Keberuntungan yang Sia-Sia
Data Buku
Judul :
Joey si Frustasi yang Beruntung
Penulis :
Mark Bowden
Kategori :
Fiksi
Tebal:
292 Halaman
Terbit:
November 2007
Penerbit:
Ufuk Press
Satu juta dolar cukup untuk memutarbalikkan hidup seseorang normal, apa jadinya jika uang sebesar itu dipegang oleh orang dengan kondisi psikologis seperti Joey? Menjadi menarik membaca novel ini, karena tindakan-tindakan tak konvensional, bahkan cenderung bodoh yang dilakukan Joey dengan uang yang begitu banyak jumlahnya itu.
HINGGA usianya yang ke 24, Joey Coyle memusatkan seluruh hidupnya hanya untuk satu hal, Methampethamine. Meth adalah sejenis obat terlarang yang pu-nya efek hampir sama dengan morphin atau heroin. Obat ini menyebabkan kegembiraan dan perasan bahagia sesaat.
Joey menyebutnya blow, karena menurutnya obat ini dapat meniup (blow) ketakutan, depresi, keraguan dan segala jenis emosi tak menyenangkan lainnya. Hidupnya nyaris bagai lingkaran setan. Menggunakan meth, teler, kemudian tersadar karena kecanduan yang ia rasakan, kemudian berusaha mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya yang satu ini. Begitu seterusnya.
la mulai menggunakan obat ini sejak ayahnya meninggal dunia. Kesulitan di tempat kerja, depresi, membuat ketergantungannya pada narkoba semakin meningkat. Joey makin jarang keluar rumah, tak mampu lagi berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya, juga tak bisa berkonsentrasi di sekolah. Perkembangan emosinya juga terganggu, karena meth terus-menerus membuatnya menghindar dari kenyataan yang harus ia hadapi.
Joey digambarkan sebagai seseorang yang tak mampu memikul tanggung jawab dalam bentuk apa pun. Kedewasaan atau rasa percaya diri Joey, bahkan untuk mengurusi dirinya sendtri pun, belum bisa diandalkan.
Untuk orang seusianya, Joey nyaris tak bisa mengurus dirinya sendiri. la juga memilih untuk tidak memanfaatkan kemampuan yang ia miliki. la takut membuat komitmen, sekecil apa pun bentuknya, juga tak berani mengambil kendali dan aertanggung jawab atas hidupnya sendiri
.
Suatu hari pernah mempunyai ide untuk menciptakan sebuah alat yang bisa membantu menjaga keselamatan para pekerja pelabuhan dari ayunan lift yang bisa membahayakan. Idenya sebenarnya cukup baik, dan Ellen kakaknya, mendorong Joey untuk mematenkan konsepnya.
Joey' kemudian membuat janji untuk bertemu dengan seorang pengacara. Saat si pengacara sudah setuju untuk menemuinya, Joey malah memutuskan untuk tidak datang ke pertemuan yang sudah dijanjikan.
Joey sedang bingung karena tak punya lagi uang untuk membeli meth. Saat sedang mengendarai mobil bersama teman-te¬mannya, pintu belakang se¬buah mobil la¬pis baja milik perusahaan ke-amanan Purola-tor terbuka dan menjatuhkan dua kantung berisi lembaran-lembaran US$100 yang jumlah keseluruhannya mencapai US$1,2 juta.
Satu juta dolar cukup untuk memutarbalikkan hidup seseorang normal, apa jadinya jika uang sebesar itu dipegang oleh orang dengan kondisi psikologis seperti Joey? Menjadi menarik membaca novel ini, karena tindakan-tindakan tak konvensional, bahkan cenderung bodoh yang dilakukan Joey dengan uang yang begitu banyak jumlahnya itu.
Cerita ini diangkat dari kisah nyata seorang Joseph William Coyle. Seperti dalam novel, ia menemukan uang itu pada 26 Februari 1981. Coyle menjadi sensasi di daerah tempat ting-galnya karena membagi-bagikan lembaran uang US$100. la ditangkap di Kennedy Internatio¬nal Airport saat hendak kabur ke Acapulco.
Joey kemudian diadili, namun pada Februari 1982, ia dibebaskan dari segala tuduhan dengan mempertimbangkan kesehatan jiwanya yang tak stabil. Saat Coyle membuat kehebohan dengan menemukan uang satu juta dolar, Mark Haddon penulis buku ini masih bekerja sebagai wartawan untuk surat kabar lokal di Philadelphia. Ia kemudian merekonstruksikan kejadian ini dan apa yang terjadi pada Joey da meramunya menjadi novel yang dengan simpatik mengangkat karakter Joey, yang walaupun seorang pemadat di¬gambarkan memiliki banyak sisi baik.
Tahun 1992 sutradara Ramon Menendez merasa bahwa kisah Joey cukup kuat untuk diangkat ke layar lebar. la kemu¬dian membuat sebuah film berjudul Money for Nothing yang dibintangi John Cusak sebagai peran utama.
Namun Coyle menolak menyaksikan film yang meng¬angkat kisahnya tersebut. la ta¬kut stigma pecandu narkoba akan membuat anggapan orang berubah terhadapnya. Meski demikian ia bersedia menerima John Cusak yang mengunjunginya bulan November 1992.
Konyolnya, karena mengira Cusack adalah nama Polandia, Coyle menghidangkan hidangan khas Polandia. Padahal sang aktor adalah seorang keturunan Irlandia, seperti halnya Joey
Yang paling menyedihkan mungkin adalah apa yang terjadi pada Joey Coyle setelah kisah¬nya diangkat ke dalam novel dan ke layar lebar. Sekian banyak hal yang terjadi di dalam hidupnya, tak juga bisa mendorong Coyle untuk membenahi hidupnya dan melepaskan diri dari ketergantungan.
Pada 16 Agustus 1993, se¬buah artikel di surat kabar The New York Times mengabarkan kematiannya. la ditemukan gantung diri di rumahnya dengan menggunakan seutas kabel listrik. Joey Coyle meninggal dunia di usianya yang keempat puluh. Menurut keterangan polisi setempat, Coyle tak juga bisa mengatasi kedukaannya setelah kematian ibunya pada 1981.
Kisah Joey bisa menjadi pelajaran menarik dengan pesan sederhana, bahwa uang bukanlah segala-galanya. Walaupun demikian, plot ceritanya yang mena¬rik dan orisinil, membuat novel ini cukup layak untuk dinikmati
Dwi Fitria



No comments:
Post a Comment