Wednesday, September 24, 2008



BILA USIA KITA TINGGAL SEHARI

Buku ini layak dimiliki karena tak sekadar berisi kisah yang mengharukan, tapi juga berisi semangat untuk mengisi hidup yang tersisa agar menjadi berarti seakan hidup kita tinggal sehari
(Wasis Wibowo, Seputar Indonesia, 18-September-2008).

Apa yang akan Anda lakukan jika mengetahui usia hidup Anda tinggalsehari lagi ?Apakah Anda akan berdoa sepanjang waktu memohon ampunan kepada Tuhan? Menghabiskan setiap detik menanti embusan napas terakhir bersama orang yang dicintai? Atau malah mungkin Anda berputus asa dan marah menerima takdir karena merasa belum siap berpisah dengan segala yang fana?

Beruntunglah Anda yang tidak pernah mengetahui kapan ajal akan menjemput karena bisa menjalani hidup dengan ringan. Berbeda dengan orang yang sudah divonis usianya hanya tinggal beberapa bulan lagi, minggu, atau bahkan dalam hitungan hari. Itu karena sebelum maut itu benar-benar tiba, mereka sudah merasakan bahwa dunia seperti sudah runtuh.

Anda boleh menyangkal bahwa itu hanya ada dalam kisah sinetron atau roman picisan. Namun, sesungguhnya tidak. Itu benar-benar terjadi. Tragisnya hal itu dialami orang-orang baik dan berprestasi yang masih memiliki segudang cita-cita dan cinta. Namun, mereka sudah divonis berumur pendek karena penyakit kronis.

Seperti kisah yang dialami Randy Pausch seorang profesor di bidang komputer Universitas Carnegei Mellon, Amerika Serikat.Begitu dokter mendiagnosis dirinya mengidap kanker pankreas, usianya diprediksi tak bertahan lebih dari enam bulan. Sepuluh titik kanker di pankreasnya seakan bukan hanya menggerogoti tubuhnya, tapi juga telah menggerus mimpi-mimpinya bersama istri dan tiga anaknya yang masih balita.

Kanker pankreas merupakan salah satu penyakit yang mematikan karena belum di temukan obatnya. Di Amerika Serikat setiap tahun ada sekitar 37.000 orang didiagnosis mengalami kanker pankreas. Hampir 50% orang yang didiagnosis mengalami kanker pankreas usianya tak bisa bertahan dari enam bulan.Hanya keajaiban yang bisa membuat sebagian lagi bertahan sampai lima tahun.

Bagaimana reaksi Randy ketika diprediksi berumur pendek karena mengidap kanker pankreas? Pertama kali menerima kabar buruk itu Randy langsung memeluk istrinya Jai (baca: Jay) yang lebih shock dibandingkan dirinya. Randy pun merahasiakan itu kepada tiga anaknya. Bahkan, saat putra pertamanya, Dylan, berulang tahun keenam, dia sempat mengajak menonton film di bioskop untuk merayakannya.

Film yang ditonton berjudul Mr Magorium Wonder Emporium bercerita perjuangan pemilik toko mainan yang divonis berusia pendek dan menyerahkan warisan kepada anak buahnya. Ketika pemilik toko itu sekarat, ada dialog yang menyentuh. "Seharusnya kamu tak boleh mati," kata sang anak buah pemilik toko dalam film itu yang diperankan Natalie Portman. Pemilik toko, Mr Magorium (Dustin Hoffman) menjawab, "Itu Sudan kulakukan."

Randy yang memangku Dylan saat menonton, menyaksikan putranya itu berderai air mata, Randy sekuat tenaga mengontrol emosinya. Dia tak ingin putranya mengetahui hal serupa sedang dialami ayahnya. Hal itu dilakukan Randy karena dia ingin memberikan kenangan terindah bersama keluarganya tanpa harus dikasihani. Dia berpacu dengan waktu seakan-akan hidupnya tinggal sehari lagi. Pengalaman dan perjuangan Randy menghadapi nasibnya ini, disampaikan begitu menyentuh dalam bukunya berjudul The Last Lecture, Pesan Terakhir yang diterbitkan Ufuk Press. Buku ini layak dimiliki karena tak sekadar berisi kisah yang mengharukan, tapi juga berisi semangat untuk mengisi hidup yang tersisa agar menjadi berarti seakan hidup kita tinggal sehari.

Dalam usia yang sudah terkunci takdir, Randy menolak untuk menyerah apalagi berputus asa. Dia selalu mencari cara agar setiap waktu yang tersisa menjadi momen dan kenangan yang membahagiakan keluarganya. Walaupun dia tahu anak-anaknya, Dylan, Logan (2) dan Chloe (1), pasti tidak bisa mengingat secara baik sosok ayahnya jika telah tiada."Apa yang bisa kita ingat kala berusia enam tahun?," tanyanya kepada istrinya.

Keinginan Randy memberi kenangan indah bersama keluarganya banyak menghadirkan momen-momen yang emosional dan menguras air mata. Ditambah dengan dialog-dialog yang begitu menyentuh sehingga semakin mengaduk-aduk perasaan. Disisipi pula pengalaman Randy yang kocak sehingga membuat kita tertawa sesaat setelah mata berkaca-kaca.

Seperti ketika dia akan ditilang polisi lalu lintas karena menerobos lampu merah. Randy beralasan usianya sudah tak panj ang lagi. Polisi tak percaya apalagi Randy tampak begitu bugar dan muda.

Namun, ketika dia membuka baju dan menunjukkan tubuhnya banyak bekas lubang dan jahitan—karena bekas operasi kecil dan kemoterapi untuk menghilangkan gejala kanker pankreas—polisi itu langsung terbelalak dan luluh

(wasiswibowo)





No comments:

Twitter Facebook

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes