. Dengan model penyampaian itu pembaca mudah mencerna setiap bab yang disajikan yang pada akhirnya bisa dicema berbagai pelajaran dan inspirasi yang disampaikan penulis. Menurut Randy, setiap kegagalan-kegagalan yang kita alami pada akhirnya akan memberi kepada kita sebuah pelajaran berharga yaitu sebuah pengalaman. Karena itu, dengan key akinan i tu seseorang akan terus sadar perjalanan panjang dari. suatu proses itulah yang terpenting. Perjuangan untuk mera cita-cita hidup adalah satu hal besar. Namun, di baliknya tersembunyi hal lain yang lebih besar yaitu bagaimana menjalani hidup itu sendiri.
Dorongan dari berbagai kolega dan pihak-pihak yang bersimpati kepada dirinya membuat Randy selalu memandang positif terhadap penyakit yang menderanya. Hingga dalam dirinya muncul kesadaran bahwa vonis dokter yang mematahkan harapan hidupnya memberi kesempatan kepada dirinya untuk menata segala sesuatu sebelum pergi terkhusus bagi keluarga dan ana anak yang sangat dicintainya.
Tak lupa pula sebagai seorang ayah yang akan meninggalkan ketiga anak yang masih kecil. Randy memberi pesan bahwa seorang ayah harus menyemangati agar anak mengembangkan kegembiraan hidup dan dorongan yang sangat kuat untuk mengejar impian 'anak itu sendiri kemudian menyiapkan seperangkat untuk mewujudkan setiap mimpi seorang anak.
Setelah membaca buku ini, kita akan sadar bahwa sebagai makhluk yang diberi sedikit waktu kita menenggunakan waktu sebaik mungkin meraih keinginan selagi bisa diwujudkan, menikmati kebersamaan selagi ada.


No comments:
Post a Comment