
CITY OF BONES : DUNIA DI MANA SEMUA MITOS ITU NYATA
“Aku ingin hidup di dalam kisah Mortal Instrumens ini. Sangat indah!”
—Stephenie Mayer, penulis Twilight
“Mungkin kita harus membawanya pulang bersama kita,” kata Alec.
“Tidak mungkin kita membawanya ke Institut,” kata Isabelle.
“Dia kaum fana, bukan Pemburu Bayangan seperti kita.”“Benarkah?” tanya Jace lembut, tapi terdengar lebih buruk daripada dengusan Isabelle atau kemarahan Alec.
“Kamu pernah berurusan dengan iblis, hei gadis kecil? Berjalan dengan warlock, dan mengobrol dengan vampir?““Namaku bukan gadis kecil,” Clary menyela, “dan aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.”
City of Bones adalah novel fantasi urban remaja karya Cassandra Clare, yaitu penulis Amerika kelahiran Teheran, Iran. Novel ini termasuk ke dalam seri The Mortal Instruments yang terdiri dari 4 buku. Buku kedua dan ketiganya berjudul City of Ashes dan City of Glass. Buku keempatnya, City of Fallen Angels baru akan diluncurkan pada bulan Maret 2011 di Amerika Serikat.
Seri The Mortal Instruments berpusat di sekitar para Pemburu Bayangan. Mereka adalah manusia berdarah malaikat yang mengabdi untuk menjaga manusia dari serangan iblis, dan memastikan perdamaian di antara peri, vampir, dan manusia serigala. Kini ketika perdamaian itu terancam, hanya segelintir remaja yang berkesempatan untuk mencegah pecahnya perang.
Sejak awal peluncurannya pada 27 Maret 2007, City of Bones telah memikat para pembaca. Tidak heran buku ini langsung mencapai urutan ke-8 di Daftar Buku Terlaris New York Times untuk buku anak-anak dan remaja pada April 2007. Tahun berikutnya, City of Bones pun menempati urutan ke-6 di ALA Teen’s Top Ten.
Berbagai pihak telah melontarkan pujian bagi seri novel ini. Media-media seperti Locus, Publishers Weekly, Booklist, dan School Library Journal memuji novel ini lengkap dan berhasil memuaskan pembaca. Penulis-penulis bestseller lainnya pun tidak ketinggalan. Kelly Link menyebut Cassandra sebagai penulis jenius. Holly Black (penulis The Spiderwick Chronicles) menganggap City of Bones sebagai salah satu buku favoritnya. Bahkan, Stephenie Meyer sang penulis Twilight pun menjamin bahwa The Mortal Instruments sangat indah.
Kini seri The Mortal Instruments telah terjual sebanyak 2,5 juta kopi di 23 negara belum termasuk Indonesia dan China pada tahun ini. City of Bones edisi bahasa Indonesia akan diterbitkan oleh Penerbit Ufuk pada bulan Februari. Jadwal terbit City of Ashes dan City of Bones akan menyusul sebagai pemanasan untuk menyambut film adaptasi City of Bones yang sedang dikembangkan oleh Warner Bros Pictures.


3 comments:
di tunggu ya ufuk...
sejak baca HUSH2 terbitan kalian aku gak sabar lagi baca buku terbitan ufuk yang bertema young adult....
februari tanggal berapa ya kalo boleh tau ?
thx
-nurma-
terbit akhir Februari :)
mbak bisa minta 2 bab pertamanya ke info@ufukpress.com
-penerjemah
kapan jadwal terbit buku yang kedua dan ketiga?uda gak sabar pengen tau lanjutannya nih,,
Post a Comment