
CATATAN SUPERIORITAS BANGSA TIMUR
Membaca buku ini, kita seperti tamasya sejarah bangsa-bangsa Asia. Stewart Gordon menyajikannya seperti laporan jurnalistik sebuah perjalanan panjang menyusuri setiap lorong peradaban Asia
(Erwin Y Salim, Majalah Gatra, Juli 2008).
(Erwin Y Salim, Majalah Gatra, Juli 2008).
Ini bukanlah semacam apologia bangsa-bangsa di kawasan Asia di tengah superioritas bangsa-bangsa .Barat di abad-abad terakhir. Sebab cerita yang mengisahkan kegemilangan bangsa-bangsa Asia selama 10 abad ini justru ditulis pakar senior masalah Timur di University of Michigan, Amerika Serikat. Notabene, ia orang Barat.
Harus diakui, memang, dalam kurun masa panjang yang di Barat dikenal dengan sebutan zaman kegelapan, bangsa-bangsa Asia justru mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang kehidupan. Salah satunya ditandai dengan kemajuan perdagangan yang meliputi separuh dunia. Tengok saja ekspansi pedagang dari Gujarat, Asia Tengah, Cina, dan Arab. Hubungan perdagangan ini pun berjalan bebas tanpa banyak campur tangan kerajaan, sehingga terbangun sebuah peradaban dagang yang sangat maju.
Dalam masa ini, para pedagang bahkan tak hanya menjalankan fungsi perniagaan. Mereka ikut memberi andil dalam menyebarluaskan penemuan-penemuan baru di bidang perkebunan. Lada menyebar dari India hingga ke Indonesia dan menjadi komoditas penting yang diperdagangkan berkat jasa mereka. Demikian pula pedagang Yahudi yang membawa tebu dan mengembangkannya di tepian Sungai Nil, Mesir.
Di bidang politik, banyak kerajaan besar di Asia yang membawa pengaruh besar pada hubungan internasional. Di India, misalnya, pernah hadir Kesultanan Mogul yang meninggalkan warisan mo¬numental Taj Mahal yang amat kesohor. Di kawasan Timur Tengah pun hadir Kekhalifahan Abbasiyah, yang wilayahnya meliputi sebagian besar Asia Barat. Orang juga tak akan pernah lupa pada Jengis Khan dari Mongol, yang penaklukannya berhasil menerobos hingga ke Cina, Rusia, dan sebagian Eropa Timur. Penaklukan itu sekaligus merintis jalan perdagangan dari Asia ke Eropa.
Dalam masa setidaknya tujuh abad sejak abad kelima, Asia dipenuhi pula de¬ngan beragam inovasi dan temuan baru. Pemerintah yang berkuasa pada umumnya sangat mendukung inovasi yang dilakukan warganya. Hingga tahun 1200-an, Timur Tengah, Cina, dan India tercatat sebagai pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Cina, di masa-masa ini, dicatat sebagai negeri yang mampu mengembangkan teknik pengobatan baru, antara lain dengan penemuan teknik suntikan.
Setelah kemajuan pesat itu, bangsa-bangsa Asia mengenyam masa-masa kemunduran. Stewart Gordon mencatat, bangsa Eropa dengan konsep baru dalam perdagangan berhasil menjajah Asia. Per¬dagangan sejalan dengan penaklukan dan mengatasnamakan raja. Ini konsep yang tak pernah dikenal sebelumnya oleh para pedagang Asia. Walau demikian, dalam kondisi di bawah dominasi dan jajahan Barat, pola perdagangan ala Asia tetap bertahan sebagaimana adanya. Para saudagar Cina bahkan tak mau ketinggalan menyinggahi dan menjalankan per¬niagaan di pelabuhan baru di Calcutta yang dikuasai Inggris.
Membaca buku ini, kita seperti tamasya sejarah bangsa-bangsa Asia. Stewart Gordon menyajikannya seperti laporan jurnalistik sebuah perjalanan panjang menyusuri setiap lorong peradaban Asia. Sebagai periset senior di University of Michigan, ia menulis buku ini berdasarkan catatan-catatan kuno tokoh-tokoh masa lalu yang erat kaitannya dengan berbagai peristiwa penting. Kendati, sebagian re-ferensi itu merupakan sumber tangan kedua.
Penelusuran tekstual memang sah-sah saja dalam menyusun sebuah "karya sejarah" semacam buku ini. Penyajiannya yang sangat populer membantu kita memahami dengan mudah peran bangsa-bangsa Asia bagi kemajuan dunia pada masanya dan pengaruhnya hingga kini.
Dari penelusuran itu, bahkan penulis sampai pada kesimpulan bahwa bangsa Asia Raya cukup tangguh untuk melewati perubahan dan pergolakan dari abad ke abad. Boleh jadi, itu kesimpulan yang cukup akurat. Sebab kini, bangsa-bangsa yang disebut "etnis global" berasal dari Asia: Yahudi, Arab, Cina, dan India. Terbukti pula, kini mulai tampak kebangkitan bangsa-bangsa Asia dalam berbagai bidang setelah lebih dari tujuh abad berada dalam masa kegelapan dan di bawah dominasi Barat.
|


No comments:
Post a Comment