Friday, December 05, 2008


OBAMA LARIS MANIS


Lonjakan penjualan juga dialami Ufuk Publishing House untuk buku Barrack Obama, Dari Jakarta Menuju Gedung Putih yang ditulis sendiri oleh Obama. Manajer Pemasaran Ufuk, Taufiq Hadad, mengatakan, pemesanan buku yang sudah terjual sekitar 20 ribu eksemplar ini langsung meningkat setelah Obama terpilih menjadi presiden.
(Koran Tempo, Ruang Baca November 2008)


'Gegap gempita pemilihan Presiden Amerika Serikat sudah berakhir, tapi demam Barrack Obama di Indonesia baru saja dimulai. Kemenangan Obama pada pemilihan umum tersebut membuat perusahaan penerbitan dan toko buku di Indonesia bungah karena penjualan buku seputar presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat itu meroket

Penerbit Mizan mencatat bahwa penjualan buku langsung melonjak segera setelah Obama dinyatakan memenangi kursi kepresidenan pada awal November lalu. Community Relations Mizan, Pangestuningsih, mengatakan, buku Andai Obama Presiden Amerika: Harapan atau Ancaman karya Hermawan Aksan hingga pertengahan November sudah terjual 900 eksemplar, padahal sebulan sebelumnya hanya laku sekitar 300 eksemplar.


"Kenaikannya sampai 191 persen,", ujar Pangestuningsih. "Jadi,: buku itu sebentar lagi masuk daftar best seiler Mizan."

Awalnya Mizan sempat ragu menerbitkan buku ini menjelang pe¬milihan presiden. Tapi, ketika penerbit lain menahan diri, Mizan justru memberanikan diri menerbitkan buku Obama berbekal optimisme bahwa senator asal Illinois itu akan menang—keputusan yang belakangan terbukti tepat.

Fenomena yang sama juga terjadi pada buku terbitan Mizan Pustaka, Barack Hussein Obama: Kandidat Presiden Amerika yang Punya. "Muslim Connection" yang ditulis Anwar Holid. Pada Oktober lalu buku ini terjual 400 eksemplar dan selama November laku lebih dari 900 eksemplar.

Mizan sendiri memang penerbit yang paling getol mengeluarkan buku soal Obama. Selain dua buku tadi, Kelompok Mizan juga memiliki dua judul lain, Obama, Tentang Israel, Islam, dan Amerika yang disusun Tim Hikmah dan Jangan Bunuh Obama! yang ditulis oleh Hermawan Aksan. Sayangnya, Mizan tak memiliki catatan penjualan buku-buku ini

Lonjakan penjualan juga dialami Ufuk Publishing House untuk buku Barrack Obama, Dari Jakarta Menuju Gedung Putih yang ditulis sendiri oleh Obama. Manajer Pemasaran Ufuk, Taufiq Hadad, mengatakan, pemesanan buku yang sudah terjual sekitar 20 ribu eksemplar ini langsung meningkat setelah Obama terpilih menjadi presiden.

Ufuk pun sampai kebingungan memenuhi permintaan yang terus-menerus datang dari toko buku. "Kami sampai sempat kehabisan stok,' ujarnya. Ufuk pun akhirnya mencetak ulang buku ini sebanyak 5.000 eksemplar. Buku yang sebelumnya berformat hardcover ini diubah menjadi softcover yang sekaligus menurunkan harganya.

Begitu dilepas ke pasar, buku ini langsung terjual sekitar 1000 eksemplar. Menurut Taufiq, angka penjualan selama satu minggu tersebut terbilang fantastis, karena biasanya jumlah itu baru bisa diperoleh setelah buku dijual selama sebulan.

Meledaknya penjualan buku ini tentunya kabar gembira bagi Ufuk, yang sebelumnya sempat ketar-ketir mengikuti pemilihan presiden di Amerika Serikat. Kekalahan Obama dapat menjadi gong kematian penjualan buku itu, padahal modal yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak ciptanya terbilang lumayan besar.

Taufiq pun mencatat bahwa penjualan buku itu sem¬pat turun ketika Obama hampir dikalahkan Hillary Clinton pada konvensi Partai Demokrat dan saat kampanye pemilihan presiden melawan calon dari Partai Republik, John McCain.

Dengan terpilihnya Obama, Taufiq optimistis tingginya minat pembaca tersebut akan bertahan ama. Bahakan, ia memperkirakan ledakan penjualan akan terjadi lagi jika Obama berkunjung ke Indonesia.”Buku-buku Obama ini bisa panjang umurnya,” ujarnya

Tingginya penjualan itu mengundang bermunculan berbagai buku soal Obama. Penerbit Gramedia Pustaka Utama, misalnya, menerbitkan Obama in His Own Words; Ucapan dan Pikiran Barack Obama tentang Segala Hal yang ditulis "Lasa Rogak.

Ganeca Exact juga menerbitkan Barack Obama Sang Presiden. Buku yang ditulis Budi Santoso ini sebenarnya tak terlalu berbeda dengan buku biografi Obama, kecuali ada bab yang mengisahkan kesuksesan Obama memenangkan pemilihan presiden.

Buku-buku Obama di luar negeri pun menjadi buruan penerbit lokal. Salah satu yang banyak diperebutkan adalah memoar Obama yang berjudul Dreams of My Father, A Story of Race and Inheritance. Seorang sumber Tempo yang mengikuti proses penawaran buku tersebut menceritakan bahwa hak cipta buku tersebut akhirnya dilepas Oktober lalu kepada sebuah penerbit lokal seharga sekitar US$ 6.000 atau sekitar Rp 72 juta.

Selain buku seputar Obama, para penerbit juga mulai menggarap buku-buku yang tidak menampilkan sosoknya, tapi orang-orang di seputar Obama. Ufuk Publishing House meluncurkan buku profil Michelle Obama, Lebih Pintar Dari Obama!!

Buku yang ditulis Wasis Wibowo ini mengupas sosok istri Obama, Michelle LaVaughn Robinson. Dalam buku ini diceritakan sekelumit kisah hidup Michelle dan perannya dalam meyakinkan suaminya untuk maju dalam pencalonan Presiden Amerika Serikat ke-44.

Sementara itu, Mizan menerbitkan disertasi ibu Obama, Stanley Ann Dunham, yang berjudul Pendekar-pendekar Besi Nusantara — Buku yang Memuat Pandangan Ibunda Barack Obama tentang Indonesia. "Sekarang ini apa pun menyangkut Obama itu laku keras," ujar Pangestuningsih.

Selain penerbit, pihak yang menangguk untung besar dari demam Obama adalah toko buku. Mereka menyiasati dengan menyediakan area dan rak khusus buku Obama.

Salah satunya adalah toko buku Leksika di bilangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Menurut Branch Manager Leksika Lenteng, Agung Manuntun, menjelang pemilihan presiden di negeri Abang Sam tersebut, tokonya sudah menyiapkan satu rak khusus untuk buku Obama.

Seperti toko buku lainnya, Leksika juga telah memesan stok lebih banyak, termasuk mengimpor buku Obama untuk mengantisipasi jika .pria yang pernah menetap di Jakarta itu memenangi kursi presiden. "Kami sudah ada feeling ini akan laku keras,".ujarnya.

Selepas kemengan Obama, Agus menyulap salah satu sudut di lantai dasar tokonya menjadi pojok khusus Obama. Hasilnya, buku-buku terkait sang pemenang pemilihan presiden itu pun laku keras. "Yang beli lumayan banyak," kata Agus.

Agus menceritakan, jauh sebelum kemenangn Obamapun penjualan bukunya sudah cukup tinggi dan kini jumlah penjualannya berlipat ganda. Ia tak tahu pasti berapa jumlah penjualan buku tersebut, namun dalam setiap hari ada saja pelanggan yang membeli buku Obama

No comments:

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes