Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keluh kesah. Musababnya banyak: mulai dari yang bersifat jiwani seperti kurang bersyukur, irihati, ketaku-tan, ketamakan, khawatir, stres, frustrasi dan banyak hal lainnya; hingga yang bersifat ragawi seperti sakit fisik.
Banyak sekali metode yang ditawarkan untuk "mengobati" berbagai persoala di atas. Sebagian mujarab, sebagian lagi cabar (tak memiliki manfaat apa pun), Bukan karena metode tersebut tidak efesien, melainkan setiap pribadi mempuny kecocokan terhadap masing-masing metode. Itu sebabnya tak ada ruginya untuk mempelajari berbagai metode, karena pada prinsipnya berbagai metode sejenis mempunyai tujuan tunggal: membimbing manusia meraih kebahagiaan sejati.
Salah satu metode yang pantas dipelajari dan dihayati adalah Metode Sedon; Apakah Metode Sedona? Melalui bukunya The Sedona Method, Cara Dahsyat Melepaskan Belenggu Pikiran & Emosi untuk Memasuki Kebahagiaan Sejati, Hale Dwoskin membedah tuntas metode ini.
Dalam buku yang diterjemahkan dan diterbitkan Ufuk Publishing House ini Hale membuka cakrawala tentang metode "pelepasan" terhadap beban-beban yang selama ini menghambat kemajuan kita ke arah capaian menjadi manusia yang merengkuh kebahagiaan sejati. Pembaca awam sekalipun tidak akan kebin langkah demi langkah oleh Hale. Apa pun tujuan kita hidup dan apa pun profesi kita metode ini bisa dijadikan “kendaraan” ke arah tujuan (Sukatna Panca M)
Salah satu metode yang pantas dipelajari dan dihayati adalah Metode Sedon; Apakah Metode Sedona? Melalui bukunya The Sedona Method, Cara Dahsyat Melepaskan Belenggu Pikiran & Emosi untuk Memasuki Kebahagiaan Sejati, Hale Dwoskin membedah tuntas metode ini.
Dalam buku yang diterjemahkan dan diterbitkan Ufuk Publishing House ini Hale membuka cakrawala tentang metode "pelepasan" terhadap beban-beban yang selama ini menghambat kemajuan kita ke arah capaian menjadi manusia yang merengkuh kebahagiaan sejati. Pembaca awam sekalipun tidak akan kebin langkah demi langkah oleh Hale. Apa pun tujuan kita hidup dan apa pun profesi kita metode ini bisa dijadikan “kendaraan” ke arah tujuan (Sukatna Panca M)



4 comments:
bagi saya terjemahan buku ini kurang enak dibaca. sayang disayang. misal pada halaman 22 kita temukan kalimat : pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya ditanyakan kepada Anda belaka, jika mungkin dapat mengambil tindakan"
"jika mungkin dapat mengambil tindakan" - apa maksudnya ?
kesan saya penterjemahan dilakukan dengan basis "kata perkata" - mungkin dengan software? kalimat hasil terjemahan terasa tidak enak dibaca dan kadang tidak efisien - misal kalimat 10 baris dari dasar pada halaman 22 ("semua dari pertanyaan-pertanyaan..." mengapa tidak "semua pertanyaan".
Saya sudah ragu apa ingin membeli buku terjemahan seperti ini. IMHO, banyak buku terjemahan tidak enak dibaca - lebih baik membeli versi asli
Saya setuju dengan pendapat mas Lucas di atas. Terjemahan buku ini buruk sekali, padahal harganya lumayan mahal.
Dalam pengantarnya, kedua penerjemah mengaku aktif di komunitas yang berhubungan dgn Metode Sedona/sejenisnya, tapi terjemahan mereka terlalu harafiah, bukan dengan bahasa yang biasa dipakai anggota komunitas semacam ini.
rupanya mahal tidak selalu berati bagus
setuju dengan yang di atas , kalo saya bilang sih bukan software ya, tapi terkesan mengejar target waktu , jadinya ya begitulah hasilnya, sedona sendiri sebenarnya sangat bagus , dimana dia mengeliminasi segala perasaan yang ada di dalam individu, bahkan perasaan senang ,optimis , dan ikhlas pun dikikisnya sampai benar2 tak berdasar .... agak mirip dengan zen, but lebih sederhana ....walaupun demikian, saya rasa sedona merupakan teknik advance, tidak bisa dipraktekkan dengan sekali baca , minimal 3-6 x baca deh baru paham :)..... mungkin kita harus juga melepas keinginan untuk memahami buku tersebut untuk mempermudahnya....
Post a Comment